JAKARTA, BE - Impian Indonesia memiliki kereta super cepat layaknya Shinkansen di Jepang mulai mendekati kenyataan. Tahun depan proyek ruas pertama kereta peluru itu akan mulai dikerjakan. Menteri Akuisisi Lahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata Jepang Akihiro Ohta mengatakan, pemerintah Jepang dan Indonesia sepakat mengembangkan proyek infrastruktur dalam kerangka Prioritas Wilayah Metropolitan atau Metropolitan Priority Area (MPA). Salah satu diantaranya adalah pembangunan jalur kereta ekspres Jakarta \" Bandung. Ini merupakan bagian dari rencana jangka panjang pembangunan kereta super cepat Jakarta - Surabaya. \"Itu akan mulai dikerjakan awal tahun depan,\" ujarnya usai bertemu Menko Perekonomian Hatta Rajasa di Kantor Kemenko Perekonomian. Sebagaimana diketahui, rencana pengembangan jalur transportasi darat berupa kereta api super cepat Jakarta - Surabaya sudah dibahas dalam beberapa tahun terakhir. Jepang yang memiliki reputasi hebat dalam mengembangkan kereta super cepat Shinkansen siap menjadi mitra Indonesia. Rencananya, dengan kereta super cepat ini, perjalanan Jakarta-Surabaya yang saat ini ditempuh dalam waktu 12 jam via kereta api ekspres, nanti hanya akan ditempuh dalam waktu 3 jam saja. Selama ini pemerintah masih mengkaji beberapa opsi rute kereta super cepat. Ada dua opsi utama. Pertama, Jakarta - Cirebon - Surabaya. Pilihan kedua adalah Jakarta - Bandung - Cirebon - Surabaya. Dalam pertemuan ke-4 forum Metropolitan Priority Area (MPA) di Tokyo awal Desember ini, diputuskan bahwa kereta super cepat akan melewati Bandung. Menko Perekonomian Hatta Rajasa menambahkan, pemerintah Indonesia dan Jepang kini tengah mengkaji skema pembiayaan proyek. Ada tiga skema yang disiapkan, yakni kerja sama pemerintah dan swasta (public private partnership/PPP), dana APBN, dan pinjaman luar negeri dari Jepang. \"Kita pilih mana yang terbaik,\" katanya. Misalnya, lanjut dia, untuk proyek Pelabuhan Cilamaya, pemerintah lebih condong menggunakan skema PPP. Adapun proyek mass rapid transit (MRT) di Jakarta akan menggunakan skema pinjaman luar negeri. \"Ini kan loan (pinjaman) dengan bunga rendah, hanya 0,1 persen per tahun,\" ucapnya. Proyek lain yang juga dibicarakan adalah fasilitas pengolahan air limbah di Jakarta dan fasilitas penyediaan air bersih di beberapa kota lain di Indonesia. Di luar itu, kata Hatta, pihak Jepang juga sempat menyampaikan ketertarikan untuk pengembangan proyek bandara. \"Selain pendanaan, Jepang juga siap membantu teknologinya,\" ujarnya. (jpnn)
Proyek Kereta Cepat Mulai 2014
Senin 30-12-2013,12:30 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Senin 12-10-2026,16:16 WIB
DAK Fisik Mukomuko 2027 Hanya Rp24 Miliar, Jauh di Bawah Nonfisik
Senin 12-10-2026,12:10 WIB
8 Ciri Rumah yang Dipercaya Membawa Rezeki dan Membantu Bebas Utang
Senin 12-10-2026,16:21 WIB
Novi Gugat Ahmad Zairi dan Ustaz Syamlan soal Sengketa Tanah di Tanjung Terdana
Senin 12-10-2026,13:39 WIB
Wali Kota Bengkulu Minta OPD Tak Ragu Serap Anggaran, Tetap Sesuai Aturan dan Konsultasi ke Kejari
Senin 12-10-2026,16:12 WIB
Frenky Janes Soroti Pelayanan RSUD Mukomuko, Anggaran Besar Harus Berdampak
Terkini
Selasa 13-10-2026,09:42 WIB
Dua Rudal Balistik Korea Utara Meluncur ke Laut Jepang, Korsel Waspada
Selasa 13-10-2026,09:38 WIB
Serangan Houthi Guncang Riyadh, 12 Orang Tewas dan Ratusan Terluka
Selasa 13-10-2026,09:34 WIB
5 Aplikasi Nonton Drama AI Gratis, Bisa Streaming Full Episode!
Selasa 13-10-2026,09:29 WIB
15 Atlet Indonesia Siap Berjuang di Denmark Open 2026
Selasa 13-10-2026,09:26 WIB