JAKARTA - Duta Besar Mesir untuk Indonesia Bahaaeldeen Dessouki berani menjamin warga negara indonesia (WNI) yang berada di Mesir dalam kondisi aman. Ia meminta Indonesia untuk mendukung penuh atas proses demokrasi yang saat ini sedang berlangsung disana. Hal tersebut disampaikan Bahaaeldeen saat memenuhi panggilan Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI di Gedung Wisma Nusantara III, Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Kamis (29/8). Dalam sambutannya, Ketua BKSAP Surahman menyatakan, pemanggilan tersebut dilakukan untuk mengetahui keadaan Mesir saat ini melalui pemaparan pemerintah Mesir. Sehingga, pemerintah Indonesia nantinya dapat mempersiapkan tindakan-tindakan apa yang harus disipakan terkait banyaknya WNI yang masih berada disana. Dalam penuturan Bahaaeldeen, ia menyatakan saat ini para WNI yang sebagian besar pelajar tersebut dalam kondisi yang sangat aman. Bahkan, pihak pemerintah telah mengutus tim keamanan tersendiri untuk menjaga para WNI. \"Jumlah WNI per Juli 2013 sekitar 5.026 orang, mereka sebagian besar berdomisili di Kairo dan mereka aman,\" katanya. Lanjutnya, pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Mesir juga telah membangun posko-posko. Kurang lebih sebanyak enam posko yang telah didirikan guna membantu WNI, baik untuk evakuasi ke tempat yang lebih aman atau hal-hal lainnya. Dalam kesempatan itu, Bahaaeldeen juga sempat memutarkan video yang menayangkan kondisi pertempuran yang sedang terjadi di Mesir, di mana para Ikhwanul Muslimin sedang baku tembak dengan pihak kepolisian. Disela-selanya, ia menegaskan bahwa tidak hanya pihak sipil yang menjadi korban, tetapi pihak kepolisian juga banyak yang meninggal. Bahaaeldeen memaparkan, perbandingan korban warga sipil dan kepolisian sebesar 4 dibanding 1. Jika dalam setiap perkelahian terdapat 4 warga sipil yang meninggal, maka dapat dipastikan 1 polisi juga meninggal. Menurut data yang ia kemukakan, dalam bentrokan yang terjadi pada tanggal 14-16 Agustus lalu telah memakan korban sebanyak 578 orang meninggal dan sekitar 3.500 yang luka-luka. Namun hal tersebu langsung dikritik oleh para anggota BKSAP. Pasalnya, menurut beberapa media yang secara langsung meliput disana korban sipil yang menjadi korban jauh lebih banyak dari data tersebut. Oleh karenanya, para anggota dewan tersebut meminta Mesir untuk segera menyelesaikan krisis yang terjadi agar tidak lebih banyak lagi korban yang berjatuhan. Dalam kesempatan yang sama, Dubes Mesir Bahaaeldeen menjelaskan bahwa sebenarnya Mesir masih aman untuk dikunjungi. Pasalnya, tidak semua wilayah di Mesir terjadi bentrokan antara ikhwanul muslimin dan pemerintah. Hingga saat ini, pihaknya belum menerima adanya laporan turis asing meninggal akibat bentrokan. (mia/kim)
Dubes Mesir Jamin WNI Aman
Jumat 30-08-2013,11:00 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 12-08-2026,08:00 WIB
17 Tahun Cetak Agen Perubahan, AHM Kalibrasi Kompetensi Instruktur Safety Riding Terbaik se-Indonesia
Rabu 12-08-2026,12:20 WIB
Dinkes Mukomuko Dorong RS Pratama Ipuh Bangun Kepercayaan Masyarakat
Rabu 12-08-2026,10:00 WIB
AHSRIC 2026 Jadi Pengalaman Berharga, Instruktur Astra Motor Bengkulu Siap Perkuat Edukasi Safety Riding
Rabu 12-08-2026,12:17 WIB
Satresnarkoba Polres Mukomuko Amankan Tiga Terduga Pengedar Ganja di Kecamatan Ipuh
Terkini
Rabu 12-08-2026,17:11 WIB
57 Pramuka Kaur Berangkat ke Jamnas XII, Wabup Pesan Jaga Nama Baik Daerah
Rabu 12-08-2026,17:08 WIB
Anton Delianto Resmi Pimpin Kejati Bengkulu, Kasus Korupsi Jadi Perhatian Pertama
Rabu 12-08-2026,17:05 WIB
Bando Amin Bantah Perintah Kurangi Tanah GOR Kepahiang, Saksi Sebut Ada Perubahan Hasil Ukur
Rabu 12-08-2026,15:01 WIB
Kebakaran Hebat di Gang Damai Penggantungan Bengkulu, 21 Rumah Hangus Dilalap Api
Rabu 12-08-2026,14:07 WIB