TAIS, BE-Alasan penarikan mobil dinas milik Pemkab dari tangan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Seluma, H Hamdan Hasan akhirnya terjawab. Wakil Bupati (Wabup) Seluma Mufran Imron SE mengatakan, penarikan dilakukan karena ulama daerah itu terjun ke dunia politik praktis. Hamdan Hasan mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Provinsi melalui PKB Dapil Seluma. Kata Mufran, seharusnya ketua MUI itu jangan berpolitik praktis, melainkan harus pokus pada pembinaan moral umat. Sebab, katanya, politik itu sendiri dapat menyeret moral masyarakat pada hal-hal yang kurang baik. Sementara, ulama memiliki tugas sebagai pengayom masyarakat. Meskipun setiap individu sejatinya berhak untuk terlibat politik. “Ulama mempunyai tugas dan tanggungjawab dalam membina umat. Untuk itu, kita berharap para ulama MUI tidak terbawa arus politik yang kerap mengabaikan baik dan buruk versi agama,” kata Mufran. Selain Hamdan, kata Mufran, Pemkab juga menarik mobil plat merah dari tangan Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Seluma H Darsono BA MPd. Alasannya sama, Darsono kini menjadi Caleg Partai Demokrat untuk DPRD Provinsi Bengkulu Dapil Seluma. “Memang ulama yang mencaleg ini perlu kita sorot. Jika tetap kita memberikan kendaraan dinas untuk mereka itu, kita kawatir aset negara itu akan menjadi alat politik bagi tokoh agama itu,” tegasnya. (333)
Ketua MUI Mencaleg, Disorot
Sabtu 27-07-2013,21:07 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 01-07-2026,10:33 WIB
Evolusi Terbaru, AHM Hadirkan Skutik Sporti New Honda Vario Evo 160
Rabu 01-07-2026,10:37 WIB
Wujudkan Karyawan Sehat, Perusahaan Hebat: Astra Motor Bengkulu Gelar Seminar Kesehatan
Rabu 01-07-2026,13:54 WIB
Saksi A De Charge Ungkap Keluarga Mengetahui Pengakuan Latifa Mengambil Uang Perusahaan
Terkini
Rabu 01-07-2026,17:42 WIB
Press Gathering Vario Evo 160 Digelar di Bengkulu, Tawarkan Desain Sporty dan Performa Lebih Bertenaga
Rabu 01-07-2026,17:00 WIB
Pulau Baai Belum Berdampak Signifikan bagi Ekonomi, DPRD Desak Pelindo Ambil Langkah Nyata
Rabu 01-07-2026,16:57 WIB
Pengerukan Pulau Baai Terancam Buntu, Pelindo Dibayangi Risiko Hukum Usai Inpres Berakhir
Rabu 01-07-2026,14:18 WIB