BINTUHAN, BE- Hasil Pemantauan Status Gizi (PSG) yang dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kaur, sejak Januari hingga September ini ada 7 penderita gizi buruk. Bahkan tahun ini lebih meningkat dibanding tahun lalu hanya 6 orang. \"Ini pengamatan kita di Puskesmas ada 7 orang penderita gizi buruk, bahkan sebagian penderita sudah dalam kondisi normal. Setelah dilakaukan penanganan tim medis Dinkes Kaur,\" kata Kadinkes Kaur dr Marlena melalui Kabid Binakes Saitono Said SSos, kemarin. Dikatakanya, tujuh penderita gizi buruk yakni Rehan, Tono (9 bulan) warga Tanjung Iman. Aprizal (6 bulan) Desa Pengubaian, Kecamatan Kaur Selatan, Tahura (2 bulan), Desa Tanjung Ganti I kecamatan Pagulir. Kemudian, Raihan (17 bulan) warga Desa Tanjung Bulan, Kirana (32 bulan) warga Desa Tanjung Bulan. Haneri (21 bulan) warga desa Fajar Bulan, Kecamatan Tanjung Kemuning dan Tia (30 bulan) warga Desa Batu Lungun, Kecamatan Nasal. \"Untuk Rehan Tono dan Aprizal sudah dalam kondisi sehat, karena mereka ditangani sejak Januari hingga Juni lalu, sedangkan Tahura, Raihan dan Kirana saat ini sudah mulai berangsur membaik, lalu untuk Kirana masih dalam penanganan pihak Medis,\" jelasnya. Dijelaskanya, penyebab gizi buruk ini paling dominan Kondisi rumah dengan sanitasi yang kurang baik, sehingga membuat kesehatan penghuni rumah, khususnya anak-anak, akan terganggu. Sanitasi yang buruk juga akan mencemari berbagai bahan makanan yang akan dimasak. Hal inilah yang banyak warga masyarakat Kaur kurang melakukan pengawasan terhadap makanan. \"Inilah rata-rata anak-anak balita menderita gizi, dengan adanya program pemerintah ini kita melakukan bantuan dengan supan gizi, dan ini sudah kita melaksanakanya dengan baik, sehingga kondisi mereka semuanya sudah membaik tinggal pemantauanya setiap seminggu sekali,\" jelasnya. Sementara itu, tahun ini penderita gizi buruk meningkat dibanding tahun lalu, saat ini jumlah penderita sebanyak 7 orang. Sedangkan tahun 2012 sebanyak 6 orang dan satu orang meninggal dunia. Namun demikian, meningkatnya penderita gizi buruk di kabupaten Kaur, pihaknya tetap melakukan upaya evaluasi pemantuan dengan PSG. \"Jadi setiap Puskesmas berkerjasama dengan masyarakat terutama kepala desa untuk mendata balita yang ada didesanya, disana akan ketahuan maka yang kurang gizi dan gizi buruk, sehingga bisa langsung diantisipasi,\" jelasnya.(823)
Gizi Buruk Meningkat
Jumat 20-09-2013,21:30 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 27-10-2026,14:08 WIB
DWP Bengkulu Dikukuhkan, Herwan Antoni Dorong Program Nyata untuk Perempuan dan Keluarga
Selasa 27-10-2026,11:03 WIB
Nelayan Kecil Masih Terjebak Kemiskinan, KNTI Soroti Program Kampung Nelayan Merah Putih
Selasa 27-10-2026,11:07 WIB
Target Bedah Rumah 2026 Naik Jadi 400 Ribu Unit, Maruarar Sirait Beberkan Program Rumah Subsidi
Selasa 27-10-2026,13:32 WIB
UNIB Terapkan Mesin Pencacah Limbah Organik, Dorong Produksi Pupuk Organik di Kandang Limun
Selasa 27-10-2026,14:03 WIB
Warga Kaur Diduga Edarkan 2 Kg Ganja di Bengkulu, Polisi Temukan Sabu di Kamar Kos
Terkini
Rabu 28-10-2026,10:20 WIB
Inovasi Baru BRIN, Tepung Singkong Bakal Diuji untuk Padamkan Karhutla
Rabu 28-10-2026,10:16 WIB
Waves of Weave Hadir di Museum Nasional, Pamerkan Wastra dari 10 Negara Asia Tenggara
Rabu 28-10-2026,10:12 WIB
Bukan Sekadar Pesta Kostum, Ini Asal Usul dan Sejarah Halloween
Rabu 28-10-2026,10:07 WIB
Profesor Kardiologi UCL Ungkap Fakta Mengejutkan, Hanya 2 Persen Belanja Kesehatan untuk Pencegahan
Rabu 28-10-2026,10:03 WIB