KOTA BINTUHAN,BE – Terdakwa Darmawan kasus korupsi proyek jaringan listrik Babat yang divonis Majelis Hakim Tipikor Bengkulu penjara 2 tahun penjara memutuskan banding. Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dalam proyek bernilai 1,7 miliar tahun 2010 itu memutuskan untuk banding setelah hakim memutuskan hukuman penjara baginya lebih tinggi dari tuntutan JPU yang hanya 1,5 tahun. \"Terdakwa sudah menyatakan akan melakukan banding. Saat ini kami juga sedang menyiapkan memori banding juga,\" ujar JPU M Arpi SH MH yang juga Kasi Pidsus Kejari Bintuhan, kemarin. Sebelumnya, dalam persidangan terdakwa KPA terbukti melanggar pasal 3 Undang-undang nomor 3 tahun 1999 junto UU Nomor 20 tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi junto pasal 55 ayat 1 KUHP. Selain hukuman penjara selama 2 tahun, terdakwa juga wajib membayar denda sebesar Rp 50 juta. \"Sehingga majelis hakim pengadilan Tipikor memvonis terdakwa dengan dua tahun penjara,\" jelasnya. Lebih lanjut, kata Arfi, terdakwa lain yang merupakan PPTK proyek Ferdy Maulty,ST juga memutuskan untuk naik banding atas putusan hukuman yang ditetapkan pengadilan tipikor. Dimana ia diputus untuk menjalani hukuman penjara selama 1 tahun. Padahal putusan itu lebih rendah dari tuntutan JPU selama 2 tahun. \"Pihak pengadilan menyatakan naik banding atas putusan 1 tahun dari tuntutan 2 tahun. Saat ini banding tengah kami disusun,\" jelasnya kemudian itu, tambahnya, pihaknya belum memutuskan bakal ada tersangka baru atau tidak dalam kasus yang merugikan Negara sebesar Rp 400 juta ini. Pihaknya sudah mengantongi nama yang menjadi calon bakal tersangka baru dugaan korupsi jaringan listrik Babat tahun 2008. Pihak penyidik masih akan melihat apakah pihak rekanan atau pihak panitia yang melakukan perencanaan dalam proyek tersebut. Jika salah perencanaan bisa jadi pihak panitia yang ikut terlibat jadi tersangka. \"Tersangka baru nantinya memang adanya kaitan yang paling erat terhadap dua tersangka yang sudah ditetapkan dugaan korupsi jaringan listrik di Desa Babat Kecamatan Tetap Kabupaten Kaur senilai Rp 1,7 miliar APBD tahun 2008 ditemukan kerugian negara Rp 400 juta. Namun siapa yang bakal menyusul pihak Kejari masih melakukan pembuktian dan data yang telah ada,\" jelasnya (823)
Terdakwa Listrik Babat Banding
Jumat 01-11-2013,21:40 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 28-10-2026,10:16 WIB
Waves of Weave Hadir di Museum Nasional, Pamerkan Wastra dari 10 Negara Asia Tenggara
Rabu 28-10-2026,10:12 WIB
Bukan Sekadar Pesta Kostum, Ini Asal Usul dan Sejarah Halloween
Rabu 28-10-2026,10:03 WIB
Jangan Sembarangan Pakai Oksigen Nasal saat Kabut Asap, Ini Penjelasan Guru Besar FKUI
Rabu 28-10-2026,10:07 WIB
Profesor Kardiologi UCL Ungkap Fakta Mengejutkan, Hanya 2 Persen Belanja Kesehatan untuk Pencegahan
Rabu 28-10-2026,10:20 WIB
Inovasi Baru BRIN, Tepung Singkong Bakal Diuji untuk Padamkan Karhutla
Terkini
Rabu 28-10-2026,17:10 WIB
Empat Desa di Mukomuko Minim Pesaing, Calon Kades Bisa Lawan Kotak Kosong
Rabu 28-10-2026,17:03 WIB
Pelindo Targetkan Terminal Curah Cair Pulau Baai Rampung 2027, Layanan Logistik Diperkuat
Rabu 28-10-2026,17:01 WIB
Sumpah Pemuda Jadi Momentum Kejati Bengkulu Kampanyekan Perlawanan terhadap Korupsi
Rabu 28-10-2026,16:59 WIB
Menangis di Hadapan Hakim, Eks Bupati Fikri Minta Keringanan Hukuman dalam Kasus Ijon Proyek ?
Rabu 28-10-2026,16:57 WIB