UNTUK mengantisipasi penyebaran virus flu burung yang akhir-akhir ini menyerang ayam warga Kota Bengkulu, Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Bengkulu melakukan penyemprotan disinfektan di lokasi penjualan unggas di pasar tradisional. Penyemprotan itu dilakukan di Pasar Tradisional Modern ( PTM) dan Pasar Panorama Kota Bengkulu. Petugas melakukan penyemprotan cairan disinfektan ke kandang-kandang penampungan ayam dan bebek milik pedagang. Kepala Distanak Kota Bengkulu, Ir Arif Gunadi melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Ir Hauliantua Pohan mengatakan, penyemprotan disenfektan yang dilakukan merupakan kegiatan rutin per bulan. Walaupun dirinya tidak menampik langkah itu dilakukan untuk mencegah penyebaran virus H5NI. Mengingat ayam-ayam yang dijual di pasar lokal Kota Bengkulu juga berasal dari daerah lain yang tidak bisa dijamin kesehatannya. \"Kita mengantisipasi penyebaran flu burung, karena ayam yang dijual juga didatangkan dari luar sehingga tidak diketahui terjangkiti flu burung atau tidak. Jika ada yang ditemukan ayam mati mendadak di pasar, juga harus dites dengan rapid tes untuk diketahui positif flu burung atau bukan, \" katanya. Penyebaran flu burung, katanya kian cepat dengan perubahan cuaca yang tidak menentu saat ini juga menjadi faktor yang dapat memicu penyebaran virus flu burung, apalagi dalam dua minggu terakhir penyebaran virus flu burung di Kota Bengkulu sudah menyebar di tingkat peternak ayam di Kelurahan Kandang, Dusun Besar dan Air Sebakul. \"Tapi meski sudah dinyatakan positif flu burung, kita belum mengetahui adanya indikasi unggas yang dijual tertular virus flu burungn di jual di pasar, \" bebernya. Untuk mengantisipasinya, pihak dinas juga memberikan cairan disinfektan pada pedagang untuk dilakukan penyemprotan sendiri dan bila ditemukan adanya unggas yang tidak sehat, diharapkan segera dipisahkan dalam kandang yang berbeda. Sementara itu terhadap penyemprotan disinfektan yang dilakukan pada kandang dan ternak yang dijual di pasar, diakui pedagang bisa menimbulkan pandangan di masyarakat bahwa unggas yang dijual tertular penyakit flu burung. Salah seorang pedagang ayam di kawasan PTM, Yas menuturkan penyemprotan ini bisa saja mempengaruhi penjualan mereka. Karena imaje masyarakat jika ada penyemprotan maka daganganya terindikasi tertular flu burung. Ia berharap penyemprotan disinfektan dilakukan di tingkat peternak, dan tidak perlu sampai ke tempat penjualan di pasar. (247)
Pasar Disemprot Disinfektan
Sabtu 19-10-2013,14:50 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 24-09-2026,10:29 WIB
550 Imam Besar dari 39 Negara Berkumpul di Jakarta, Ini Agenda Utama IGIC 2026
Kamis 24-09-2026,10:46 WIB
Update Klasemen Medali Asian Games 2026: China Masih Kokoh di Puncak, Indonesia Peringkat 23
Kamis 24-09-2026,10:41 WIB
Catat Tanggalnya! Ini Jadwal dan Tema Hari Santri Nasional 2026
Kamis 24-09-2026,11:40 WIB
New Honda Stylo 160 Semakin Fashionable dengan Pilihan Warna Baru
Kamis 24-09-2026,10:37 WIB
AC Mobil Mendadak Tidak Dingin? Kenali 6 Penyebab dan Solusi Daruratnya
Terkini
Kamis 24-09-2026,15:09 WIB
Kamar Lebih Sejuk, Ini Tips Memilih Air Cooler yang Tepat untuk Rumah
Kamis 24-09-2026,14:41 WIB
Pemkot Bengkulu Data Kendaraan Dinas, Sejumlah Kendaraan Tua Diusulkan untuk Dilelang
Kamis 24-09-2026,14:38 WIB
Kabag Kesekretariatan RSKJ Soeprapto Bengkulu Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Rekrutmen Non-ASN
Kamis 24-09-2026,14:35 WIB
Memasuki Musim Hujan, Warga Kota Bengkulu Diimbau Waspadai Banjir dan Longsor
Kamis 24-09-2026,14:32 WIB