AIR PERIUKAN, BE-Pembagian mobil bantuan Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) jenis Toyota Hilux 2500 CC kepada 14 desa beberapa hari lalu, kini diprotes Kepala Desa (Kades) Cawang Kecamatan Lubuk Sandi, Wawan Sumarno. Ia menilai distribusi kendaraan tersebut tidak tepat sasaran. “Desa kami desa tertinggal, telah diusulkan mendapatkan kendaraan oprasional sejak tahun 2009 lalu. Hingga sekarang tak kunjung terwujud,” kata Kades Wawan kecewa. Dikeluhkannya, sewajarnya desanya yang berada jauh di pedalaman dengan akses jalan tidak memadai, mendapatkan kendaraan oprasional tersebut. “Ngototnya kami meminta kendaraan oprasional adalah untuk kepentingan warga dikala sakit. Selain itu memang desa kami sangat terisolir,” ujarnya. Terpisah, Bupati Seluma H Bundra Jaya SH MH menegaskan, bagi desa yang tahun ini belum memperoleh jatah mobil operasional desa dari Kementerian PDT itu, akan diupayakan tahun depan. Untuk sementara, desa yang belum mendapat bagian mobil itu agar bersabar. Kini, katanya, Pemkab Seluma telah kembali mengusulkan ke PDT untuk penyaluran kendaraan seperti tersebut. “Sabar dulu, bagi mereka dan nanti seluruhnya kebagian. Catatan pula kendaraan roda dua dapat dipindahkan ke sekretaris desa tersebut. Jangan kades seluruhnya memegang kendaraan tersebut,” terang bupati. (333)
Mobil PDT Diprotes
Senin 05-08-2013,19:52 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 01-07-2026,10:33 WIB
Evolusi Terbaru, AHM Hadirkan Skutik Sporti New Honda Vario Evo 160
Rabu 01-07-2026,10:37 WIB
Wujudkan Karyawan Sehat, Perusahaan Hebat: Astra Motor Bengkulu Gelar Seminar Kesehatan
Rabu 01-07-2026,13:54 WIB
Saksi A De Charge Ungkap Keluarga Mengetahui Pengakuan Latifa Mengambil Uang Perusahaan
Terkini
Rabu 01-07-2026,17:42 WIB
Press Gathering Vario Evo 160 Digelar di Bengkulu, Tawarkan Desain Sporty dan Performa Lebih Bertenaga
Rabu 01-07-2026,17:00 WIB
Pulau Baai Belum Berdampak Signifikan bagi Ekonomi, DPRD Desak Pelindo Ambil Langkah Nyata
Rabu 01-07-2026,16:57 WIB
Pengerukan Pulau Baai Terancam Buntu, Pelindo Dibayangi Risiko Hukum Usai Inpres Berakhir
Rabu 01-07-2026,14:18 WIB