BINTUHAN, BE- PT Selomoro Banyu Arto (SBA) merupakan perusahaan pertambangan pasir besi. Sesuai laporan Dinas Kehutanan dan Pertambangan ESDM Kaur, perusahaan tersebut menyetor ke pusat melalui rekening Menteri Keuangan RI, sebesar Rp 10 miliar lebih untuk royalti. \"Jadi sesuai laporan PT SBA telah mengekpor pasir besi sebesar 32.000 ton pasir besi. Untuk nilai ekspor disebut dalam satuan ton di kalikan dengan harga pasar dunia yakni $ 30/ton atau Rp 300 ribu/ton. Sehingga total dana yang harus disetorkan sebesar Rp 9 miliar lebih atau hampir Rp 10 miliar,\" kata Kadishutbang ESDM Kaur Ir Ahyan Endu melalui Kabid Pertambangan Refuan Ssos, kemarin. Penetapan royalti tersebut sesuai UU Nomor 40 tahun 2009 tentang mineral batu bara (Minerba) dan PP 23 tahun 2010 tentang pelaksanaan kegiatan usaha pertambangan minerba. Sehingga sudah menjadi kewajiban pihak perusahaan untuk memberikan royalti kepada pusat yang nantinya akan masuk dalam kas negara. \"Untuk royalti tersebut nantinya akan diatur oleh pusat, berapa untuk pusat dan berapa untuk daerah. Itu semua akan diatur dalam bagi hasil namun kita belum mengetahui untuk daerah Kaur yang jelas itu keewenangan pusat,\" jelasnya. Sementara itu, total pasir besi yang ada di Pelabuhan Linau, yang belum diekspor mencapai 100 ribu ton. Mengingat saat ini tidak bisa diangkut karena larangan, setelah keluarnya PP Nomor 1 Tahun 2014. Keputusan Menteri Nomor 1 Tahun 2014 tentang peningkatan nilai tambah meneral melalui kegiatan dan pengelolaan dan pemurnian di dalam negeri yang di berlakukan per 12 Januari 2014 lalu. Dari keputusan tersebut akan diberlakukan selama 3 tahun, dari waktu tersebut maka perusahaan boleh membangun fasilitas tambang. \"Jadi pasir besi yang menumpuk bisa diolah setengah jadi, asalkan perusahaan yang di Kaur membangun fasilitas tambang. Namun semuanya tergantung perusahaan tesrebut mampu atau tidak,\" jelasnya. Perusahaan Pasir Besi yang ada di Kaur yakni PT Selomoro Banyu Arto (SBA), PT Bengkulu Mega Steel (BMS), PT Quantum, Koperasi Wahan Bahari, dan PT Bintang Mandiri Mineral (BMM) yang saat ini mempunyai pasir besi kini menumpuk di dermaga linau. \"Untuk sementara ini mereka tengah diawasi oleh pusat, agar tidak melakukan pengangkutan pasir besi,\" jelasnya.(823)
PT SBA Setor Rp 10 M
Jumat 17-01-2014,23:22 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 29-10-2026,11:45 WIB
Tragedi Kereta Cepat di Spanyol: 68 Orang Tewas, Ratusan Lainnya Terluka
Kamis 29-10-2026,11:23 WIB
Setahun Sekolah Rakyat, 44 Ribu Anak Nikmati Pendidikan Gratis, Gus Ipul Terharu
Kamis 29-10-2026,11:12 WIB
6 Pantangan Weton Jumat Kliwon Menurut Primbon Jawa, Ini 4 Hari yang Dipercaya Naas
Kamis 29-10-2026,10:36 WIB
Mengenal Harm Reduction, Pendekatan Pemulihan Adiksi Tanpa Harus Berhenti Total
Kamis 29-10-2026,11:07 WIB
dr. Zaidul Akbar Ungkap 3 Makanan Pemicu Perut Buncit, Kolesterol Tinggi dan Asam Urat
Terkini
Kamis 29-10-2026,19:05 WIB
Sekolah Rakyat Mukomuko Ditargetkan Terima Siswa Perdana Juli 2027
Kamis 29-10-2026,19:02 WIB
Pemkot Bengkulu Perkuat Sinergi OPD, Targetkan Layanan PAUD HI Terpenuhi pada 2027
Kamis 29-10-2026,18:58 WIB
Tak Tunggu Tahapan Pemilu, KPU Mukomuko Benahi Data Pemilih Sejak Dini
Kamis 29-10-2026,18:54 WIB
Program Bengkulu-ku Terang Benderang, Dishub Catat 1.948 Realisasi Lampu Jalan Sepanjang 2026
Kamis 29-10-2026,18:51 WIB