TUBEI, BE - Dinilai tidak efektifnya Progam Pertanian yang di buat Pemkab Lebong beberapa tahun belakangan ini mendapat tanggapan dari anggota DPRD Lebong. Seperti yang diungkapkan anggota Komisi III DPRD Lebong M Evandri jika tidak efektifnya program tersebut salah satunya karena kurangnya koordinasi antara SKPD terutama antara Dinas Pertanian dan Ketahanan pangan dengan Badan Pelaksanaan Penyuluhan Pertanian,Perikanan,dan Kehutanan (BP4K). Kedepanya agar program yang dibuat bisa berjalan efektif maka antara 2 SKPD dijadikan satu Atap. \"Secara umum progam yang telah di buat pemkab yakni tanam 2 kali sudah baik dan berpihak kepada masyarakat. Tetapi dari pengamatan kita program Kurang efektif karena antara masing-masing SKPD kurang terjalin komunikasi yang baik, akibatnya apa yang telah diprogramkan tidak tersampaikan kepada masyarakat. Agar hal yang sama tidak terjadi lagi maka kita minta antara BP4K dan DPKP dijadikan satu atap,\" kata Evandri. Menurutnya, penggabungan 2 SKPD ini akan memperpendek alur Program yang telah dibuat karena antara perencanaan, Pelaksanaan dan Penyuluhan terhadap Petani dilakukan dalam 1 koordinasi. \"Jika dijadikan 1 SKPD maka untuk menggerakkan para penyuluh bisa langsung dilakukan oleh kepala dinas. Kalau masih seperti sekarang ada kesan antara penyuluh di BP4K dengan Dinas Pertanian tidak sejalan. Kita juga melihat ada ego sektoral antara SKPD. Belum lagi masing-masing SKPD ada yang merasa anak tiri dan di anak emaskan karena dana untuk masing-masing SKPD berbeda. Akibatnya apa yang menjadi target Program tidak berjalan dengan baik,\" lanjutnya. Terkait pendanaan, dirinya juga berpendapat jika SKPD di jadikan 1 maka keuangan daerah lebih efisien dan pemanfaatannya lebih efektif. Penggabungan 2 SKPD dalam rumpun yang sama dinilainya tidak bertentangan dengan aturan PP 41 tahun 2007 tentang struktur organisasi pemerintah daerah. \"Yang kita harapkan dengan digabungnya 2 SKPD dari rumun yang sama maka program yang telah dibuat dapat berjalan dengan baik sehingga akan bermuara terhadap peningkatan ekonomi masyarakat. Dana daerah juga lebih efisien karena biaya rutin untuk SKPD bisa berkurang,\" kataya.(777)
BP4K dan DPKP Diminta Satu Atap
Sabtu 12-10-2013,16:30 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Senin 13-04-2026,09:41 WIB
Walikota Bengkulu Lantik 10 Kepala OPD Hasil Lelang Jabatan, Berikut Daftarnya
Senin 13-04-2026,15:15 WIB
Jurnalis Bengkulu Selatan Tempuh Jalur Hukum, Laporkan Dugaan Pembunuhan Karakter
Senin 13-04-2026,09:32 WIB
Erna Sari Dewi Pindah ke Komisi V, DPRD Harap Bantu Infrastruktur Bengkulu Selatan
Senin 13-04-2026,09:49 WIB
Isu Pemecatan PPPK Mukomuko Hoaks! Sekda: Nasib Pegawai Aman
Senin 13-04-2026,11:53 WIB
Kemkomdigi Gandeng Startup AI untuk Tangani Judi Online dan Kualitas Informasi
Terkini
Senin 13-04-2026,16:45 WIB
Seluma Siap Jadi Pusat Syiar, MTQ XXXVII Bengkulu Resmi Diluncurkan
Senin 13-04-2026,16:43 WIB
Sasar Habitat Gajah, Satgas Gakkum Lanjutkan Operasi Merah Putih di Mukomuko
Senin 13-04-2026,16:33 WIB
Jadi Role Model, 8 Desa di XIV Koto Serentak Cairkan Dana Desa demi Akselerasi Pembangunan
Senin 13-04-2026,16:29 WIB
Wali Kota Bengkulu Tekankan Inovasi dan Kinerja Terukur kepada 10 Pejabat Baru?
Senin 13-04-2026,15:15 WIB