SURABAYA - Perdagangan emas tahun ini tidak semengkilap tahun lalu. Sepanjang Januari - Agustus, ekspor emas perhiasan dari Jatim hanya USD 582,5 juta. Pada periode yang sama 2012, totalnya mencapai USD 826,3 juta. Karena itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jatim bakal menggenjot perdagangan bekerja sama dengan pengusaha perhiasan lewat pameran.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jatim Budi Setiawan menuturkan, nilai perdagangan emas mengalami kontraksi tahun ini. Harga emas yang tidak stabil mengakibatkan pembeli enggan melakukan transaksi. Karena itu, pihaknya menggenjot penjualan emas dengan mengandalkan pasar domestik.
\'\'Ekspor emas tahun ini turun karena harga tidak stabil. Makanya, penjualan perlu didorong. Salah satunya lewat pameran, terutama membidik buyer dari dalam negeri. Padahal, tahun lalu emas menjadi penyumbang pertumbuhan ekspor,\'\' katanya saat konferensi pers Surabaya International Jewellery Fair 2013 kemarin (8/10).
Saat ini jumlah industri emas di Jatim cukup banyak. Budi menyebut, antara lain, 26 unit industri skala besar dan menengah. Ada lagi 1.854 unit usaha kecil di sentra yang tersebar di Surabaya, Sidoarjo, Malang, Gresik, Mojokerto, Lamongan, Pacitan, dan Lumajang. Total ada 17.600 tenaga kerja yang terlibat. \'\'Makanya, perlu inovasi untuk mendorong penjualan emas. Seperti desain-desain baru yang mengikuti tren.\'\'
Kepala Pemasaran Untung Bersama Sejahtera (UBS) Catur Limas mengatakan, gejolak harga emas dunia mempengaruhi bisnis pabrikan emas lokal. Meski demikian, penurunan harga loco London tidak berpengaruh signifikan lantaran diimbangi dengan penguatan mata uang dolar sehingga harga emas tetap tinggi.
\'\'Sedangkan di pasar domestik, permintaan tertinggi terjadi sebelum hari raya lalu. Tidak hanya bagi kami, tapi dialami semua pabrikan emas perhiasan. Selain itu, di pasar domestik permintaan emas dengan kadar muda seperti 9 karat dan 10 karat terus naik. Kenaikan itu karena daya beli di segmen masyarakat piramida paling bawah meningkat,\'\' urainya. muda. Sebab, segmen tersebut merupakan calon target pasar pada lima sampai sepuluh tahun mendatangUntuk menggenjot penjualan emas perhiasan, UBS membidik segmen anak . (res/c1/oki)
Ekspor Emas Meredup
Rabu 09-10-2013,12:37 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 30-10-2026,11:16 WIB
Divonis Kanker Payudara Stadium 1, Penyintas Ini Ceritakan Momen Paling Mengguncang
Jumat 30-10-2026,11:51 WIB
Ekspor Gas Indonesia Dipangkas, Singapura Justru Perkuat Kerja Sama Energi dengan Negara Lain
Jumat 30-10-2026,15:59 WIB
Mukomuko Punya Peta Indikatif Konservasi dan Stok Karbon, Ini yang Dibidik Pemkab
Jumat 30-10-2026,11:40 WIB
Ketum GP Ansor Dorong Kedaulatan Digital Indonesia di National Cybersecurity Connect 2026
Jumat 30-10-2026,11:47 WIB
Rayakan 1 Tahun Sekolah Rakyat, Kemensos Gelar Beragam Layanan Gratis
Terkini
Jumat 30-10-2026,16:08 WIB
Wali Kota Bengkulu Tandatangani Kerja Sama Bantuan Mobil Pemadam Kebakaran dari Kemendagri
Jumat 30-10-2026,15:59 WIB
Mukomuko Punya Peta Indikatif Konservasi dan Stok Karbon, Ini yang Dibidik Pemkab
Jumat 30-10-2026,15:57 WIB
Peningkatan Jalan Air Hitam–Teluk Bakung Masuk Program IJD, Pekerjaan Awal Ditandai Titik Nol
Jumat 30-10-2026,15:31 WIB