BENGKULU, BE - Hari ini, Tim Terpadu Pengawasan Pemanfaatan Ruang dalam Wilayah Kota Bengkulu Tahun Anggaran 2013 akan berkoordinasi guna melakukan persiapan akhir. Koordinasi menjelang pembongkaran beberapa bangunan warga yang melanggar garis sempadan jalan (GSJ) dan garis sempadan bangunan (GSB) di Jalan RE Martadinata Kecamatan Kampung Melayu, Kota Bengkulu ini digelar di Kantor Dinas Tata Kota dan Pengawas Bangunan, sekitar pukul 09.00 WIB. \"Besok (hari ini, red) kami tim akan berkoordinasi di Kantor Dinas Tata Kota dan Pengawasan. Kami akan melihat kesiapan tim untuk melakukan pembongkaran. Lusa (besok, red) pembongkaran akan kita laksanakan,\" kata Ketua Tim Terpadu Pengawasan Pemanfaatan Ruang dalam Wilayah Kota Bengkulu Tahun Anggaran 2013, Ir Yalinus, kemarin. Kepala Dinas Tata Kota dan Pengawas Bangunan tersebut menjelaskan, sebelum memutuskan untuk melakukan pembongkaran, pihaknya telah melakukan pendekatan persuasif cukup lama kepada warga sekitar. Pembongkaran ini sendiri, lanjutnya, harus segera dilaksanakan sebelum masa tahun anggaran 2013 berakhir. \"Pelebaran jalan itu keputusannya sudah final. Tidak bisa diutak-atik lagi. Besok (hari ini, red) kita masih memberikan kesempatan kepada warga untuk membongkar sendiri. Silakan menunjukkan itikad baiknya,\" sampainya. Sementara Camat Kampung Melayu, Dra Zulyati, membenarkan hal tersebut. Disampaikannya, eksekusi terhadap bangunan warga tersebut telah sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku. Katanya, tanah yang akan dieksekusi tersebut merupakan tanah Pemerintah Kota, bukan tanah warga. \"Lagian pelebaran jalan itu kan maknanya positif. Yakni untuk menghindari kecelakaan. Jadi kita berharap warga masyarakat dapat mengerti. Kami berharap konflik-konflik yang mungkin terjadi dapat dinetralisir,\" imbuhnya. Senada disampaikan Kabag Pemerintah Setda Kota, M Dani, penertiban bangunan yang melanggar GSJ dan GSB tersebut tetap akan dilakukan dan tanpa disertai ganti rugi. Program ini, bebernya, merupakan program pusat dimana anggarannya bersumber dari APBN dan hanya dialokasikan untuk kegiatan operasional tanpa ganti rugi. \"Sumber dananya berasal dari APBN dan didalamnya tidak ada ganti rugi. Namun ke depan, terhadap bangunan-bangunan lainnya, kami upayakan agar biaya ganti rugi masuk didalamnya. Kami akan menyampaikan usul ini kepada pemerintah pusat dengan berlandaskan pada asas kemanusiaan,\" paparnya. (009)
Besok, Bangunan Dibongkar
Senin 16-12-2013,13:37 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 11-06-2026,21:05 WIB
Implementasi Kerja Sama, Ketua Prodi Jurnalistik FISIP UNIB Jadi Narasumber Seminar Internasional
Jumat 12-06-2026,10:45 WIB
Pendaftaran AHM Best Student 2026 Dibuka, Astra Motor Bengkulu Ajak Gen Z Ciptakan Inovasi untuk Negeri
Jumat 12-06-2026,12:41 WIB
Sering Bingung Saat Menyusun Skripsi? Ruang Tuntas Siapkan Pendampingan dan Mentor Berpengalaman
Jumat 12-06-2026,10:58 WIB
Beli Motor Honda Kini Lebih Mudah Lewat Aplikasi Motorku X
Jumat 12-06-2026,13:13 WIB
Pemkot Bengkulu Ajak Masyarakat Semarakkan Festival Tabut 2026, Siap Hadirkan Beragam Atraksi Budaya
Terkini
Jumat 12-06-2026,17:55 WIB
Kasus Dugaan Penggelapan Dana CV Mandiri Sejahtera, SOP dan Laporan Keuangan Perusahaan Dipertanyakan
Jumat 12-06-2026,17:52 WIB
Wakapolda Bengkulu Cek Kesiapan Pasukan dan Peralatan Dalmas, Tegaskan Pengamanan Aksi Harus Humanis
Jumat 12-06-2026,17:43 WIB
Korban Dugaan Investasi Bodong Capai Ratusan Orang, Terlapor Belum Diamankan
Jumat 12-06-2026,17:41 WIB
Dugaan Investasi Bodong Yeyen, BM PT PTP Nyaris Jadi Korban, Pegawai Rugi Rp 765 Juta
Jumat 12-06-2026,17:38 WIB