AKIBAT diterjang banjir, masyarakat eks BRT Desa Kedataran masih kebingungan, mengingat belum juga dibangunya jembatan penghubung desa Kedataran dengan Eks BRT. Jembatan sepanjang 15 meter tersebut yang terbuat dari kayu hingga kini hanya sebatas darurat agar bisa untuk lewat. \"Masyarakat sudah melakukan gotong royong, namun hanya sekedarnya saja. Tetapi tidak akan tahan lama kemungkinan umur 3 bulan jalan itu sudah hancur. Makanya pihaknya minta PU segera mengatasinya,\" ujar Kades Kedataran Erman, kepada BE, kemarin. Menurutnya, jembatan itu sebagai urat nadi sebanyak 400 KK eks BRT, karena hampir setiap pagi warga melintasi jembatan tersebut untuk beraktifitas. Namun kondisinya seperti itu, sebagian warga lebih memilih untuk istriahat, jika dibiarkan maka akan lumpuh kegiatan ekonominya. \"Karena jembatan itu satu-satunya jalan untuk aktivitas warga tran disana, sehingga perlu perhatian pemerintah untuk membangunnya,\" jelasnya.(823)
Minta Perbaikan Jembatan
Selasa 24-09-2013,19:15 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 06-10-2026,11:30 WIB
Chocolatos Go International! Gandeng BK8 Gresini Racing, Brand Indonesia Ramaikan MotoGP 2026-2027
Selasa 06-10-2026,11:15 WIB
Jadwal Puasa Sunnah Oktober 2026 Lengkap, Cek Tanggal dan Bacaan Niatnya
Selasa 06-10-2026,11:05 WIB
IHSG Dibuka Menguat Tipis, Bertengger di Level 6.130
Selasa 06-10-2026,11:08 WIB
Vape Disebut Picu Diabetes dan Gangguan Paru, 3 Asosiasi Desak BRIN Buka Data Penelitian
Selasa 06-10-2026,11:58 WIB
Pasca Gempa NTT, AHM Perkuat Layanan Kesehatan untuk Mobilitas Produktif Masyarakat
Terkini
Selasa 06-10-2026,16:53 WIB
Pemprov Bengkulu Dorong Percepatan Penyelesaian Persoalan Agraria Lewat Koordinasi Lintas Sektor
Selasa 06-10-2026,16:36 WIB
Kendaraan Mogok Usai Isi BBM, Disperindag Mukomuko Sidak SPBU
Selasa 06-10-2026,16:32 WIB
Empat Saksi Diperiksa di Sidang Dugaan Korupsi SKU PLTA Musi, JPU Lanjut ke Pengadaan AVR
Selasa 06-10-2026,16:20 WIB
Keterangan Tejo dan Tomi Berbeda di Sidang Perkara Bank Bengkulu, Penasihat Hukum Minta Konfrontasi
Selasa 06-10-2026,16:14 WIB