JAKARTA - Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane meyakni, pelaku perampokan tiga toko emas di kawasan Pasar Baru, Jalan Pasar VII Tembung, Percut Seituan, Deliserdang, Selasa (17/9), merupakan jaringan teroris. Berbeda dengan perampokan toko emas \'Suranta\' yang terletak di Jalan Pertempuran, Pulobrayan, Medan Barat, Jumat (13/9), yang menurut Neta pelakunya adalah perampok spesialis toko emas. Neta menjabarkan argumennya. Pertama, perampok spesialis toko emas biasanya memang menyasar toko emas yang besar dan berani beroperasi di tengah kota. \"Kalau yang di Tembung itu kan pinggiran, toko emasnya pun kecil-kecil. Saya yakin ini pelakunya kelompok teroris, yang biasanya memang memilih merampok toko emas di daerah pinggiran,\" ujar Neta kepada JPNN kemarin (18/9). Argumen kedua, perampok specialis toko emas, biasanya begitu sudah berhasil menggasak emas dalam jumlah besar, maka mereka langsung kabur dan tiarap untuk sementara waktu. \"Mereka tidak akan merampok lagi dalam waktu berdekatan. Jadi menurut saya, pelaku perampokan yang di Tembung, berbeda dengan yang di Jalan Pertempuran itu,\" ujar Neta, yang juga \"anak Medan\" itu. Dia menduga, perampok toko emas di Tembung memanfaatkan situasi. Maksudnya, ingin mengecoh dugaan polisi, agar polisi dan masyarakat menduga perampokan di Tembung pelakunya adalah sama dengan yang Jalan Pertempuran. \"Padahal menurut saya, beda,\" cetusnya meyakinkan. Lebih lanjut, pria yang kerap diminta memberikan ceramah kepada jajaran kepolisian itu mengatakan, polisi bisa menyisir data pelaku perampokan yang pernah dipenjara. Bukan tidak mungkin, lanjutnya, pelaku perampokan yang di Jalan Pertempuran merupakan residivis pelarian Tanjung Gusta. Polisi tinggal melihat data, adakah buronan Tanjung Gusta dan LP Labuhan Ruku yang merupakan perampok spesialis toko emas. Sedang pelaku perampokan toko emas di Tembung, lanjutnya, kemungkinan jaringan buron Tanjung Gusta, Fadli Sadama. \"Ini harus dicermati jajaran Polda Sumut dan Polresta Medan,\" sarannya. Seperti diberitakan, perampok bersenjata api menggasak 2 kilogram emas sekaligus dari tiga toko emas di kawasan Pasar Baru, Jalan Pasar VII Tembung, Percut Seituan, Deliserdang, Selasa (17/9) sekitar pukul 10.00 WIB. Ketiga toko emas yang dirampok itu yakni toko emas \'Semmy J\', \'Permata Indah\', dan \'P Tarigan\' yang hanya dipisahkan tembok beton. Perampokan tiga toko emas ini merupakan yang ketiga dalam lima hari terakhir di Sumut. Dua diantaranya terjadi di wilayah hukum Polresta Medan, yakni di toko emas \'Suranta\' yang terletak di Jalan Pertempuran, Pulobrayan, Medan Barat, Jumat (13/9). Satu aksi perampokan toko emas lain kembali terjadi di Tanjungtiram, Batubara, Minggu (15/9) lalu. (sam/jpnn)
Perampok 3 Toko Emas Kemungkinan Teroris
Kamis 19-09-2013,07:35 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 08-04-2026,15:40 WIB
SK DPP Batalkan Plt, Muswil PPP Bengkulu Dinilai Tidak Sah
Rabu 08-04-2026,13:53 WIB
5 Titik Sumber Air Bersih Rusak Diterjang Banjir dan Longsor di Lebong
Rabu 08-04-2026,15:34 WIB
Pelaksanaan TKA SMP di Bengkulu Dievaluasi, Kendala Server hingga Kesiapan Siswa Jadi Sorotan
Rabu 08-04-2026,13:39 WIB
SeleksiCKota Bengkulu Umumkan 3 Besar, Sejumlah Nama Muncul di Banyak Posisi
Terkini
Kamis 09-04-2026,13:18 WIB
Pemkot Bengkulu Cek Fisik dan Dokumen Kendaraan Dinas Seluruh OPD
Kamis 09-04-2026,13:12 WIB
Karnaval Batik Internasional 2026 Siap Digelar, Pemkot Bengkulu Finalisasi Persiapan
Kamis 09-04-2026,13:09 WIB
BPBD Kota Bengkulu Data Kerusakan Pascabanjir, Tidak Ada Korban Jiwa
Kamis 09-04-2026,09:48 WIB
Kapolda Bengkulu Tinjau Banjir dan Longsor di Lebong, Salurkan Bantuan untuk Korban
Kamis 09-04-2026,09:44 WIB