JAKARTA, BE - Sepuluh tahun terakhir, kesenjangan di Indonesia tidak saja terjadi pada sektor distribusi pendapatan. Kesenjangan, menurut Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Irman Gusman, juga berlangsung antar-daerah dan wilayah di Indonesia. \"Dari total produk domestik bruto (PDB) Indonesia, sebanyak 57,6 persen dihasilkan di Pulau Jawa dan Bali, 23,7 persen disumbangkan Pulau Sumatera, 9,8 persen dari Kalimantan. Sedangkan kawasan Timur lainnya (Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua hanya menghasilkan 9 persen,\" kata Irman Gusman di lobi gedung DPD, komplek Parlemen, Senayan Jakarta. Fakta ini menurut Irman Gusman, menunjukkan sekitar 80 persen kegiatan perekonomian berlangsung di Pulau Jawa dan Sumatera. \"Hanya 20 persen saja kegiatan ekonomi di Kawasan Timur Indonesia (KTI),\" tegasnya. Dijelaskannya, akibat dari berbagai kesenjangan tersebut, KTI tertinggal hampir dalam segala aspek pembangunan. \"Dari 183 kabupaten tertinggal, 60 persen berada di KTI. Demikian juga dalam hal presentase penduduk miskin di KTI yang jumlahnya dua kali lebih tinggi dari rata-rata nasional seperti di Papua 30,66 persen, Papua Barat 27,04 persen, Maluku 20,76 dan NTT 20,41 persen,\" ujar Irman, mengutip data BPS. Hal yang memprihatinkan tersebut juga terjadi pada rangking indeks pembangunan manusia (IPM) provinsi di KTI karena berada diperingkat paling bawah. \"Papua (34), NTT (32) dan Papua Barat (30),\" ungkapnya. Selain itu, DPD juga mengkritisi kesenjangan dalam infrastruktur ekonomi sehingga terjadinya disparitas ekonomi, terutama dalam harga barang-barang kebutuhan pokok sementara pendapatan mereka lebih rendah. \"Sebagai contoh, harga semen di Papua 20 kali lebih mahal dibanding di Jakarta,\" jelas Irman Gusman. Aspek lain pembangunan daerah yang menjadi perhatian DPD lanjut Irman Irman Gusman, terkait pengelolaan daerah perbatasan sebagai wilayah terdepan Indonesia. \"Secara umum, kondisi wilayah perbatasan kita jauh tertinggal dibanding daerah pada umumnya. Dari 38 kabupaten di wilayah perbatasan, 27 diantaranya berstataus daerah tertinggal,\" imbuh Ketua DPD. (fas/jpnn)
Kegiatan Ekonomi KTI Hanya 20 Persen
Kamis 26-12-2013,10:07 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Senin 18-05-2026,15:23 WIB
SMAN 2 Kota Bengkulu Raih Juara Umum Nasional, Borong Seluruh Kategori Marching Band Competitions XI 2026
Senin 18-05-2026,16:35 WIB
SPJ Fiktif Dana Desa Bungin Terbongkar, Eks Pjs Kades Dituntut Penjara dan Bayar Rp 294 Juta
Senin 18-05-2026,16:14 WIB
Dukung Pendidikan Vokasi, Astra Motor Bengkulu Bina 12 SMK Unggulan di Seluruh Kabupaten/Kota
Senin 18-05-2026,16:43 WIB
Tepati Janji, Plt Bupati dan Ketua DPRD Rejang Lebong Serahkan Laptop Baru untuk Mahasiswi Korban Kebakaran
Senin 18-05-2026,18:36 WIB
Spesial HUT Astra Motor: Beli Motor Honda Bisa Bawa Pulang Emas
Terkini
Selasa 19-05-2026,13:14 WIB
Siasati Lahan Tidur, Pemkab Mukomuko Godok Skema Pola Tanam Lima Kali Padi dalam Dua Tahun
Selasa 19-05-2026,13:03 WIB
Kawal Idul Adha 2026, Dinas Pertanian Mukomuko Siagakan Petugas Medis Ternak hingga Hari Penyembelihan
Selasa 19-05-2026,11:05 WIB
Gasak Motor Buruh di Kandang Mas, Tiga Komplotan Curanmor Diringkus di Lokasi Berbeda
Selasa 19-05-2026,11:01 WIB
Bos PT Minyakku Diperiksa Polda Bengkulu, Dicecar 16 Pertanyaan soal Legalitas Produksi Minyak Goreng
Selasa 19-05-2026,10:59 WIB