TAK hanya di Kecamatan Putri Hijau saja warga merasakan keresahan terhadap anjloknya harga karet, hingga warga menghentikan hasil penjualan karet. Asdi Dahlan, Kades Pagar Banyu Kecamatan Arma Jaya merasakan hal sama. 99 persen KK di desanya berprofesi sebagai petani karet. Saat ini hasil karet para petani hanya dihargai dengan harga Rp 7 ribu, sehingga untuk pembelian bibit karet sangat dirasa rumit dan perekonomian warga semakin minim. \"Harga jual karet terus anjlok, ini sangat mengkhawatirkan petani,\" kata Asdi. Diharapkan pemerintah daerah mengetahui apa yang sedang dihadapi warganya. Seperti pembelian bibit karet, setidaknya mendapatkan subsidi untuk meringankan beban patani. \"Kondisi yang dialami petani ini perlu disikapi pemerintah daerah untuk penyelesaiannya,\" tukasnya. (**)
Harga Karet Anjlok
Kamis 05-09-2013,19:37 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 07-11-2026,06:58 WIB
Bank di Prancis Jadi Sasaran Peretasan, Hacker Diduga Curi Dana Rp14,18 Triliun!
Sabtu 07-11-2026,06:59 WIB
Survei AHA Commerce: 82 Persen Karyawan Mengaku Puas dengan Budaya Kerja Perusahaan
Sabtu 07-11-2026,12:32 WIB
Hadapi Musim Hujan, BPBD Mukomuko Dorong Warga Biasakan Mitigasi Bencana
Sabtu 07-11-2026,07:00 WIB
Nelayan Bengkulu Wajib Tahu! Ini Cara Mudah Klaim Asuransi Keselamatan Kerja di Tahun 2026
Sabtu 07-11-2026,06:58 WIB
Oppo Find X10 Segera Hadir di Indonesia, Ini Bocoran Spesifikasi dan Keunggulannya\!
Terkini
Sabtu 07-11-2026,19:48 WIB
Unived Gelar SNASIKOM 2026 Secara Hybrid, Bahas Kedaulatan Kognitif di Era AI
Sabtu 07-11-2026,17:40 WIB
Bengkulu Rawan Gempa dan Tsunami, PAPDI Diminta Perkuat Kesiapan Dokter Hadapi Bencana
Sabtu 07-11-2026,17:38 WIB
Hadapi Ancaman Bencana, Helmi Hasan Boyong Seluruh Bupati dan Wali Kota Bengkulu Temui Kepala BNPB
Sabtu 07-11-2026,17:37 WIB
Dua Jam Menunggu, Nasabah BNI Bengkulu Protes: Nomor Antrean Kalah oleh Panggilan Nama
Sabtu 07-11-2026,12:34 WIB