BINTUHAN, BE- Rekontruksi pembunuh ibu kandung yang terjadi (25/11) lalu, di Desa Darat Sawah Kecamatan kelam Tengah dilakukan oleh jajaran Satreskrim Mapolres Kaur. Sebanyak 18 adegan dalam rekontruksi menyimpulkan bahwa pelaku Anca (23) dalam keadaan sadar membunuh ibu kandungnya Suyati (50) dengan menggunakan trisula hingga 3 kali. Dari 18 adegan tersebut pelaku menceritakan keluh kesahnya kepada ibunya yang tidak dizinkan merantau. Saat kejadian pembunuhan tersebut berlangsung, saat itu tersangka berpamitan kepada ibu kandungnya untuk merantau, namun ibunya tidak mengizinkan. Sehingga pelaku marah-marah dan berteriak-teriak, kemudian itu pada adegan kesembilan dan kesepuluh. Ibu korban tetap tidak mengizinkan anaknya merantau, sebab tersangka merupakan anak yang paling bungsu dari empat dari 4 saudara adik kembarannya meninggal beberapa tahun yang lalu. Kemudian siapa yang akan membantu ibunya di rumah tersebut jika pelaku merantau. Namun pada saat itu pelaku langsung mengambil trisula dan memukul ibunya pada kepala sebelah kiri selama tiga kali tanpa ampun. Sehingga ibunya terjatuh dan berteriak meminta pertolongan warga. Korban masih sadar walupun darah terus mengalir, namun saat ditemukan warga sekitar tubuh korban langsung kaku dan meninggal ditempat. Kemudian, itu usai membunuh ibunya tersangka keluar dari rumah dengan membawa trisula, dengan menjinjing trisaula itu yang bersangkutan marah-marah dan bertemu dengan warga sekitar. Kemudian pelaku berhasil ditangkap oleh masyarakat dan polisi. Hingga adegan ke 18 ini pelaku tetap sadar telah membunuh ibu kandugnya sendiri. Kapolres Kaur AKBP Dirmanto SH SIk melalui Kasat Reskrim AKP Komaruddin SH MH mengatakan akan tetap membawa tersangka ke dokter kejiwaan untuk memastikan kondisi kesehatan tersangka. Pasalnya secara fisik yang bersangkutan terlihat kurang waras, akan tetapi untuk membuktikan hal tersebut tetap membutuhkan penjelasan dari pihak terkait dalam hal ini tim medis. \"Jika melihat dari rekontruksi bahwa pelaku sadar saat ditanya oleh penyidik, namun terkadang tidak nyambung,\" jelasnya. Sementara itu, paman pelaku H Aripin mengatakan saat melihat rekontrusksi, pihak keluarga menyerahkan sepenuhnya dengan penegak hukum apa yang terbaik dilakukan. Memang tiga bulan terakhir yang bersangkutan sudah adanya gangguan jiwa. Namun tidak ada gejala yang dapat membahayakan warga sekitar. Bahkan selama ini yang bersangkutan tidak pernah mengamuk. Akan tetapi sering mengurung diri dalam kamar akan tetapi kalau ada pekerjaan orang tua selalu dibantu. \"Rajin sholat kemudian setiap pekerjaan ibunya selalu dibantu, orangnya pendiam namun karena kesal membuatnya khilaf melakukan yang seharusnya tidak dilakukanya,\" jelasnya.(823)
Dilarang Merantau, Bunuh Ibu Kandung
Selasa 10-12-2013,20:30 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 26-06-2026,16:43 WIB
Dana Asing Rp23,55 Miliar Masuk Bengkulu Utara, Tiga Desa Jadi Lokasi Perhutanan Sosial
Jumat 26-06-2026,16:03 WIB
Sejumlah Pejabat Polda Bengkulu Dimutasi, Kombespol Sudarno dan dan Ichsan Nur Termasuk
Jumat 26-06-2026,14:24 WIB
Ekonomi Warga dan Kelestarian Hutan Jadi Fokus, Bengkulu Utara Resmi Jalankan Program IAD-ASA
Jumat 26-06-2026,14:13 WIB
Terungkap di Persidangan, Kunci Brankas Perusahaan Ada di Tangan Terdakwa
Jumat 26-06-2026,14:11 WIB
Cik Oboy alias Yeyen Dijemput Paksa di Lampung, Kasus Investasi Bodong Bengkulu
Terkini
Jumat 26-06-2026,19:14 WIB
Oknum PNS Akui Tebang Pohon di Pantai Panjang, Disanksi Tanam 25 Cemara
Jumat 26-06-2026,16:43 WIB
Dana Asing Rp23,55 Miliar Masuk Bengkulu Utara, Tiga Desa Jadi Lokasi Perhutanan Sosial
Jumat 26-06-2026,16:03 WIB
Sejumlah Pejabat Polda Bengkulu Dimutasi, Kombespol Sudarno dan dan Ichsan Nur Termasuk
Jumat 26-06-2026,16:00 WIB
Hari Bhayangkara, Polres Bengkulu Utara Bersihkan Rumah Ibadah dan Bantu Pembangunan Masjid
Jumat 26-06-2026,15:58 WIB