TUBEI, BE - Bupati Lebong H Rosjonsyah SIP MSi menyampaikan bahwa belanja langsung pemda Lebong di tahun 2013 ini mengalami kenaikan sebesar Rp 10,5 M atau lebih dari yang telah ditetapkan dalam APBD tahun 2013 yang di anggarakan sebesar Rp 281 M menjadi Rp 292 M di RAPBD Perubahan. Hal ini disampaikan Rosjonsyah saat rapat paripurna tentang nota pengantar keuangan Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah tahun 2013. Sementara untuk total anggaran tahun 2013 mengalami penurunan sebesar Rp 3,1 M. Ddalam APBD murni ditetapkan total belanja sebesar Rp 472 M, sedangkan di RAPBD Perubahan turun menjadi Rp 469 M. Rosjonyah juga mengungkapkan untuk belanja tidak langsung Pemda Lebong di tahun 2013 mengalami penurunan sebesar Rp 10 M lebih. Dari Rp 210 M turun menjadi Rp 200 M. Permasalahan utama terjadinya perubahan APBD Kabupaten Lebong ini karena adanya perubahan prioritas pembangunan dan kebijakan pemerintah. \"Perubahan APBD tahun 2013 ini juga diakibatkan tidak rasionalnya antara pendapatan dengan belanja daerah dan masih rendahnya kemampuan keuangan daerah dalam hal ini penyerapan SKPD. Dengan kondisi ini maka pemerintah daerah berusaha menyesuaikan anggaran sesuai dengan skala prioritas. Perubahan anggaran ini juga dilakukan karena adanya kebijakan pemerintah Pusat dan provinsi mengenai perubahan anggaran transfer ke daerah,\" ungkap Rosjonsyah. Dikatakan Rosjonsyah, alokasi belanja yang dilaksanakan oleh SKPD baik belanja langsung maupun belanja tidak langsung diarahkan pada berbagai kebijakan. Diantaranya alokasi dana diprioritaskan pada program yang benar-benar dapat mendukung visi misi pembangunan dalam menciptakan masyarakat Lebong yang bermartabat dan makmur. \"Alokasi belanja daerah diarahkan dalam rangka mendukung program perencanaan pembangunan tahun 2014, Diantaranya program Lebong bersolek. Kita juga berupaya melakukan optimalisasi anggaran pada setiap SKPD sehingga program/Kegiatan akan benar-benar tepat sasaran, efektif dan Efisien,\" kata Bupati. Bupati menambahkan ditahun 2013 pemda berupaya untuk memaksimalkan fungsi pelayanan dan pembangunan sesuai dengan rencana yang telah disusun, dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Lebong. Selain itu, Bupati juga berharap agar lembaga pengawas seperti BPK, BPKP dan aparat pengawassan internal Pemerintah untuk terus mengawasi perencanaan dan penggunaan anggaran agar lebih effisien dan efektif.(777)
Belanja Langsung Naik Rp 10,5 M
Selasa 01-10-2013,15:30 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 17-09-2026,16:57 WIB
Sidang Perkara Perdata, Saksi Pastikan 12 Akta Dibacakan Sebelum Ditandatangani
Kamis 17-09-2026,16:50 WIB
Kepala SMKN 1 Bengkulu Dipanggil Disdikbud, Sanksi Tunggu Keputusan Sekda dan BKD
Jumat 18-09-2026,11:13 WIB
Layar 120 Hz di HP Rp1 Jutaan? Itel A200 Bisa Jadi Pilihan
Jumat 18-09-2026,10:47 WIB
94 Pengungsi Gempa NTT Meninggal, DPR Minta Pemerintah Segera Audit Pengungsian
Jumat 18-09-2026,11:01 WIB
Sekolah Rakyat Bakal Dibina 1.289 Kadet Unhan, Disiplin Siswa Jadi Misi Utama
Terkini
Jumat 18-09-2026,14:41 WIB
Perjalanan Terakhir Melvi, Relawan MBG yang Tak Pernah Sampai ke Tempat Kerja
Jumat 18-09-2026,14:12 WIB
Motif Pembunuhan Karyawan MBG di Bengkulu Terungkap, Bukan karena Diejek 'Hitam'
Jumat 18-09-2026,13:29 WIB
Gus Ipul Beri Peringatan Keras, Kepala Sekolah Rakyat Diminta Hindari Penyimpangan
Jumat 18-09-2026,11:13 WIB
Layar 120 Hz di HP Rp1 Jutaan? Itel A200 Bisa Jadi Pilihan
Jumat 18-09-2026,11:06 WIB