BENGKULU, BE - Badan Koordinasi Keluarga Bencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu berhasil melakukan pemasangan implan kepada 11.006 akseptor Keluarga Bencana (KB) secara gratis. Pemasangan alat cegah kehamilan itu dilakukan sejak bulan Mei hingga bulan November 2013. Dan puncaknya dilaksanakan kemarin (6/11), di lapangan Sport Center Pantai Panjang Bengkulu, yang dikuti oleh 1.000 akseptor. Acara pemasangan implan ini pun dikemas dalam bentuk Bhakti Sosial Keluarga Berencana (KB) dan Kesehatan dengan integrasi program lintas instansi di lingkungan Pemerintah Provinsi Bengkulu. Pemasangan alat KB ini dalam rangka mensosialisasikan alat kontrasepsi jenis implan yang dianggap memiliki kegagalan 0,89 dibanding alat kontrasepsi lainnya yang banyak digunakan akseptor, seperti pil, suntikan dan kondom. Kagiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala BKKBN RI Fasli Djalal, Gubernur Bengkulu H Junaidi Hamsyah, dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Bengkulu. Menurut Kepala BKKBN RI, Fasli Djalal hampir 80 persen akseptor KB di Indonesia saat ini masih menggunakan alat kontrasepsi jangka pendek. Seperti pil, suntikan dan kondom. Padahal alat tersebut memiliki tingkat kegagalan hingga 40 persen. "Karena belum familiar, jadi masih menggunakan pil, kondom atau suntikan. Padahal yang terbaik kontrasepsi jangka panjang adalah IUD dan Implan," katanya. Menurutnya, baik IUD maupun Implan memiliki masa guna lebih panjang, sehingga sang akseptor tidak perlu repot dan khawatir lupa menggunakannya sehingga terjadi kehamilan. "Apabila berhasil mengalihkan ke implan yang memungkinkan kegagalan hanya 0,89 persen, maka sangat kecil peluang terjadi kehamilan bila dibanding alat kontrasepsi lain," tukasnya. Sementara itu, Kepala BKKBN Provinsi Bengkulu Widati mengatakan, berkat dukungan dana dari APBD Provinsi dan Kabupaten/Kota, BKKBN berhasil mencapai target 11.006 akseptor Implan. "Dari target kita 10.000 sudah menjadi 11.000 lebih karena hari ini kita menambah lagi 1.000 akseptor baru dari Kota Bengkulu," kata Widati. Pemasangan Implan itu dilakukan secara gratis, sehingga BKKBN pun tidak kesulitan untuk menambah akseptor implan baru, atau mengajak akseptor lama pindah menggunakan alat kontrasepsi yang dimasukan ke bagian bawah kulit lengan itu. Menurutnya, pentingnya program KB terhadap pembangunan tertuang dalam amanat UU Nomor 52 Tahun 2009 tentang perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga. "Penduduk sebagai modal dasar dan faktor dominan pembangunan, jika jumlah penduduk yang besar namun berkualitas rendah dan pertumbuhan yang cepat akan memperlambat tercapainya kondisi yang ideal antara kuantitas dan kualitas penduduk dengan daya dukung dan daya tampung lingkungan," pungkasnya. (400)
BKKBN Pasang 11.006 Implan Gratis
Kamis 07-11-2013,12:37 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 19-04-2026,13:43 WIB
Kesiapan Bengkulu Hadapi Ancaman Megathrust Terus Diperkuat Lewat Simulasi
Minggu 19-04-2026,13:54 WIB
Warga Bengkulu Meriahkan Besurek Night Carnaval 2026: Pesona Budaya Memancar di Pusat Kota
Minggu 19-04-2026,15:01 WIB
Produk Halal Jadi Kebutuhan Mendasar, Komisi VIII DPR RI Ingatkan Kesadaran Masyarakat dan Pelaku UMKM
Minggu 19-04-2026,14:56 WIB
Pengelolaan Dana Haji Kian Transparan, DPR RI dan BPKH Paparkan Sistem Pengawasan Berlapis di Bengkulu
Minggu 19-04-2026,13:33 WIB
Gubernur Helmi Hasan Apresiasi Partai Kebangkitan Bangsa Lewat Dukungan Pembangunan
Terkini
Minggu 19-04-2026,19:43 WIB
Kue Bay Tat Resmi Jadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia 2025
Minggu 19-04-2026,19:33 WIB
Meski Tertunda, Pemprov Terus Genjot Kelanjutan Tol Bengkulu –Lubuklinggau
Minggu 19-04-2026,19:07 WIB
Luar Biasa! SPPG Padang Lebar Jadi Role Model Dapur Gizi Modern dan Ramah Lingkungan
Minggu 19-04-2026,19:01 WIB
Dari Lokal ke Digital, UMKM Bengkulu Selatan Siap Bersaing
Minggu 19-04-2026,15:01 WIB