PARA ilmuwan telah adanya saraf tertentu yang bisa mengatasi darah tinggi. Melalui eksperimen pada tikus, diketahui bahwa dengan mengaktifkan saraf di leher, tekanan darah tinggi bisa diobati secara efektif. Temuan ini diharapkan bisa menjadi kemajuan dalam menanggulangi hipertensi. Peneliti di Britain\'s Bristol University melakukan percobaan pada tikus yang memiliki tekanan darah tinggi. Ketika mereka menghilangkan saraf yang menghubungkan otak dan nodul karotid tubuh dengan meletakkan sebutir beras di masing-masing sisi arteri karotis, tekanan darah tikus menurun dan stabil. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut hipertensi atau tekanan darah tinggi sebagai salah satu silent killer karena kebanyakan orang yang memiliknya tidak bisa merasakan atau melihatnya. Hipertensi mempengaruhi sekitar satu dari tiga orang di seluruh dunia dan dapat menyebabkan stroke, serangan jantung, dan gagal ginjal. Setelah didagnosis, pasien darah tinggi biasanya mampu mengendalikan tekanan darah mereka dengan minum obat anti-hipertensi secara rutin atau bahkan sepanjang hidupnya. Namun, para ahli mengatakan bahwa konsumsi obat-obatan itu tidak membantu setidaknya satu dari 50 pasien. \"Para ilmuwan bahkan tidak tahu jika mereka sudah memberi kontribusi besar terhadap penanganan darah tinggi. Meskipun, kami sudah tahu hubungan organ karotis dan hipertensi,\" kata pemimpin studi di Bristol\'s School of Physiology and Pharmacology, Julian Paton, seperti dilansir laman Fox News, Sabtu (19/10). Tim Chico, ahli konsultan jantung di University of Sheffield yang tidak terlibat langsung dalam penelitian menilai studi itu sebagai sesuatu yang inovatif dan menarik. Tapi, ia memperingatkan bahwa perlu tindakan lebih lanjut untuk menilai keamanan dan efektivitas metode itu sebelum diterapkan pada pasien. \"Karotid tubuh bertindak untuk mengatur jumlah oksigen dan karbon dioksida dalam darah. Saat karotid dirangsang karena kadar oksigen di darah menurun seperti saat orang mengambil napas, hal ini menyebabkan peningkatan dramatis dalam pernapasan dan tekanan darah hingga kadar oksigen pulih,\" jelas paton. Setelah mengetahui bahwa ada respons yang terjadi melalui hubungan saraf antara badan karotis dan otak, Paton dan timnya memutuskan untuk memblokir ujung saraf di leher dan menemukan bahwa cara itu cepat menurunkan tekanan darah. \"Saat ini manusia sedang fokus untuk mengetahui apakah ada pengobatan yang mungkin bekerja pada penderita darah tinggi selain konsumsi obat-obatan,\" kata Jeremy Pearson, direktur asosiasi medis di British Heart Foundation yang ikut mendanai penelitian. Sementara itu Tony Heagerty, profesor kedokteran di Manchester University yang tidak terlibat dalam penelitian mengatakan studi ini adalah perkembangan menarik yang bisa berpotensi untuk menghindari konsumsi obat setiap hari selama bertahun-tahun.(fny/jpnn)
Atasi Darah Tinggi dengan Mengaktifkan Saraf di Leher
Senin 21-10-2013,13:50 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 20-10-2026,16:20 WIB
Warga Tionghoa Dukung Revitalisasi Kampung Cina, Berharap Kembali Ramai Pengunjung
Selasa 20-10-2026,16:27 WIB
Tanamkan Tertib Berlalu Lintas Sejak Dini, Ditlantas Polda Bengkulu Gelar Polsanak Dua Kali Sepekan
Selasa 20-10-2026,16:14 WIB
Bunda PAUD Kota Bengkulu Finalisasi Grand Design Wajib Belajar Satu Tahun Prasekolah
Selasa 20-10-2026,15:18 WIB
Ancaman El Niño, Pemprov Bengkulu Larang Buka Lahan dengan Membakar, Kasus ISPA Tembus 15.961
Selasa 20-10-2026,16:11 WIB
Masih Dievaluasi Pemprov, Pemkot Bengkulu Kebut Persiapan KegiatanAPBD Perubahan 2026
Terkini
Rabu 21-10-2026,10:02 WIB
M Fadli Raih Emas Ketiga Indonesia, Pecahkan Rekor Baru di Asian Para Games 2026
Rabu 21-10-2026,09:59 WIB
Sejarah Baru! Indonesia Gelar Perdana FIA Rallycross World Cup 2026 di Ancol
Rabu 21-10-2026,09:55 WIB
PPG Daljab Guru Madrasah 2026 Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Cara Daftarnya
Rabu 21-10-2026,09:50 WIB
Eks Anggota Parlemen Singapura Buka Suara soal Kritik Muhammad Lutfi, Singgung Konfrontasi RI-Malaysia
Rabu 21-10-2026,09:46 WIB