TUBEI,BE - Kritikan yang disampaikan Ketua DPRD Lebong Azman May Dolan dan Ketua Gerakan Muda (Gema) Kabupaten Lebong Gunawan SP mengenai proses pelelangan yang dlakukan Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kabupaten Lebong akhirnya mendapat reaksi balik dari Kepala ULP Lebong Fahrul Razi,ST. Pernyataan bahwa petugas ULP perlu dievaluasi dalam proses dan penetapan pemenang lelang proyek jalan. Karena dalam pelaksanaannya belakangan diketahui proyek jalan itu bermasalah. Kepala ULP Kabupaten Lebong Fahrul Razi ST kepada BE mengatakan, pernyataan itu sebuah kritikan positif dan masukan yang baik. Namun soal saran Gunawan kepada Bupati Lebong untuk mengevaluasi kinerja dan pejabat di ULP tidak ditanggapi oleh Fahrul Lazi. \"Kalau soal saran evaluasi pejabat di ULP, saya rasa tidak perlu ditanggapi. Karena itu memang wewenang atasan kami sepenuhnya. Kalausoal kritikan dan masukan yang diberikan, kita ucapkan terimakasih. Ini akan menjadi introveksi bagi kami,\" kata Fahrul Razi. Dikatakan Eji sapaan akrab Fahrul Razi, sejauh ini ULP merasa sudah bekerja professional dan menjalankan tugas sebagaimana mestinya. Termasuk dalam persoalan pemenangan lelang atau tender secara elektronik di Kabupaten Lebong. Terlebih semuanya dilaksanakan dengan menggunakan system elektronik. \"Apapun kritikan yang ditujukan kepada kita, jelas kita jadikan sebagai masukan positif,\'\' katanya. Sejauh ini, kata Eji setiap pelaksanaan pelelangan, dilaksanakan ULP sesuai aturan dan perundang-undangan. Acuannya berdasarkan Perpres Nomor 70 tahun 2012 perubahan kedua atas Perpres Nomor 54 tahun 2010. \'\'Kalau soal teknis dilapangan pelaksanaan pekerjaan, itu sudah diluar tanggungjawab kita,\" kata Eji. Sebelumnya, Ketua DPRD Lebong Azman May Dolan menjelaskan jika dalam penetapan pemenang lelang pada suatu proyek pekerjaan jalan ULP Kabupaten Lebong dinilai lalai dalam mengumumkan pemenang proyek pekerjaan jalan yang ada di Kabupaten Lebong. Pasalnya dalam memilih pemenang lelang pihak ULP dinilai dinilai tidak melihat kemampuan dan progres pihak ketiga tersebut dalam mengerjakan proyek sebelumnya, yang bermasalah. Hingga ditahun 2013 proyek bermasalah terjadi lagi. \"Saya rasa ULP ini harus di evaluasi, sebab ULP saya lihat lalai dalam memilih pemenang proyek. Soalnya pemenang proyek merupakan perusahaan yang tidak mampu dalam menyelesaikan pekerjaan. Padahal dalam memilih pemenang ada syarat-syarat dan aturannya, seperti lokasi AMP, peralatan alat berat dan lainnya. Nah kalau dia (kontraktor,red) tidak punya alat berat kenapa bisa dimenangkan, apa tidak ada kontraktor yang lain?,\" tanya Dolan.(777)
ULP Klaim Sesuai Aturan
Rabu 27-11-2013,14:37 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 20-10-2026,11:29 WIB
15 Contoh Soal TKA Sejarah SMA 2026 Lengkap dengan Jawaban, Yuk Latihan Sebelum Ujian!
Selasa 20-10-2026,16:20 WIB
Warga Tionghoa Dukung Revitalisasi Kampung Cina, Berharap Kembali Ramai Pengunjung
Selasa 20-10-2026,11:34 WIB
Terungkap! Ini Alasan Arab Saudi Eksekusi Pria dan Wanita Bangladesh dalam Kasus di Masjid Mekkah
Selasa 20-10-2026,10:53 WIB
Ingin Lepas dari Rokok? Ini Berbagai Cara Berhenti dan Risiko yang Mengintai
Selasa 20-10-2026,11:02 WIB
Dari Gangguan Lambung hingga Kanker Usus, Kenali Gejala dan Penanganannya
Terkini
Selasa 20-10-2026,16:27 WIB
Tanamkan Tertib Berlalu Lintas Sejak Dini, Ditlantas Polda Bengkulu Gelar Polsanak Dua Kali Sepekan
Selasa 20-10-2026,16:20 WIB
Warga Tionghoa Dukung Revitalisasi Kampung Cina, Berharap Kembali Ramai Pengunjung
Selasa 20-10-2026,16:14 WIB
Bunda PAUD Kota Bengkulu Finalisasi Grand Design Wajib Belajar Satu Tahun Prasekolah
Selasa 20-10-2026,16:11 WIB
Masih Dievaluasi Pemprov, Pemkot Bengkulu Kebut Persiapan KegiatanAPBD Perubahan 2026
Selasa 20-10-2026,15:18 WIB