LEBONG UTARA, BE - Pawai takbiran pada malam menyambut Idul Fitri 1434 H di Kabupaten Lebong pada (7/8) lalu diwarnai oleh suara bising dari knalpot kendaraan roda dua. Hal tersebut membuat hikmah dari takbiran yang menyebutkan kalimat-kalimat takbir menjadi hilang, pasalnya suara gema takbir yang dikumandangkan seakan hilang dan hanya terdengar suara bising yang keluar dari ribuan knalpot kendaraan roda dua yang ikut dalam takbiran tersebut. \"Malam takbiran keliling kali ini saya rasa kurang hikmah, soalnya kumandang kalimat takbir tidak terdengar lagi karena kalah dengan suara bising dari knalpot motor yang ikut pawai takbiran keliling tersebut,\" ungkap tokoh masyarakat Kecamatan Bingin Kuning Najamudin kepada wartawan saat malam takbiran lalu. Dikatakan Najamudin, padahal sebelumnya, Pemerintah telah mengumumkan dan melarang kepada seluruh kendaraan roda dua untuk mengikuti takbir keliling. Namun kenyataannya saat takbiran sekitar kurang lebih dua ribu kendaraan dengan menggunakan knalpot racing memenuhi pawai takbiran tersebut. \"Ya memang sulit untuk mencegah kendaraan roda dua untuk mengikuti pawai takbiran keliling, tapi kalau dari pemerintah dan pihak kepolisian tegas hal tersebut bisa dicegah,\" katanya. Sebabkan Kemacetan Berdasarkan pantauan di lapangan, ribuan kendaraan yang mengikuti pawai takbiran keliling tersebut awalnya menunggu iring-iringan takbiran kendaraan roda empat yang bergerak dari Kecamatan Lebong Atas di Terminal Muara Aman. Saat iring-irngan kendaraan roda empat lewat secara otomatis ribuan kendaraan yang telah lama menunggu di terminal tersebut langsung ikut pawai dibelakang iring-iringan roda empat tersebut hingga menyebabkan arus lalu lintas menjadi macet. Kemudian, hampir di setiap simpang ada kendaraan roda dua yang telah menunggu untuk mengikuti takbiran seperti di simpang semelako, simpang garut dan beberapa lokasi lainnya hingga iring-iringan kendaraan roda dua mencapai panjang seitar 2 Km. \"Saya tadi sempat terjebak macet karena banyaknya iring-iringan motor yang ikut takbiran, saya bersama keluarga baru sampai dari Jakarta untuk mudik ke Lebong. Sekitar setengah jam saya nunggu iring-irngan motor itu habis, baru saya bisa melanjutkan perjalanan untuk sampai dirumah saudara,\" ujar Herman yang ditemui di Pasar Muara Aman usai takbiran.(777)
Motor Sebabkan Kemacetan
Senin 12-08-2013,19:45 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 16-10-2026,14:55 WIB
Bukan Sekadar Pencernaan, Kesehatan Usus Juga Memengaruhi Metabolisme Tubuh!
Jumat 16-10-2026,16:54 WIB
Ternyata 2 Warga Mukomuko yang Diamankan di Salah Satu Kafe di Kota Bengkulu Merupakan Peserta Pelatihan
Jumat 16-10-2026,15:09 WIB
Tampil Elegan dan Memikat, Ini Tips Memadukan Parfum dengan Perhiasan
Jumat 16-10-2026,16:26 WIB
Kabut Asap Karhutla Ganggu Penerbangan, 16 Bandara di Papua Terdampak
Jumat 16-10-2026,16:35 WIB
Kabut Asap Karhutla Tak Kunjung Hilang, Warga Samarinda Khawatirkan Nasib Orangutan
Terkini
Sabtu 17-10-2026,13:24 WIB
Ganja, Senapan Angin, hingga Perlengkapan Judi Jackpot Disita dalam Penindakan di Rejang Lebong
Jumat 16-10-2026,17:01 WIB
Eks Mess Pemda Jadi Kantor Wali Kota, Pemkot Bengkulu Targetkan Pekerjaan Utama Rampung Akhir 2026
Jumat 16-10-2026,16:54 WIB
Ternyata 2 Warga Mukomuko yang Diamankan di Salah Satu Kafe di Kota Bengkulu Merupakan Peserta Pelatihan
Jumat 16-10-2026,16:40 WIB
Mess Pemda Berpotensi Jadi Ikon Baru Pusat Pemerintahan Kota Bengkulu
Jumat 16-10-2026,16:35 WIB