SELEBAR, BE - Warga di 4 RT (Rukun Tetangga) di Kelurahan Pagar Dewa Kecamatan Selebar Kota Bengkulu menjadi langganan banjir dadakan setiap hujan turun. Ke-4 RT itu meliputi RT 35, 36, 37 dan RT 41. Warga setempat, Gimin (35), mengatakan, selalu was-was saat hujan tiba. Pasalnya jika hujan cukup lama dengan intensitas tinggi, menyebabkan perumahan yang berada di kawasan bantaran sungai akan terendam air alias kebanjiran. Dalam kurun tiga bulan ini saja ada sekitar 3-5 kali banjir dadakan dan ketinggiannya mulai 1-3 meter, bahkan mencapai plafon atap rumah warga. Kondisi ini sangat jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. \"Kalau tahun lalu meski hujan tiga hari tiga malam, kondisi masih aman, kalau saat ini justru hujan hanya beberapa jam dengan intensitas tinggi, kawasan sini sudah terendam,\" kata Gimin. Kerapnya banjir dadakan itu, terang Gimin, diduga adanya penyempitan alur Sungai Rupat akibat adanya aktivitas pembangunan perumahan yang mengubah lahan mangrove menjadi lahan perumahan. Selain itu juga banyaknya pembuangan sampah yang dilakukan warga sehingga menyebabkan pendangkalan. \'\'Persoalan ini sudah kerap disampaikan ke RT, bahkan warga sudah kerap melakukan gotong royong untuk mengantisipasi banjir dadakan itu. Tak hanya dilaporkan ke tingkat RT, ke tingkat kelurahan, bahkan sudah pernah dicek oleh pemerintah kota,\'\' jelas Gimin. Sementara Ketua RT 37 Pagar Dewa, Giyono membenarkan kalau kawasan RT-nya kerap dilanda kebanjiran. Dari 125 KK di RT-nya, sedikitnya 50 KK yang terendam. Padahal perumahan yang dibuat cukup tinggi, tapi tetap saja terendam banjir. Peristiwa banjir ini, terang Giyono memang belum memakan korban, namun jika lambat laun dibiarkan, maka ditakutkan akan menelan korban dan sangat membahayakan. \"Hujan inikan dadakan, terkadang di dalam rumah belum tersentuh banjir, tapi saat buka pintu rumah kita sudah dikepung air,\" katanya. Atas persoalan ini kata Giyono, belum lama ini warga telah melakukan kesepakatan akan mendukung pemerintah untuk segera melakukan pendalaman Sungai Rupat. Warga juga rela memberikan sebagian lahanya jika terkena proses perluasan Sungai Rupat itu. Agar tidak meluas dan terjadinya abrasi, warga meminta saat perluasan nanti juga dilakukan dengan pembangunan bronjong, dengan begitu abrasi dapat ditekan. \"Hasil kesepakatan warga akan kita sampaikan ke PU Kota Bengkulu dengan harapan PU Kota segera menindaklanjutinya,\" harapnya. (247)
4 RT Langanan Banjir Dadakan
Kamis 03-10-2013,10:10 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 12-06-2026,12:41 WIB
Sering Bingung Saat Menyusun Skripsi? Ruang Tuntas Siapkan Pendampingan dan Mentor Berpengalaman
Jumat 12-06-2026,13:13 WIB
Pemkot Bengkulu Ajak Masyarakat Semarakkan Festival Tabut 2026, Siap Hadirkan Beragam Atraksi Budaya
Jumat 12-06-2026,13:22 WIB
Dishub Bengkulu Tegaskan Tarif Parkir Festival Tabut 2026 Sesuai Perda, Jukir Nakal Terancam Sanksi
Jumat 12-06-2026,11:57 WIB
Gedung Dispora Bengkulu Selatan Rusak Parah, ASN Khawatir Keselamatan Kerja
Jumat 12-06-2026,10:45 WIB
Pendaftaran AHM Best Student 2026 Dibuka, Astra Motor Bengkulu Ajak Gen Z Ciptakan Inovasi untuk Negeri
Terkini
Jumat 12-06-2026,22:34 WIB
Terkait Kasus Dugaan Investasi Bodong, PT Pelabuhan Tanjung Priok Berikan Klarifikasi
Jumat 12-06-2026,17:55 WIB
Kasus Dugaan Penggelapan Dana CV Mandiri Sejahtera, SOP dan Laporan Keuangan Perusahaan Dipertanyakan
Jumat 12-06-2026,17:52 WIB
Wakapolda Bengkulu Cek Kesiapan Pasukan dan Peralatan Dalmas, Tegaskan Pengamanan Aksi Harus Humanis
Jumat 12-06-2026,17:43 WIB
Korban Dugaan Investasi Bodong Capai Ratusan Orang, Terlapor Belum Diamankan
Jumat 12-06-2026,17:41 WIB