JAKARTA, BE - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia berharap pemerintah menambah alokasi anggaran untuk infrastruktur pada 2014. Hal itu diperlukan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur, terutama di sektor transportasi darat, laut, dan udara. \"Profil RAPBN 2014 tidak memberi harapan besar bagi dunia usaha untuk take off menuju kondisi perekonomian yang lebih baik. Kondisi memprihatinkan itu terjadi antara lain karena kecilnya anggaran untuk membangun infrastruktur,\" ujar Ketua Umum Kadin Suryo Bambang Sulisto. Menurut dia, anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur hanya Rp 188,7 triliun atau 4,4 persen lebih tinggi daripada 2013. Padahal, dengan memperhitungkan inflasi 5,5 persen, secara riil anggaran untuk infrastruktur 2014 justru menurun. \"Itu sangat kecil dan tidak mencukupi,\" sebutnya. Dengan demikian, pembangunan infrastruktur di daerah akan bergantung pada investasi swasta. Pasalnya, untuk membangun infrastuktur nasional pada 2013 saja, BUMN sudah mendapat beban untuk membiayai 15 proyek di enam koridor sebesar Rp 359 triliun.\"Bagaimana swasta bisa berkontribusi kalau infrastruktur jelek,\" tukasnya. Selain minimnya dana pembangunan infrastruktur di daerah, lanjut Suryo, juga terkendala masalah tanah dan perizinan. Korupsi yang banyak melibatkan pengusaha juga merupakan tekanan terhadap perekonomian.\"Meski begitu Kadin tetap menganjurkan agar sebesar mungkin swasta berpartisipasi membangun daerah,\" tandasnya. Suryo menambahkan, buruknya infrastruktur transportasi mengakibatkan mahalnya biaya logistik dan mengurangi daya saing produk Indonesia.\"Sebetulnya minimnya anggaran infrastruktur bisa diatasi dengan pengalihan dana subsidi BBM (bahan bakar minyak) kendaraan bermotor,\" sebutnya. Jika langkah ini diambil, pemerintah memiliki dana pembangunan infrastruktur lebih dari Rp 200 triliun setahun.\"Kendala pendanaan untuk pembangunan infrastruktur perlu segera diatasi. Jika pemerintah menganggap hal itu masalah biasa maka pelaku usaha tidak bisa secara maksimal berkontribusi dalam pembangunan ekonomi di daerah-daerah,\" tuturnya. Menurut dia, Pemerintah dan pengusaha perlu duduk bersama-sama untuk menyelesaikan masalah bangsa. Disisi lain dia mengingatkan agar kebijakan pemerintah pada masa akan datang, tidak bersifat tambal sulam dan ad hoc.\"Melainkan perlu kebijakan yang lebih strategis dan berdampak jauh untuk ekonomi kedepan,\" jelasnya. (jpnn)
Anggaran Infrastruktur 2014 Rp 188,7 T
Kamis 07-11-2013,10:22 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 14-10-2026,09:47 WIB
Tak Perlu Kebun Luas, Ini Cara Menanam Tomat di Polybag dari Benih hingga Panen
Rabu 14-10-2026,09:39 WIB
Tren Kejar Marathon Meningkat, Fisik dan Finansial Wajib Siap
Rabu 14-10-2026,09:54 WIB
IIBF 2026: Ajarkan Anak Pahami Krisis Lingkungan Tanpa Rasa Takut
Rabu 14-10-2026,10:11 WIB
Survei Celios: 75 Persen Masyarakat Stres Hadapi Kebijakan Pemerintah, Ini Kata Gibran
Rabu 14-10-2026,10:47 WIB
BAZNAS Bidik Rp70 Triliun pada 2027, Mustahik Didorong Jadi Muzaki
Terkini
Rabu 14-10-2026,17:34 WIB
Tanggul Air Bengkulu Ditingkatkan, Penanganan Banjir Tanjung Agung dan Tanjung Jaya Belum Tuntas
Rabu 14-10-2026,15:58 WIB
Dinsos Kota Bengkulu Perkuat Ribuan Agen Perlinsos, Bansos Diharapkan Makin Tepat Sasaran
Rabu 14-10-2026,15:46 WIB
Terseret Arus di Kawasan Dahan Langit, Anak 9 Tahun di Kaur Meninggal Dunia
Rabu 14-10-2026,10:47 WIB