CURUP, BE - Aksi kawanan rampok \"ranjau paku\" di jalan lintas Curup-Lubuklinggau, dengan modus tebar ranjau paku, hingga perampasan kendaraan bermotor terus marak terjadi. Perampokan ini diklaim tidak berhubungan dengan upaya menggagalkan proses pemekaran calon Kabupaten Lembak, yang saat ini telah masuk ketahap pembahasan di DPR RI. Hal itu ditegaskan Kapolres Kabupaten Rejang Lebong AKBP Edi Suroso SH dalam keterangan pers yang digelar di Curup, Selasa (21/01). \"Itu bukan karena mau menggagalkan pemekaran, tetapi karena intensitas peredaran dan penggunaan narkoba di wilayah tersebut. Jelas penggunanya butuh mengkonsumsi narkoba, sehingga nekat melakukan aksi rampok untuk memenuhi kebutuhan mereka mengkonsumsi narkoba,\" tegas Kapolres. Pernyataan Kapolres tersebut membantah berbagai spekulasi dari sejumlah kalangan, terkait upaya segelintir kelompok mencegah pemekaran Lembak. Hal itu beralasan, terbentuknya Lembak menjadi daerah otonom baru, akan terjadi peningkatan personil TNI dan Polri. Seperti terbentuknya Polres baru, serta unsur pemerintahan terkait lainnya yang mengancam bisnis, para pengedar narkoba dan aksi rampok di jalan lintas Curup-Lubuklinggau. Selain motif penggunaan narkoba, Kapolres juga mengungkapkan, aksi rampok juga punya kepentingan segelintir kelompok yang ingin secara rutin, memungut pajak kepada pengguna jalan. Seperti para pedagang ikan, pedagang sayuran, angkutan barang, travel yang secara rutin menggunakan jalan lintas Curup-Lubuklinggau. \"Karena kepentingan pajak bagi pengguna jalan, banyak juga warga Lembak yang jadi korban. Meski begitu kita terus melakukan patroli, meskipun ada korban rampok ranjau paku, banyak juga aksi percobaan perampokan yang berhasil kita gagalkan karena petugas yang rutin patroli,\" ungkap Kapolres. Polisi, sambung Kapolres, tidak bisa menindak terduga rampok bukan karena tidak bisa tegas. Namun penindakan hukum tidak bisa jika tidak ada unsur barang bukti, tertangkap tangan. \"Jalur lintas Curup-Lubuklinggau ini panjang, cukup rawan dari jembatan dua Desa Simpang Beliti, Kepala Curup hingga Desa Cahaya Negeri Kecamatan Sindang Kelingi,\" jelasnya. Aksi kawanan rampok modus tebar paku maupun perampasan kendaraan roda dua tersebut, ditegaskan Kapolres tidak akan pernah berhenti jika polisi bekerja sendiri. \"Masyarakat harus membantu, cukup banyak pak haji, tokoh masyarakat dan tokoh agama yang ada di Lembak, kaum itelektual yang punya Lembaga Sosial Masyarakat serta anggota dewan kami berharap bisa ikut membantu, karena lama-kelamaan akan merugikan masyarakat sendiri, jika generasi muda terlibat penggunaan narkoba dan kejahatan rampok,\" tegasnya.(999)
Rampok “Ranjau Paku” Tak Terkait Pemekaran
Rabu 22-01-2014,12:45 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 19-04-2026,15:01 WIB
Produk Halal Jadi Kebutuhan Mendasar, Komisi VIII DPR RI Ingatkan Kesadaran Masyarakat dan Pelaku UMKM
Minggu 19-04-2026,13:43 WIB
Kesiapan Bengkulu Hadapi Ancaman Megathrust Terus Diperkuat Lewat Simulasi
Minggu 19-04-2026,14:13 WIB
Dinilai Konsisten Perjuangkan Kebijakan Kesehatan, Destita Khairilisani Raih The Change Maker Awards 2026
Minggu 19-04-2026,13:33 WIB
Gubernur Helmi Hasan Apresiasi Partai Kebangkitan Bangsa Lewat Dukungan Pembangunan
Minggu 19-04-2026,14:56 WIB
Pengelolaan Dana Haji Kian Transparan, DPR RI dan BPKH Paparkan Sistem Pengawasan Berlapis di Bengkulu
Terkini
Minggu 19-04-2026,19:43 WIB
Kue Bay Tat Resmi Jadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia 2025
Minggu 19-04-2026,19:33 WIB
Meski Tertunda, Pemprov Terus Genjot Kelanjutan Tol Bengkulu –Lubuklinggau
Minggu 19-04-2026,19:07 WIB
Luar Biasa! SPPG Padang Lebar Jadi Role Model Dapur Gizi Modern dan Ramah Lingkungan
Minggu 19-04-2026,19:01 WIB
Dari Lokal ke Digital, UMKM Bengkulu Selatan Siap Bersaing
Minggu 19-04-2026,15:01 WIB