BENGKULU, BE - Para nelayan di pesisir Pantai Kota Bengkulu mempertanyakan aktivitas kapal-kapal yang bermuatan batubara di perairan Pulau Tikus. Aktivitas kapal tersebut dapat disaksikan dari pinggir pantai, setiap harinya berjajar kapal batubara di kawasan Pulau Tikus. Padahal aktivitas kapal batubara sendiri telah dilarang oleh Pemerintah Provinsi Bengkulu dan diatur dalam Perda. \"Kapal-kapal batubara terlihat berada di sekitar Pulau Tikus. Kami menduga mereka melakukan aksi bongkar muat di sana. Padahal setahu kami, larangan bongkar muat batubara di perairan Pulau Tikus belum dicabut, tapi sekarang kapal-kapal itu terlihat berada di sana,\" kata Refi, nelayan Pasar Bengkulu, kemarin. Selama ini, keberadaan kapal-kapal besar pengangkut batubara di perairan Pulau Tikus ditolak nelayan karena berpotensi merusak terumbu karang. Tumpahan batubara saat bongkar muat dari kapal tongkang ke kapal besar untuk diimpor ke negara tujuan juga merusak ekosistem perairan Pulau Tikus. \"Dampaknya jelas, dulu sangat mudah mencari ikan di perairan Pulau Tikus, sekarang sulit,\" katanya. Tokoh masyarakat pesisir Kota Bengkulu Harmen Kamarsyah juga mempertanyakan kebijakan pemerintah daerah yang membiarkan kapal-kapal batubara beraktivitas di perairan Pulau Tikus. \"Ini membuktikan pemerintah tidak tegas, padahal sudah jelas tidak dibolehkan bongkar muat batubara di perairan Pulau Tikus,\" katanya. Selain hasil tangkapan nelayan yang menurun, kegiatan di perairan Pulau Tikus itu juga menimbulkan pencemaran laut. Bahkan diprediksi kata dia, dalam 10 tahun Pulau Tikus terancam tenggelam, sebab terambu karang penyangga pulau terus mengalami kerusakan. Ketua Komisi III DPRD Provinsi, Suharto SE, MBA juga mengaku telah menerima laporan masyarakat, terkait adanya kapal-kapal yang diduga melakukan aksi bongkar muat di kawasan Pulau Tikus. Dia menegaskan, hingga saat ini larangan bongkar muat di Pulau Tikus belum dicabut oleh gubernur, bahkan diperkuat dengan Perda. \"Sebab itu, ya semua pihak harus mentaati dan mematuhi. Apakah kapal-kapal itu melakukan bongkar muat, ya salahkan dicek di Adpel. Media harus menyampaikan, jika bongkar muat di Pulau Tikus masih dilarang. Jangan didiamkan saja,\" ujar Suharto. Sementara iti, kepala Administrator pelabuhan Pulau Baai Bengkulu belum dapat dikonfirmasi terkait adanya kapal-kapal yang diduga bongkar muat di Pulau Tikus itu. (100)
Ada Bongkar Muat Batubara di Pulau Tikus?
Kamis 21-11-2013,12:15 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Senin 21-09-2026,18:29 WIB
Penataan Parkir di Pasar Panorama Bengkulu Berujung Kesepakatan, Titik 28 dan 29 Tak Lagi Tumpang Tindih
Senin 21-09-2026,13:42 WIB
Cegah Balap Liar, Polda Bengkulu Siapkan Road Race Kapolda Cup di Jalan Ahmad Yani
Senin 21-09-2026,13:55 WIB
Kasus Dugaan Penipuan Dirut Bank Bengkulu, PH Terdakwa: Repal hanya Gunakan Rp 150 juta
Senin 21-09-2026,13:35 WIB
Seni Musik Jadi Fokus MTN, Talenta Bengkulu Disiapkan Tembus Panggung Internasional
Senin 21-09-2026,13:39 WIB
Pilkades Mukomuko, Surat Suara Tunggu Penetapan Calon Tetap
Terkini
Selasa 22-09-2026,10:59 WIB
Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Dean James Antusias Comeback ke Timnas Indonesia
Selasa 22-09-2026,10:56 WIB
Kejagung Dalami Korupsi MBG, 7 Saksi Dipanggil Termasuk Penyedia Peralatan SPPG
Selasa 22-09-2026,10:49 WIB
Banjir Bandang Solok Tutup Akses Logistik Padang-Jambi, 36 Jiwa Dievakuasi
Senin 21-09-2026,20:25 WIB
Astra Motor Racing Team Borong 9 Podium, Resky YH Kunci Juara Nasional Indonesia Junior Talent Cup U-15
Senin 21-09-2026,18:29 WIB