Pasalnya, sebagian besar warga desa itu masih banyak yang kurang mampu dan hanya bekerja sebagai petani. Subsidi bibit itu sangat membantu warga, namun saat ini sudah dihentikan dan akan diganti dengan tanaman lain.\" Kita menginginkan bantuan subisidi bibit karena terus dilanjutkan karena dibutuhkan petani,\" kata Bustamin. Tak hanya itu, selain menginginkan subsidi karet, kades juga menginginkan tambahan Jamkesmas untuk warganya. Dari 174 KK di desa itu, hanya 25 persen yang mendapatkan Jamkesmas. Padahal masih ada warga kurang mampu yang belum mendapatkan program itu. \"Kami harapkan pemerintah daerah menambah kuota Jamkesmas yang ada di desa ini, agar pengobatan kesehatan masyarakat terpenuhi,\" jelasnya. (117)
Subsidi Karet dan Jamkesmas
Kamis 01-08-2013,19:07 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 07-11-2026,06:58 WIB
Bank di Prancis Jadi Sasaran Peretasan, Hacker Diduga Curi Dana Rp14,18 Triliun!
Sabtu 07-11-2026,06:59 WIB
Survei AHA Commerce: 82 Persen Karyawan Mengaku Puas dengan Budaya Kerja Perusahaan
Sabtu 07-11-2026,12:32 WIB
Hadapi Musim Hujan, BPBD Mukomuko Dorong Warga Biasakan Mitigasi Bencana
Sabtu 07-11-2026,07:00 WIB
Nelayan Bengkulu Wajib Tahu! Ini Cara Mudah Klaim Asuransi Keselamatan Kerja di Tahun 2026
Sabtu 07-11-2026,06:58 WIB
Oppo Find X10 Segera Hadir di Indonesia, Ini Bocoran Spesifikasi dan Keunggulannya\!
Terkini
Sabtu 07-11-2026,19:48 WIB
Unived Gelar SNASIKOM 2026 Secara Hybrid, Bahas Kedaulatan Kognitif di Era AI
Sabtu 07-11-2026,17:40 WIB
Bengkulu Rawan Gempa dan Tsunami, PAPDI Diminta Perkuat Kesiapan Dokter Hadapi Bencana
Sabtu 07-11-2026,17:38 WIB
Hadapi Ancaman Bencana, Helmi Hasan Boyong Seluruh Bupati dan Wali Kota Bengkulu Temui Kepala BNPB
Sabtu 07-11-2026,17:37 WIB
Dua Jam Menunggu, Nasabah BNI Bengkulu Protes: Nomor Antrean Kalah oleh Panggilan Nama
Sabtu 07-11-2026,12:34 WIB