BENGKULU, BE- Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang menyentuh Rp 12 ribu diyakini belum akan memberikan pengaruh terhadap Provinsi Bengkulu. Hal ini disampaikan pengamat ekonomi Bengkulu, Dr Syaiful Anwar AB, kemarin (3/12) Menurut ekonom asal Universitas Bengkulu (Unib), melemahnya nilai tukar rupiah ini akan berdampak pada barang-barang impor. Seperti yang diketahui hingga saat ini Bengkulu masih belum terlalu bergantung terhadap barang-barang impor. \"Barang impor yang masuk ke Bengkulu masih berupa buah-buahan seperti apel maupun anggur,\" jelasnya. Lebih lanjut ia menjelaskan, jika buah-buahan impor tersebut masih mahal masyarakat bisa menggantinya dengan alternatif buah lain yang disediakan petani lokal. Ataupun dengan mengkonsumsi buah dari dalam negeri seperti apel dari Malang. \"Kita masih memiliki banyak alternatif buah-buahan jika buah impor harganya melonjak,\" tambah Syaiful Sekalipun kenaikan nilai dolar menekan rupiah, ada sebagian masyarakat yang justru menginginkannya, seperti para petani kopi. Hal tersebut dikarenakan kopi merupakan komoditas ekspor sehingga tentunya akan memberikan dampak yaitu naiknya harga kopi di pasaran. Selain petani kopi tentunya para pengusaha batu bara juga merasakan dampak positif dari naiknya nilai tukar dolar terhadap rupiah. Sebab batu bara sebagai komoditas utama ekspor Bengkulu akan memberikan nilai lebih untuk para pelaku ekspor. \"Para pengusaha yang bergerak di bidang ekspor yang justru mendapatkan manfaat positif. Tentunya mereka akan mendapatkan lebih banyak keuntungan,\" papar Syaiful. Ia menilai melemahnya nilai tukar rupiah ini pemerintah bisa mengambil peran untuk memperkuat ekonomi lokal. Salah satunya menyediakan bahan kebutuhan dari lokal sehingga masayrakat tidak akan bergantung dengan impor.(251)
Rupiah Jeblok, Bengkulu Tak Terimbas
Rabu 04-12-2013,13:15 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 14-10-2026,09:47 WIB
Tak Perlu Kebun Luas, Ini Cara Menanam Tomat di Polybag dari Benih hingga Panen
Rabu 14-10-2026,09:54 WIB
IIBF 2026: Ajarkan Anak Pahami Krisis Lingkungan Tanpa Rasa Takut
Rabu 14-10-2026,09:39 WIB
Tren Kejar Marathon Meningkat, Fisik dan Finansial Wajib Siap
Rabu 14-10-2026,10:11 WIB
Survei Celios: 75 Persen Masyarakat Stres Hadapi Kebijakan Pemerintah, Ini Kata Gibran
Rabu 14-10-2026,10:47 WIB
BAZNAS Bidik Rp70 Triliun pada 2027, Mustahik Didorong Jadi Muzaki
Terkini
Rabu 14-10-2026,17:34 WIB
Tanggul Air Bengkulu Ditingkatkan, Penanganan Banjir Tanjung Agung dan Tanjung Jaya Belum Tuntas
Rabu 14-10-2026,15:58 WIB
Dinsos Kota Bengkulu Perkuat Ribuan Agen Perlinsos, Bansos Diharapkan Makin Tepat Sasaran
Rabu 14-10-2026,15:46 WIB
Terseret Arus di Kawasan Dahan Langit, Anak 9 Tahun di Kaur Meninggal Dunia
Rabu 14-10-2026,10:47 WIB