BINTUHAN, BE– Program cetak sawah baru, seluas 400 hektar menelan APBN Rp 4 miliar mendapat kendala. Khususnya di kawasan Rumbai Abu Padang Guci Hulu. Pencapaian pembangunan tahap pertama belum sesuai target. Akibatnya akan berpengaruh dengan rencana pembangunan tahap dua. Sementara itu pada tahap pertama pembangunan yang mendapat kucuran dana sebesar Rp 1 miliar atau 25% yang disalurkan kepada 8 kelompok. \"Jadi untuk pencairan tahap dua belum bisa dilakukan, karena pengerjaan tahap 1 masih kurang target yang seharusnya 32 persen, \" kata Kepala Dinas Pertanian Ir Defrial MAP melalui Kabid Sarana Dan Prasarana Endi SP, kemarin. Pembangunan tahap pertama itu yang belum selesai, kata Endi, meliputi land clearing (LC) dan pembuatan jalan masuk menuju sawah dan di lokasi sawah. Namun belum tuntas, pembangunan itu sempat terhenti. Bahkan sekitar satu minggu lalu. Alat berat yang mengerjakan proyek keluar dari lokasi. Informasinya, keluarnya alat berat itu terkait dengan pembayaran yang terlambat. Namun alasan keterlambatan ini belum diketahui pasti. Dugaan sementara, ada oknum yang bermain dalam proyek cetak sawah baru ini. Terkait permasalahan ini, Dinas Pertanian (Distan) Kaur telah mengambil sikap dan meminta kepada pihak terkait supaya menjalan kegiatan sesuai dengan kontrak berpedoman pada juklak dan juknis. Kemudian tim pengawas proyek, pihak Distan akan mengevaluasi pencapaian proyek setiap kelompok yang akan berpengaruh terhadap proses pencairan dana proyek tahap kedua. \"Dalam waktu dekat ini kita akan sesuaikan dengan kelompok berbeda-beda. Jika terealisasi 70 persen berdasarkan target, maka akan dicairkan 70 persen untuk tahap kedua. Kita tidak ingin mencairkan dana tahap berikutnya sementara tahap sebelumnya masih ada belum tuntas,\" jelasnya. Sebenarnya proyek ini telah mendapat masa perpanjangan pengerjaan. Sehingga tidak harus berdasarkan tahun anggaran. Sehingga meskipun timbul masalah saat ini. Pihaknya tetap optimis akan selesai sesuai tepat waktu. Namun pengerjaan cetak sawah seluas 400 hektar seharusanya selesai tahun ini. Namun nampaknya harus dilanjutkan tahun depan. \"Kita sudah berusaha tahun ini, namun semua butuh proses yang panjang. Oleh karena itu, tahun depan mudah-mudahan selesai,\" jelasnya.(823)
Cetak Sawah Tak Tuntas
Kamis 26-12-2013,19:52 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 22-04-2026,17:25 WIB
Wali Kota Bengkulu Serahkan Bantuan Kursi Roda, Pastikan Warga Kurang Mampu Dapat Perhatian
Rabu 22-04-2026,13:40 WIB
Terkuak di Persidangan, Dugaan 'Fee Bupati' Rp 110 Juta Mengalir ke Istri Eks Kepala Daerah Kaur
Rabu 22-04-2026,14:12 WIB
Satlantas Bengkulu Selatan Gencar Edukasi, Pelajar Jadi Pelopor Keselamatan
Rabu 22-04-2026,14:20 WIB
Petir Sambar Penyadap Karet di Seluma, Satu Tewas Dua Luka
Rabu 22-04-2026,14:16 WIB
Semangat Betunggal Membara, Warga Pino Raya Padati Jalan Santai
Terkini
Rabu 22-04-2026,17:35 WIB
Polemik Internal Golkar Bengkulu Memanas, Dua Kubu Berebut Sekretariat
Rabu 22-04-2026,17:25 WIB
Wali Kota Bengkulu Serahkan Bantuan Kursi Roda, Pastikan Warga Kurang Mampu Dapat Perhatian
Rabu 22-04-2026,17:24 WIB
Pemkot Bengkulu Tata Kawasan Pantai Pasir Putih, Pondok Pedagang Dibongkar Diganti Gazebo Gratis
Rabu 22-04-2026,17:09 WIB
Siswa SMAN 7 Kota Bengkulu Intip Dapur Bulog, Belajar Langsung Jaga Ketahanan Pangan
Rabu 22-04-2026,17:07 WIB