KOTA BNTUHAN, BE – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaur mencatat sejak Januari hingga September 2013 tiga orang ibu meninggal pasca melahirkan. Jumlah tersebut menurun dari tahun sebelumnya, lima orang dalam satu tahun. Pihak Dinkes mengkelaim salah satu faktor menurunya Angka Kematian Ibu (AKI) ini merupakan keberhasilan dari pelayanan dan jaminan yang diberikan pemerintah kepada ibu hamil. \"Memang tahun ini belum selesai bisa jadi akan adanya penambahan, namun pihak selalu berupaya untuk menciptakan agr ibu hamil ikut dalam program Jaminan persalinan (Jampersal) yang menanggung biaya persalinan, sehingga warga tidak berpikir dua kali untuk membawa ibu hamil ke bidan atau puskesmas terdekat,\" kata Kadinkes Kaur dr Marlena melalui Kabid Bina Kesehatan masyarakat (Binmas) Saitono Said SSos, kemarin. Dikatakanya, Meski tidak merinci secara mendetail nama nama dan alamat AKI yang ada di Kabupaten Kaur, namun salah satu penyebabnya terjadinya meninggal lantaran lambannya pertolongan tim medis karna sebelumnya yang bersangkutan masih ditangani pihak dukun kampung. Sehingga saat akan mengalami kesulitan akan melahirkan baru yang bersangkutan memanggil bidan atau kerumah sakit terdekat. \"Kita tidak henti-hentinya menghimbau kepada ibu ibu yang hamil untuk menyerahkan sepenuhnya persalinan kepada tim medis, serta melahirkan di rumah sakit supaya dapat secepatnay diatasi bia terjadi masalah,\" jelasnya. Apalagi saat ini, lanjut Saitono, sudah ada jaminan persalinan (Jampersal) yang menanggung persalinan sampai dengan kehamilan dan pemriksaan terhadap ibu hamil. Sehingga sebenarnya tidak ada alasan lagi ibu ibu untuk tidka melahirkan tanpa dibantu dengan tim medis. \"Tidak ada alasan pihak medis menolak klaim jampersal, apalagi klaim ini nanainya akan dibayar oleh pemerintah sesui dengan biaya persalinan yangs udah ditentukan,\" katanya. Dijelaskanya, saat ini sudah ada 30 bidan desa yang sudah ditunjuk dan di-SK-kan bupati kaur untuk melayani jampersal guna meningkatkan pelayanan kepada sejumlah ibu-ibu yang akan melahirkan dijamin persalinananya oleh pemerintah siap dipanggil kerumah warga bila memang ada ibu hamil ingin melahirkan. Mereka siap bekerja 24 jam selagi dibutuhan masyarakat. \"Kalau ada yang melahirkan tidak ada alasan untuk menolak meskipun tengah malam harus berangkat, karena bidan itu sudah di tugaskan untuk melayani, sehingga kematian ibu saat melahirkan akan bisa di tangani dengan baik,\" jelasnya. (823)
Tiga Ibu Mati Melahirkan
Minggu 29-09-2013,19:10 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 23-04-2026,12:22 WIB
Pamit Memancing, Asep Prasetyo Ditemukan Meninggal di Sungai Akasia
Kamis 23-04-2026,12:19 WIB
Tuntutan Menggunung di Kasus Tambang Bengkulu, Dari 1 Tahun hingga 10 Tahun Penjara
Kamis 23-04-2026,18:21 WIB
Plt Bupati Rejang Lebong Turun Tangan, Air Bersih hingga Drainase di Puncak Pelalo Jadi Perhatian
Kamis 23-04-2026,12:25 WIB
Kapolresta Bengkulu Pimpin Sertijab Empat Pejabat, Tekankan Profesionalisme dan Pelayanan Publik
Kamis 23-04-2026,12:15 WIB
Proyek Jembatan Timbang Mukomuko Mandek, Masalah Hibah Lahan Jadi Penghambat Utama
Terkini
Kamis 23-04-2026,18:33 WIB
Tak Ingin Asal Jadi, Dinas PUPR Bengkulu Selatan Gandeng Jaksa Awasi Proyek Jalan
Kamis 23-04-2026,18:21 WIB
Plt Bupati Rejang Lebong Turun Tangan, Air Bersih hingga Drainase di Puncak Pelalo Jadi Perhatian
Kamis 23-04-2026,18:11 WIB
Pemkot Bengkulu Bongkar Pondok di Pantai Panjang, Siapkan Gazebo Gratis untuk Wisatawan
Kamis 23-04-2026,18:09 WIB
Pemkot Bengkulu Perketat Penataan, Targetkan Pantai Panjang Bebas Pondok Liar
Kamis 23-04-2026,18:07 WIB