MUKOMUKO, BE – Ditahannya dua terdakwa yang berstatus PNS dijajaran Pemda Mukomuko, disikapi serius Pemda Mukomuko. Ketika dikonfirmasi, Bupati Mukomuko, Drs H Ichwan Yunus CPA MM menyampaikan Kepala KPHP Model berinisial Aj dan NI tenaga penyuluh, pemda bakal mengajukan upaya penagguhan penahanan. “ Akan saya bicarakan ke Sekda dalam upaya dua orang PNS itu ditangguhkan,”ujarnya. Menurut Ichwan, PPTK dan KPA tugasnya hanya sebatas mengenai administrasi. Dan, yang lebih bertanggung jawab adalah mantan Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan waktu itu. Kendati demikian, lanjut Ichwan, ia sangat menghormati proses hukum yang saat ini tengah berjalan. “ Untuk proses hukum wajib kita patuhi. Saat ini kita tetap berpegang pada praduga tak bersalah. Yang jelas dalam kasus dugaan korupsi itu yang seharusnya lebih bertanggung jawab adalah mantan Kepala Dinas, ” tegasnya. Ditambahkan Ichwan, khusus untuk jabatan Kepala KPHP Model, untuk sementara akan diisi oleh KTU di kantor tersebut. “ Untuk mengisi kekosongan sementara , Kepala KPHP, KTU nya yang akan mengisi sambil menunggu pejabat tersebut menjalankan proses hukum,” demikian Ichwan. Sebelumnya, Penasehat Hukum (PH) kedua terdakwa, H Badrun Hasani SH MH mempertanyakan atas penyidikan kasus tersebut. Pasalnya ada oknum – oknum yang lebih bertanggung jawab namun orang tersebut tidak terlibat. Diantaranya Pengguna Anggaran (PA) dan tim PHO. Begitu pun dengan kontraktor yang telah ditetapkan tersangka tidak dihadirkan yang katanya masuk DPO. Secara logika, kata Badrun, yang lebih bertanggung jawab adalah kontraktor inisial Ar dan mantan kepala dinas pertanian dan perikanan sekaligus PA inisial Ir Z. “ Klien saya ini adalah tumbal. Kita akan beberkan semua di pengadilan nantinya oknum – oknum yang seharusnya lebih bertanggung jawab dan juga harus dilibatkan. Dimana fakta hingga saat ini khususnya PA dan tim PHO tidak sama sekali dilibatkan ditambah lagi saat itu PA menandatangani surat perintah bayar (SPM), yang seharusnya dia (Z,red) tidak ada kewenanagan dan sudah menjadi kewenangan KPA. Ini diantaranya yang sangat janggal dan oknum yang lebih bertanggung jawab itu tidak dilibatkan,” pungkas Badrun. Sebagaimana diketahui proyek pembangunan pabrik es tahun 2007 lalu itu berlokasi di Desa Bantal, Kecamatan Teramang Jaya. Dikerjakan PT Teisa Mandiri dengan nilai kontrak Rp 1,3 miliar. Dari hasil audit BPKP ditemukan kerugian negara yang mencapai Rp 547 juta. (900)
Bupati : Mantan Kadis Harus Bertanggungjawab
Minggu 22-12-2013,13:00 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Senin 13-04-2026,09:41 WIB
Walikota Bengkulu Lantik 10 Kepala OPD Hasil Lelang Jabatan, Berikut Daftarnya
Minggu 12-04-2026,20:41 WIB
Ditengah Tekanan Geopolitik Global, Ekonomi Bengkulu Diprediksi Terus Tumbuh
Minggu 12-04-2026,20:34 WIB
Tim Satgas Damai Cartenz Polres Pegunungan Bintang dan TNI Temukan Ladang Ganja dalam Patroli Taktis
Minggu 12-04-2026,15:38 WIB
Meriah! 480 Peserta Ramaikan Lomba Burung Walikota Cup di HUT ke-307 Kota Bengkulu
Minggu 12-04-2026,15:41 WIB
Pasar di Kota Bengkulu Kembali Semrawut, Wali Kota Siapkan Langkah Tegas
Terkini
Senin 13-04-2026,11:53 WIB
Kemkomdigi Gandeng Startup AI untuk Tangani Judi Online dan Kualitas Informasi
Senin 13-04-2026,09:49 WIB
Isu Pemecatan PPPK Mukomuko Hoaks! Sekda: Nasib Pegawai Aman
Senin 13-04-2026,09:41 WIB
Walikota Bengkulu Lantik 10 Kepala OPD Hasil Lelang Jabatan, Berikut Daftarnya
Senin 13-04-2026,09:32 WIB
Erna Sari Dewi Pindah ke Komisi V, DPRD Harap Bantu Infrastruktur Bengkulu Selatan
Minggu 12-04-2026,23:31 WIB