KOTA BINTUHAN, BE - Berdasarkan hasil pendataan Dinsosnakertran Kaur mengenai dugaan penjualan sebanyak 20 unit rumah transmigrasi di Transmigrasi Tanjung Agung Kecamatan Tetap, diduga ada 4 warga trans asal Bogor yang terbukti melakukan penjualan. Sehingga Pemkab Kaur melalui Dinsos mengusir 4 warga tersebut. \"Kita sudah mengetahui adanya jual beli rumah transmigrasi. Dari 20 unit rumah yang sudah terbukti ada 4 orang, karena 4 rumah tersebut sudah dijadikan transaksi jual beli, bahkan pembeli sudah menempati rumah trans tersebut. Sedangkan sisanya 16 rumah baru akan dilakukan transaksi,\" kata Kadinsos Drs Edi Suardi B melalui Kabid Tranmigrasi Yulian ST, kemarin. Dikatakanya, diketahui 4 warga tranmigrasi asal Bogor yakni IN, ES, EK dan SY diduga dipengaruhi oleh pihak lain untuk menjual rumah transmigrasi tersebut. Namun pihak Dinsosnakertran langsung cepat mengantipsasi, dengan melakukan pembinaan. Namun 4 warga asal Bogor ini terlanjur melakukan transaksi jual beli tersebut, satu unitnya berkisar Rp 20-25 juta. \"Memang pembeli asal Lampung tersebut sudah mendiami rumah tran tersebut, namun langsung kita beritahu secara baik-baik. Kemudian kita minta pertanggungjawaban warga transmigrasi asal Bogor untuk mengembalikan uangnya, setelah mengembalikan uang tersebut kita usir,\" jelasnya. Sedangkan untuk 4 rumah tersebut, lanjut Yulian, saat ini ditempati warga trans laiinnya karena 4 warga trans asal Bogor sudah dikembalikan kepada Pemkab Bogor. \"Ini sebuah pelajaran bagi masyarakat trans untuk tidak menjual rumah trans sebelum 20 tahun, karena rumah dan lahan masih milik pemerintah,\" jelasnya. Sementara itu, untuk tahun 2014, 10 orang warga trans asal Bogor 10 yang akan mendiami transmigrasi Kedataran dibatalkan, sehingga penggantinya berasal dari Kabupaten Kuningan Jabar. \"Hal ini sudah kita bahas di Provinsi Bengkulu berapa waktu lalu, karena menyikapi kejadian yang sudah dilakukan warga transmigrasi asal Bogor, maka kita membatalkan sementara waktu tranmigrasi asal Bogor ke Kaur,\" jelasnya.(823)
Empat Warga Transmigrasi Diusir
Jumat 25-10-2013,15:37 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 27-03-2026,12:52 WIB
Pasca Lebaran, Harga Sawit di Mukomuko Masih "Perkasa" di Atas Rp3.000/Kg
Jumat 27-03-2026,16:06 WIB
Polemik Parkir Balai Buntar, Pemprov Kukuh Jalankan Meski Tuai Kritik
Jumat 27-03-2026,15:58 WIB
Polres Bengkulu Selatan Panen Raya Jagung, Dukung Swasembada Pangan 2026
Jumat 27-03-2026,17:53 WIB
BKSDA Ungkap Status Baru, Aktivitas Perambahan Ramai di Eks TWA Pantai Panjang
Jumat 27-03-2026,16:23 WIB
Residivis 17 Tahun Bacok Teman Usai Cekcok, Ditangkap di Persembunyian
Terkini
Jumat 27-03-2026,17:55 WIB
Revitalisasi Eks Mess Pemda Dikebut, Disiapkan Jadi Kantor Wali Kota
Jumat 27-03-2026,17:53 WIB
BKSDA Ungkap Status Baru, Aktivitas Perambahan Ramai di Eks TWA Pantai Panjang
Jumat 27-03-2026,17:50 WIB
Pantai Panjang Kondusif di Akhir Libur Lebaran 2026, Kolaborasi Lintas Instansi Berbuah Positif
Jumat 27-03-2026,17:48 WIB
Posko Kesehatan Wisata di Kota Bengkulu Berjalan Optimal Selama Libur Lebaran
Jumat 27-03-2026,16:23 WIB