BINTUHAN, BE- Dalam memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia pada 9 Desember 2013, memberikan gambaran penting tentang pengawasan dan pembinaan yang dilakukan Kejari Bintuhan. Dalam kesempatan itu, kejari menilai tingkat korupsi di Kabupaten Kaur belum fatal. Sehingga masih bisa dimaafkan dan bina. Hal ini karena banyak pengelola keuangan atau kegiatan yang tidak mengetahui mekanisme, sehingga terjadi kesalahan. Dalam hal ini pihaknya menimbang bahwa apa yang sudah ditangani beberapa kasus hanya kesalahan kecil dan kerugian negara sangat kecil. Sehingga pihaknya bisa melakukan pembinaan. \"Jika tidak mengetahui mekanisme maka diharapkan jangan malu berkoordinasi dengan pihak hukum, baik Kejaksaan dan Polres. Karena dengan cara acuh tidak acuh maka akan terjadi kesalahan yang fatal,\" kata Kejari Bintuhan M Iwa Swia Pribawa SH , kemarin. Stiker yang dibagikan itu, lanjut Iwa, bukan hanya ditempel saja. Namun harus diresapi dan harus dilaksanakan dengan cara melakukan koordinasi apa yang belum diketahui. Sebagai insitusi penegak hukum, pihaknya siap akan membina dan melakukan pengawasan dengan baik. Sehingga pembangunan Kaur ini akan lebih baik dan bebas Korupsi. \"Ini gunanya kita memperingati anti korupsi sedunia dengan tranparansi, jika ini ditegakan maka semua kegiatan dan pengelolaan keuangan akan semakin bersih,\" jelasnya. Sementara itu, Bupati Kaur Dr Ir H Hermen Malik mengatakan budaya pencegahan korupsi di lingkungan penjabat sangat penting, karena ini jika terjadi maka akan merusak tatanan sosial. Sehingga tidak akan kondusif. Dia menjelaskan, bahwa terjadinya korupsi saat ini ada tiga penyebab yakni karena adanya pemaksaan, lalu budaya korupsi yang masih melekat dan tingkah laku. Tiga ini harus bisa dihilangkan dari tatanan sosial sekarang ini. \"Seperti negara Denmark dan New Zeland merupakan negara yang bebas dari korupsi, mereka menerapkan penanganan dari mulai yang kecil kemudian yang besar. Ini dilakukan dengan pribadi dan etika yang baik. Makanya mereka berhasil mencegah korupsi,\" jelasnya.(823)
“Korupsi Masih Bisa Dimaafkan”
Selasa 10-12-2013,20:10 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 27-03-2026,11:27 WIB
Libur Lebaran, Sampah Jadi Sorotan di Wisata Lubuk Langkap
Jumat 27-03-2026,12:52 WIB
Pasca Lebaran, Harga Sawit di Mukomuko Masih "Perkasa" di Atas Rp3.000/Kg
Jumat 27-03-2026,16:06 WIB
Polemik Parkir Balai Buntar, Pemprov Kukuh Jalankan Meski Tuai Kritik
Jumat 27-03-2026,15:58 WIB
Polres Bengkulu Selatan Panen Raya Jagung, Dukung Swasembada Pangan 2026
Jumat 27-03-2026,17:53 WIB
BKSDA Ungkap Status Baru, Aktivitas Perambahan Ramai di Eks TWA Pantai Panjang
Terkini
Jumat 27-03-2026,17:55 WIB
Revitalisasi Eks Mess Pemda Dikebut, Disiapkan Jadi Kantor Wali Kota
Jumat 27-03-2026,17:53 WIB
BKSDA Ungkap Status Baru, Aktivitas Perambahan Ramai di Eks TWA Pantai Panjang
Jumat 27-03-2026,17:50 WIB
Pantai Panjang Kondusif di Akhir Libur Lebaran 2026, Kolaborasi Lintas Instansi Berbuah Positif
Jumat 27-03-2026,17:48 WIB
Posko Kesehatan Wisata di Kota Bengkulu Berjalan Optimal Selama Libur Lebaran
Jumat 27-03-2026,16:23 WIB