BINTUHAN, BE- Dalam evaluasi sebulan ini yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kaur, hampir semua bidan desa tidak menjalankan kewajiban sebagai bidan siaga. Sesuai laporan warga di setiap desa mengeluh dan banyak tidak tahu jika ada bidan yang bertugas di setiap desa. Hal inilah yang menjadi catatan Dinkes saat ditemukan ada 17 bidan desa yang diketahui tanpa melakukan binaan terhadap desa, yang menjadi tugasnya. Padahal sebelumnya pihak Dinkes sudah melakukan evaluasi, namun saat dievaluasi para bidan justru tidak berubah. Dengan demikian 17 bidan tersebut bisa terancam dicabut SK gaji dari Kemenkes. \"Evaluasi tersebut sudah kita lakukan dua kali, sehingga ini sudah kedua kalinya mereka (bidan) tidak menjalankan tugasnya. Sehingga hasil evaluasi kita akan mengancam akan memutuskan gaji kemudian menggantikan dengan bidan lainya,\" ujar Kadiskes Kaur dr Hj Marlena, kemarin. Dikatakanya, bidan desa yang malas terbagi tiga kategori yakni bidan biasa sebanyak 10 bidan, Bidan yang ditempatkan terpencil 5 orang. Kemudian bidan yang ditempatkan desa sangat terpencil 2 orang. Sehingga totalnya mencapai 17 orang sudah dilakukan evaluasi oleh Dinkes hasilnya memang sangat mengcewakan. \"Dari catatan sudah menunjukan kemalasan luar biasa, jika tidak ada perubahan bisa dipecat,\" jelasnya. Dijelaskanya, sesuai dengan aturan pemerintah bahwa gaji atau tunjangan yang diberikan pusat kepada 17 bidan. Sesuai kategorinya untuk bidan tunjanganya mencapai Rp 1,5 juta/bulan, bidan terpencil tunjanganya Rp 3,5 juta/bulan dan bidan sangat terpencil Rp 4,5 juta/bulan. Hasil evaluasi kepada mereka akan tetap bekerja sebagai bidan, namun kemungkinan akan diganti lokasi tugasnya. Untuk saat ini pihaknya akan menyurati ke semua bidan, jika dalam tiga kalinya masih melakukan hal yang sama jelas bisa jadi pemecatan. \"Namun sebelumnya pihaknya masih berharap untuk membina bidan yang malas bekerja, agar ada efek jera dan tidak mengorbankan masyarakat yang membutuhkan bantuan jasa persalinan,\" jelasnya. Sementara itu, lokasi penugasan terutama diwilayah kecamatan Maje, Muara Sahung, Padang Guci Hilir, Padang Guci hulu, Kinal, nasal dan Kelam Tengah. \"Memang 17 desa menyebar di dibeberapa wilayah tersebut, namun ini tugas dan kewajiban sebagai pelayanan masyarakat, jika tidak sanggup boleh langsung mengundurkan diri,\" jelasnya.(823)
Pecat 17 Bidan Malas
Selasa 26-11-2013,20:40 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 28-10-2026,17:03 WIB
Pelindo Targetkan Terminal Curah Cair Pulau Baai Rampung 2027, Layanan Logistik Diperkuat
Rabu 28-10-2026,17:10 WIB
Empat Desa di Mukomuko Minim Pesaing, Calon Kades Bisa Lawan Kotak Kosong
Rabu 28-10-2026,16:32 WIB
Peringatan Sumpah Pemuda 2026, Walikota Ajak Generasi Muda Tanamkan Kegigihan dan Empati
Rabu 28-10-2026,16:52 WIB
Disdikbud Mukomuko Dorong PAUD Cetak Anak Kreatif dan Berani Mencari Solusi
Rabu 28-10-2026,16:36 WIB
Sumpah Pemuda ke-98, Bupati Mukomuko Ajak Pemuda Berani Bermimpi dan Kerja Keras
Terkini
Kamis 29-10-2026,14:29 WIB
Syamsu Ihwan Tolak Bimtek DPRD, Pilih Kedepankan Efisiensi Anggaran
Kamis 29-10-2026,11:45 WIB
Tragedi Kereta Cepat di Spanyol: 68 Orang Tewas, Ratusan Lainnya Terluka
Kamis 29-10-2026,11:23 WIB
Setahun Sekolah Rakyat, 44 Ribu Anak Nikmati Pendidikan Gratis, Gus Ipul Terharu
Kamis 29-10-2026,11:17 WIB
Honor Guru Pesantren di Bawah Rp500 Ribu, Ditjen Pesantren Diharapkan Jadi Solusi
Kamis 29-10-2026,11:12 WIB