BENGKULU, BE - Ada yang aneh dengan para petinggi Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu menjelang akhir tahun 2013 ini. Saat jurnalis ingin mengkonfirmasi mengenai beberapa kasus korupsi yang ditangani dalam kurun waktu satu tahun terakhir, serta kepastian akan dimulainya pengusutan dugaan kesalahan dalam pembangunan jalan lintas barat (Jalinbar) yang berada di Desa Serangai Batiknau Kabupaten Bengkulu Utara, para petinggi Kejati diantaranya Asintel Marihot Silalahi SH, Aspidsus Ahmad Darmansyah SH serta Kasi Penkum tidak ada yang dapat dimintai keterangan. Saat junalis berusaha untuk menemui Marihot Silalahi di ruang kerjanya, gedung Pidsus Kejati (11/12) hingga ditunggu 2 jam, pria asal Medan Sumatera Utara tersebut tidak menampakan batang hidungnya. Walaupun tamunya sudah meninggalkan ruang, Asintel yang sejak awal ditunjuk sebagai humas memang terkesan tidak bersahabat dengan awak media, karena sering menghindar ketika dimintai konfirmasi serta tidak mau mengangkat telepon bila tengah berada di luar kantor. \"Bapak masih rapat dengan para kasi, kalau mau menunggu silakan saja,\" jelas staf administrasi Asintel. Staf perempuan tersebut, sempat masuk ke ruang Asintel untuk menyampaikan kedatangan jurnalis. Namun setelah keluar bukannya dipersilakan masuk tetapi disuruh menunggu tanpa kejelasan. \"Maaf ruangan mau tutup, bapak masih rapat. Kalian mau ketemu Asintel kan, silakan di luar saja. Saya bukan ngusir ya,\" ungkap seorang jaksa laki-laki yang tiba-tiba menghampiri jurnalis yang menunggu di ruang staf Asintel.. Junalis tetap rusaha untuk mengkonfirmasi Marihot Silalahi, dengan menggunakan telepon seseler, namun setelah ditelepon beberapa kali akhirnya panggilan tersebut diangkat. Namun lagi-lagi Marihot tidak menerima untuk dikonfirmasi mengenai kasus-kasus korupsi yang disebutkan Kajati sebanyak 15 kasus yang ditangani Kejati dalam waktu Januari hingga Desember ini. \"Saya lagi rapatnya,\" ucap Marihot dalam telepon dan kemudian langsung mematikan handphone hingga tidak dapat dihubungi lagi. Disaat jurnalis akan meninggalkan kantor Kejati,ada Asisten Pidana Khusus (Aspidsus), Ahmad Darmansyah SH. Saat akan dikonfirmasi mengenai perkara-perkara dugaan korupsi yang ditangani, hal yang sama juga ditunjukkan pejabat tinggi Kejati tersebut. Dengan nada sinis, Ahmad Darmansayah mengatakan untuk persoalan konfirmasi bukan tugas dan tanggung jawabnya. \"Asintel saja, itu bukan urusan saya. Karena bukan bidang saya,\" elak Ahmad Darmansyah. Tidak diketahui dengan jelas mengapa Kejati tertutup dengan para pemburu berita terutama saat junalis menanyakan perkara korupsi. Pasca Humas Kejati diambil alih Asintel semuanya sepertinya terbatas hingga penyidikkan korupsi sepertinya ditutup-tutupi oleh lembaga anti korupsi tersebut.(320)
Ditanya Kasus, Petinggi Kejati Bungkam
Kamis 12-12-2013,09:52 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Senin 21-09-2026,09:46 WIB
Bocoran iPhone 18 Pro dan Pro Max, Modem 5G Disebut Jadi Pembeda
Senin 21-09-2026,09:54 WIB
MotoGP Austria 2026: Pedro Acosta Menang, Jorge Martin Geser Marc Marquez dari Puncak
Senin 21-09-2026,09:41 WIB
Tips Memilih Cleansing Balm yang Tepat, Makeup Bersih Tanpa Ganggu Skin Barrier
Senin 21-09-2026,18:29 WIB
Penataan Parkir di Pasar Panorama Bengkulu Berujung Kesepakatan, Titik 28 dan 29 Tak Lagi Tumpang Tindih
Senin 21-09-2026,09:35 WIB
Disebut Kebal Santet, 5 Weton Ini Konon Memiliki ‘Benteng Gaib’ Sejak Lahir
Terkini
Senin 21-09-2026,20:25 WIB
Astra Motor Racing Team Borong 9 Podium, Resky YH Kunci Juara Nasional Indonesia Junior Talent Cup U-15
Senin 21-09-2026,18:29 WIB
Penataan Parkir di Pasar Panorama Bengkulu Berujung Kesepakatan, Titik 28 dan 29 Tak Lagi Tumpang Tindih
Senin 21-09-2026,18:28 WIB
Polda Bengkulu Tangkap Dua Bidan, Diduga Jalankan Bisnis Suntik Putih Ilegal Selama Tiga Tahun
Senin 21-09-2026,18:26 WIB
Dosen dan Mahasiswa FT UNIB Inovasi Sistem Informasi Bank Sampah di Kelurahan Lempuing
Senin 21-09-2026,16:08 WIB