BENGKULU, BE - Komisi I DPRD Provinsi Bengkulu selaku pihak yang menyeleksi calon Komisi Informasi Publik (KIP) Provinsi Bengkulu, menjamin seleksi akan dilakukan secara transparan, bebas dari kecurangan dan menolak diintimidasi atau titipan pihak lain. \"Kami tidak mau mengambil risiko dalam seleksi calon KIP ini, untuk itu kami telah sepakat untuk melaksanakan seleksi secara transparan dan profesional,\" kata Sekretaris Komisi I, M Sis Rahman SSos MSi, kemarin. Selain itu, Sis Rahman juga menegaskan pihaknya akan menolak titipan atau pesanan dari siapapun, termasuk dari pejabat tinggi di provinsi ini. Jika ada titipan, maka pihaknya akan langsung menggugurkan calon tersebut. Untuk itu, ia meminta kepada semua pihak agar tidak mencoba melakukan kecurangan dalam bentuk apapun. \"Kami telah berkomitmen menggelar seleksi berdasarkan kompetensi atau keahlian yang dimiliki sang calon. Dan kami akan menolak titipan atau upaya untuk meloloskan calon tertentu yang tidak sesuai prosedur,\" tegas politisi Gerindra ini. Sis Rahman menjelaskan, seleksi calon KIP harus benar-benar profesional dan meloloskan calon yang memiliki pengetahuan mengenai tugas dan fungsi KIP. Ini dikarenakan calon komisioner KIP yang diseleksi tersebut memiliki tugas berat, karena KIP sendiri baru hadir di Provinsi Bengkulu. \"Jika seleksi dilakukan secara asal-asalan, kita khawatir komisioner KIP nanti tidak mengerti tugas dan fungsinya. Untuk itu, kami akan meloloskan calon yang memang berkualitas dan memiliki komptensi yang memadai di bidang informasi publik,\" sampainya. Calon KIP ini dipastikan bersaing cukup ketat, karena dari calon yang masuk peringkat 15 besar tersebut hanya diambil 5 orang untuk menjabat komsioner KIP selama 4 tahun ke depan. \"Semakin banyak calon yang berkualitas, maka semakin enak kita menyeleksinya karena ada pilihan untuk mendapatkan yang terbaik,\" imbuhnya. Disinggung soal tahapan, Sis Rahman mengaku sejauh ini pihaknya menunggu jadwal pelaksanaan uji publik ke pimpinan DPRD. Diperkirakan dalam minggu ini jadwal uji publik tersebut turun dan dalam waktu dekat ini ke - 15 calon tersebut akan mengikuti uji publik yang diumumkan melalui surat kabar lokal Bengkulu. \"Uji publik dilakukan selama 1 minggu, tapi jadwalnya belum turun dari pimpinan DPRD,\" ujarnya. Selama uji publik berlangsung, Sis Rahman meminta agar masyarakat memberikan tanggapan dan masukan terhadap calon KIP yang masuk 15 besar tersebut. Menurut Sis Rahman, masukan dan tanggapan masyarakat dijadikan dasar untuk menentukan lolos atau tidak calon KIP tersebut ke 5 besar. Setelah melalui rangkaian uji publik dan menerima tanggapan masyarakat, tahap selanjutnya yakni komisi I merespon tanggapan dan masukan dari masyarakat tersebut. \"Kami targetkan pelaksanaan tes terakhir, yakni fit and proper test atau uji kepatutan dan kelayakan pelaksanaannya di jadwalkan akhir Oktober ini atau paling lambat awal November mendatang. \"Yang jelas awal bulan depan (November,red) sudah ada 5 besar untuk diberikan Surat Keputusan (SK) pengangkatan oleh gubernur Bengkulu,\" pungkasnya. (400)
Seleksi KIP Dijamin Transparan
Rabu 16-10-2013,12:15 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 19-03-2026,13:55 WIB
H-2 Lebaran 2026, Pusat Kota Bukittinggi Dipadati Pengunjung, Aktivitas Belanja Membludak
Kamis 19-03-2026,14:19 WIB
THR Sudah Cair? Ini Cara Bijak Mengelolanya Agar Tidak Cepat Habis
Kamis 19-03-2026,15:07 WIB
Wagub Bengkulu Tinjau SPBU, Pastikan Stok BBM Aman Jelang Idulfitri 1447 H
Kamis 19-03-2026,16:17 WIB
Mahasiswa Dibacok Saat Melintas di Binduriang, Polisi Buru Pelaku Curas Bersenjata Tajam
Kamis 19-03-2026,16:32 WIB
Sambut Libur Lebaran 2026, 6 Objek Wisata di Mukomuko Ajukan Izin Hiburan, Cagar Alam Dilarang
Terkini
Kamis 19-03-2026,21:12 WIB
Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 21 Maret 2026
Kamis 19-03-2026,19:26 WIB
Jelang Idulfitri, Kapolres Bengkulu Utara Beserta DANDIM 0423 Gelar Patroli
Kamis 19-03-2026,19:23 WIB
47 Perwira Tinggi Polri Naik Pangkat, 1 Perwira Raih Bintang Tiga
Kamis 19-03-2026,19:19 WIB
Trafik JTTS Naik 109 Persen, Hutama Karya Catat Lonjakan Kendaraan Saat Mudik Lebaran 2026
Kamis 19-03-2026,19:16 WIB