IPUH, BE – Banyaknya keluhan nelayan di wilayah perairan Ipuh dan sekitarnya atas masih banyak berkeliarannya pengusaha ikan yang mengunakan alat tangkap jenis pukat harimau ditanggapi serius Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten. “ Ya banyak keluhan dari nelayan , mulai dari wilayah perairan Ipuh hingga Kota Mukomuko,” tegas Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten, Sukiman SP dikonfirmasi, kemarin. Langkah yang akan dilakukan DKP yang akan melibatkan pihak – pihak terkait, lanjut Sukiman, akan melakukan razia di laut. Jika ditemukan pengguna pukat harimau, langsung dilakukan penangkapan. “Pengguna pukat harimau akan langsung kita tangkap dan diserahkan ke penegak hukum,” katanya. Menurutnya, selama ini DKP kesulitan untuk menangkap pengguna pukat harimau tersebut diantaranya dikarenakan belum ada transportasi, masih banyak mata – mata dari oknum masyarakat. Ini dibuktikan saat pihaknya turun ke lokasi, pengguna pukat harimau itu menghilang dan lainnya. “Peran serta dari masyarakat khususnya nelayan sangat diperlukan. Sehingga pihaknya bersama instansi terkait pun bisa langsung terjun ke lokasi,” katanya. Bakal ditangkapnya pengguna alat tangkap jenis pukat harimau itu untuk memberikan efek jera bagi pengguna yang bersangkutan. Banyak dampak negatif yang disebabkan dari alat tangkap itu diantaranya merusak terumbu karang, memutuskan siklus biota- biota yang ada, merusak jaring milik nelayan yang berimbas merugikan dan menurunkan pendapatan nelayan tradisional dan dampak negatif lainnya. (900)
Pengguna Pukat Harimau Bakal Ditangkap
Rabu 04-09-2013,22:37 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 28-10-2026,10:16 WIB
Waves of Weave Hadir di Museum Nasional, Pamerkan Wastra dari 10 Negara Asia Tenggara
Rabu 28-10-2026,17:03 WIB
Pelindo Targetkan Terminal Curah Cair Pulau Baai Rampung 2027, Layanan Logistik Diperkuat
Rabu 28-10-2026,10:12 WIB
Bukan Sekadar Pesta Kostum, Ini Asal Usul dan Sejarah Halloween
Rabu 28-10-2026,10:03 WIB
Jangan Sembarangan Pakai Oksigen Nasal saat Kabut Asap, Ini Penjelasan Guru Besar FKUI
Rabu 28-10-2026,10:07 WIB
Profesor Kardiologi UCL Ungkap Fakta Mengejutkan, Hanya 2 Persen Belanja Kesehatan untuk Pencegahan
Terkini
Rabu 28-10-2026,17:10 WIB
Empat Desa di Mukomuko Minim Pesaing, Calon Kades Bisa Lawan Kotak Kosong
Rabu 28-10-2026,17:03 WIB
Pelindo Targetkan Terminal Curah Cair Pulau Baai Rampung 2027, Layanan Logistik Diperkuat
Rabu 28-10-2026,17:01 WIB
Sumpah Pemuda Jadi Momentum Kejati Bengkulu Kampanyekan Perlawanan terhadap Korupsi
Rabu 28-10-2026,16:59 WIB
Menangis di Hadapan Hakim, Eks Bupati Fikri Minta Keringanan Hukuman dalam Kasus Ijon Proyek ?
Rabu 28-10-2026,16:57 WIB