Bawa Kades Temui Gubernur

Jumat 10-01-2014,16:45 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar

Jalinbar Rusak,  Wabup BU Meradang BENGKULU, BE - Wakil Bupati Bengkulu Utara, Ir Mi\'an meradang dan geram lantaran Jalan Lintas Barat (Jalinbar) yang berada di kabupatennya terkesan dibiarkan rusak. Kontras dengan Jalinbar di Mukomuko yang mulus. Ia pun membawa para Kepala Desa (Kades) di sepanjang Jalan Lintas Barat (Jalinbar) menemui langsung Gubernur Bengkulu H Junaidi Hamsyah MPd untuk mempertanyakannya. Kedatangan Wabup BU dan 7 kades itu pun diterima oleh Gubernur H Junaidi Hamsyah SAg MPd di dampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum Azwar Boerhan, dan dialog pun digelar secara tertutup di ruang kerja gubernur. Usai pertemuan, Mi\'an mengungkapkan kedatangannya dan para Kades dari Bengkulu Utara itu bertujuan meminta gubernur untuk memperbaiki sekitar 30 titik jalan yang mengalami rusak berat tersebut. \"Sebelumnya kami sudah empat kali melayangkan surat ke Gubernur Bengkulu, namun hingga saat ini belum ada respon. Berangkat dari hal tersebut, kami memutuskan untuk menyampaikan persolan ini kepada gubernur secara langsung,\" ungkap Ketua Perhimpunan Anak Transmigrasi Provinsi Bengkulu ini. Mi\'an mengaku, sejak 2009 lalu Jalinbar tersebut belum mendapatkan perbaikan maksimal. Yang dilakukan pemerintah provinsi hanya menambal sulam sehingga kembali terjadi kerusakan di tempat yang sama. \"Jumlahnya ada sekitar 30 titik jalan yang saat ini dalam keadaan rusak berat. Sejauh ini yang disalahkan oleh masyarakat adalah Bupati dan Wakil Bupati Bengkulu Utara. Padahal jalan itu milik pemerintah  pusat atau jalan nasional,\" terang Mi\'an. Di sisi lain, Mi\'an juga mengaku pembangunan jalinbar tersebut seolah-olah selalu dianak-tirikan oleh pemerintah pusat. Pasalnya, jalan yang mengalami kerusakan adalah jalan yang lintas barat yang ada di wilayah Kabupaten Bengkulu Utara, sedangkan Jalinbar yang ada di wilayah Kabupaten Mukomuko jauh lebih mulus. \"Kita sangat miris seolah-olah diberlakukan berbeda dengan nasional di kabupaten lain, kalau bicara di Bengkulu Utara ada angkutan batu bara, sejak 2012 lalu bupati sudah menyetop mobil tronton. Sedangkan yang dibolehkan hanya mobil truk biasa,\" paparnya. Ia juga mengungkapkan, bahwa gubernur juga menyatakan pembangunan jalan itu bukan ada di Pemerintah Provinsi Bengkulu, melainkan kewenangan Balai Kementrian PU. Dan gubernur pun berjanji akan segera mendesak pihak balai untuk memenuhi tuntan para kades tersebut. \"Jika tidak juga diperbaiki dalam tahun ini, tidak menutup kemungkinan akan ada pemblokiran, karena masyarakat sendiri sudah resah dengan kondisi jalan yang tidak layak ditempuh itu,\" ancamnya. Sementara itu, Gubernur Bengkulu H Junaidi Hamsyah SAg MPd saat diwawancarai mengaku akan berjuang semaksimal mungkin agar pihak Balai segera memperbaiki jalan yang rusak tersebut. \"Akan saya perjuangkan,\" singkatnya. Dibagian lain, Kepala Dinas PU Provinsi Bengkulu, Azwar Boerhan mengatakan, informasi yang diterimanya pihaknya bahwa Dirjen Kementrian PU pusat pun telah menganggarkan dana untuk pembangunan jalan lintas barat tersebut dan akan dikerjakan dalam tahun 2014 ini. \"Saya lupa jumlah dana yang sudah dianggarkan, yang jelas pembangunan jalinbar itu hanya menunggu waktunya saja,\" ujarnya. Menurutnya, jalinbar yang akan diperbaiki tersebut mulai dari perbatasan Bengkulu Tengah dengan Bengkulu Utara hingga ke perbatasan Bengkulu Utara ke Mukomuko, tepatnya di Desa Air Rami Kecamatan Air Rami, Mukomuko. \"Mohon untuk bersabar dulu, karena pihak balai sendiri telah memasukkan perbaikan jalinbar yang menghubungkan Bengkulu - Sumbar itu dalam APBN tahun 2014 ini,\" tandasnya.(400)  

Tags :
Kategori :

Terkait