MAKKAH - Dua petugas haji asal Indonesia menjadi korban pengeroyokan sekolompok orang yang menawarkan jasa alias joko kepada jamaah bisa mendekati hajar aswad. Petugas itu adalah Affan Riadi (tenaga musiman) dan Arobi (anggota TNI). Keduanya biasa bertugas di sektor khusus Masjidilharam. Sektor Khusus bertugas di wilayah Masjidilharam memiliki tugas membantu jamaah yang terlepas dari rombongan, kehilangan barang dan uang. Meski tidak sampai mengalami luka serius, akibat pengeroyokan itu keduanya sempat menjalani perawatan di balai kesehatan. Namun, ada seorang pelaku yang berhasil diamankan dan langsung diproses oleh polisi setempat. \"Setelah Subuh saya bertemu orang yang mau memakai jasa joki. Kemudian saya sampaikan jangan mau,\" kata Affan kepada tim media center haji (MCH). Setelah mengetahui praktik joki itu, Affan pun mengimbau agar jamaah itu tidak memberikan uang. Ternyata, pelaku itu memanggil kawan-kawannya. \"Ada lebih dari sepuluh orang mengeroyok kami berdua,\" ceritanya. Kabarnya, jamaah yang akan menjadi korban joki itu seorang perempuan berkewarganegaraan Malaysia. Lokasinya, upaya \"pemerasan\" itu terjadi masih di area tawaf di sekitar Kakbah. Praktik joki hajar aswad memang masih mudah ditemui. Saat Jawa Pos bersama rombongan MCH melakukan tawaf, ada juga yang menawari. \"Dia bilang, ayo ikut aku saja. Saya bilang, tidak mau,\" cerita Dedi Achjadi, salah seorang kameramen TVRI. Informasi yang dihimpun, pelaku joki itu biasanya adalah para mukimin. Mereka biasanya warga yang overstay. Modusnya, pelaku yang berkelompok-kelompok itu mengajak jamaah. Begitu mau, jamaah bersangkutang langsung disiapkan jalan mendekati hajar aswad. Setelah itu, jamaah diminta uang. Kabarnya, mereka biasanya meminta sampai 300 real. \"Kalau tidak mau, jamaah bersangkutan akan dikerjai dan ditakut-takuti,\" kata salah seorang tenaga musiman asal Indonesia. Biasanya yang menjadi sasaran empuk adalah warga Indonesia dan Malaysia yang berusia lanjut. Jika biasanya para joki adalah mukimin laki-laki, kini ada ada sekelompok joki yang melibatkan perempuan. \"Pakaiannya juga sama seperti jamaah,\" tambahnya. Yang mengherankan, di sekitar hajar aswad itu dijaga tentara atau polisi setempat. Tetapi, mereka terlihat hanya fokus mengamankan agar jamaah tidak berlama-lama di dekat Kakbah. Hingga berita ini ditulis, Kantor Misi Haji Indonesia masih memproses kasus penganiayaan dua petugas oleh joki tersebut. (hud)
Dua Petugas Haji Dipukuli Joki Hajar Aswad
Jumat 04-10-2013,13:00 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 19-05-2026,16:55 WIB
Dukcapil Kota Bengkulu Intens Jemput Bola Perekaman KTP, Terbaru Layani ODGJ di RSJKO Soeprapto
Selasa 19-05-2026,17:18 WIB
Berstatus Tersangka Penganiayaan dan Segera Disidang, Wakil Rektor III PTS di Bengkulu Belum Dinonaktifkan
Selasa 19-05-2026,16:53 WIB
Utamakan Kualitas, Satgas TMMD Kodim 0425/Seluma Rapikan Dinding RTLH Milik Rusadi
Selasa 19-05-2026,17:26 WIB
Kasus PMK di Kota Bengkulu Melandai, DKPP Pastikan Hewan Kurban Aman Jelang Idul Adha
Selasa 19-05-2026,16:51 WIB
Izin Kedaluwarsa! Pemkot Bengkulu Siap Tertibkan Lapak di Sepanjang Pantai Panjang
Terkini
Rabu 20-05-2026,13:50 WIB
Cetak SDM Unggul, Astra Motor Bengkulu Perkuat Kompetensi 12 SMK Mitra Binaan Berstandar Industri
Rabu 20-05-2026,13:45 WIB
Investasi Jangka Panjang, Astra Motor Bengkulu Ungkap Keunggulan Sparepart Asli yang Lebih Presisi
Rabu 20-05-2026,13:29 WIB
Cegah Kecelakaan Akibat Pengendara Ugal-ugalan, Astra Motor Bengkulu Edukasi Manajemen Stres di Jalan
Rabu 20-05-2026,13:16 WIB
Pimpin Upacara Harkitnas ke-118, Plh Wali Kota Ronny PL Tobing Ajak ASN Pemkot Bengkulu Genjot Inovasi
Rabu 20-05-2026,13:13 WIB