BENTENG, BE – Warga Desa Tanjung Terdana Kecamatan Pondok Kubang yang berprofesi sebagai petani saat ini sedang bingung mencari pekerjaan lain. Mereka yang berprofesi sebagai petani sawah tadah hujan bingung mau menggantungkan kehidupan ekonomi keluarga mereka kedepannya. Karena pekerjaan sebagai petani tidak bisa lagi menjamin ekonomi keluarga. Apalagi untuk mendapatkan ekonomi yang lebih layak dari sebelumnya. Karena sawah di desa setempat sudah setahun terakhir mengalami kekeringan meski pada masa musim hujan. Tentu hal ini berimbas terhadap petani yang tak bisa bercocok tanam . \"Tidak kenal musim, hujan atau kemarau kami sudah tidak bisa lagi menggarap lahan,\" ujar seorang petani bernama Hamdin pada BE kemarin. Diterangkan Hamdin, sawah akan terisi air jika baru selesai turun hujan. Itu juga tidak bertahan lama karena paling lama, sekitar 2 hari kedepannya sudah kering kembali. Kondisi ini bukan tak ada sebab, tapi kerena memang persawahan seluas 30 hektar di Desa Panca Mukti tak ada irigasi. Sehingga debit air yang notabenenya bisa mencukupi areal persawahan tidak bisa dikendalikan penggunaannya. \"Sawah inikan sawah tadah hujan. Jadi hanya dengan adanya irigasi baru bisa dikoordinir penggunaan airnya,\" tambahnya. Petani lain, Wardi mengharapkan dinas instansi terkait bisa segera membangun irigasi yang dibutuhkan petani. Karena jika tidak, persawahan bisa terancam ditanami sawit atau karet. Solusinya, pemerintah daerah harus membangun jaringan irigasi. \"Jika areal persawahan ini akan difungsikan, silahkan bangun jaringan irigasinya,\" terangnya. Terpisah, Kepala Dinas Pertanian, Kehutanan dan Perkebunan (Distanhutbun) Benteng, Durani Usman S.Sos,MM saat dikonfirmasi mengenai banyaknya keluhan petani terkait kurangnya irigasi mengatakan, untuk pembangunan irigasi sudah dalam tahap pembangunan. Semua yang belum ada irigasi ataupun perbaikan irigasi yang rusak sudah dikerjakan. Hanya saja, kemungkinan belum bisa terealisasi semuanya karena keterbatasan anggaran. Mengingat ada hal lain yang juga memerlukan permbangunan dengan segera. \"Semua irigasi yang baru ataupun yang akan diperbaiki telah masuk dalam rancangan kerja dan sudah dilaporkan hingga kepusat, agar secepatnya dapat dibantu untuk pengerjaannya. Pembangunan itu tentunya memerlukan dana dari pusat,\" jelasnya.(111)
30 H Sawah Tak Digarap
Senin 04-11-2013,17:22 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 13-10-2026,15:58 WIB
Pemkab Mukomuko Siapkan Usulan Rp9 Miliar untuk Gedung Metrologi Legal ke Kemendag
Selasa 13-10-2026,15:29 WIB
Bank Bengkulu Tawarkan Cashback Rp1 Juta untuk Kredit Pensiunan, Berlaku hingga 30 November ?
Selasa 13-10-2026,15:26 WIB
BPKAD Kota Tegaskan Mess Pemda Resmi Jadi Aset Pemkot Bengkulu Sejak 2025
Selasa 13-10-2026,14:08 WIB
BRIEF 2026 Jadi Pintu Masuk Investasi dan Perluasan Ekspor Produk Bengkulu
Selasa 13-10-2026,16:03 WIB
Pemkab Mukomuko Dukung PPPK Penuh Waktu, tetapi Minta Kejelasan Siapa yang Menanggung Gaji
Terkini
Rabu 14-10-2026,10:47 WIB
BAZNAS Bidik Rp70 Triliun pada 2027, Mustahik Didorong Jadi Muzaki
Rabu 14-10-2026,10:11 WIB
Survei Celios: 75 Persen Masyarakat Stres Hadapi Kebijakan Pemerintah, Ini Kata Gibran
Rabu 14-10-2026,10:08 WIB
Kemenag Gandeng Al-Azhar Mesir, Program Double Degree Dua Negara Disiapkan
Rabu 14-10-2026,10:01 WIB
Begini Cara Berhenti Langganan Instagram Eksklusif Artis Tanpa Nonaktifkan Akun
Rabu 14-10-2026,09:54 WIB