KOTA MANNA, BE – Berdasarkan hasil perhitungan penyidik Kejari Manna, diketahui kerugian negara akibat pungutan liar (Pungli) dana terhadap lembaga PAUD yang menerima dana Bantuan Operasional PAUD (BOP), sekitar Rp 36 juta. Hal ini diungkapkan Ketua Tim Penyidik Kejaksaan Negeri Manna Bengkulu Selatan, Zondrafia SH kemarin. \"Dari hasil penghitungan kami, jumlah kerugian negara yang ditimbulkan dari aksi pungutan liar itu sekitar Rp 36 juta,\" katanya. Diungkapkan Zondrpia, dari 64 PAUD penerima dana BOP tahun 2012 lalu, tidak semua PAUD dananya dipotong karena sebagian besar pengelola PAUD tidak menyerahkan potongan tersebut. “Diperkirakan sebanyak 20 PAUD yang menyerahkan potongan dana BOP itu kepada oknum pejabat Dinas Dikpora BS tersebut,” tambahnya. Diketahui 20 PAUD yang menyerahkan dana itu karena baru sekitar 20 PAUD yang sudah mencairkan dana BOP itu sekitar September 2012 lalu. Sedangkan sisanya sebanyak 44 PAUD mencairannya pada akhir Nopember atau awal Desember 2012 lalu. \"Dari hasil pemeriksaan kami hanya sekitar 20 PAUD yang menyetorkan uang, selebihnya tidak karena penyelidikan kami dimulai pada Oktober 2012 sedangkan ke 44 PAUD itu baru menerima uang akhir Nopember jadi tidak sempat dipotong,\" ucapnya. Selanjutnya, kata Zondrapia, pihaknya akan melakukan ekspose untuk memastikan siapa oknum pejabat Dinas Dikpora BS yang telah melakukan pemotongan itu. Setelah itu pejabat tersebut akan ditetapkan sebagai tersangka. \"Dalam waktu dekat ini kasus ini akan kami eskpose untuk mengetahui tersangkanya sebab kerugian negaranya sudah diketahui,\" terangnya. Sekedar mengingatkan tahun 2012 lalu dana BOP meluncur ke BS sebesar Rp 600 juta untuk 64 PAUD dengan besaran bervariasi sesuai dengan jumlah siswa, Ada yang menerima Rp 8 juta bahkan ada Rp 30 juta. Hanya saja saat pelaksanaan di lapangan terjadi aks pungutan liar mencapai 40 persen dari masing-masing PAUD.(369)
Kerugian Negara Rp 36 Juta
Jumat 26-07-2013,17:30 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 07-11-2026,06:58 WIB
Bank di Prancis Jadi Sasaran Peretasan, Hacker Diduga Curi Dana Rp14,18 Triliun!
Sabtu 07-11-2026,06:59 WIB
Survei AHA Commerce: 82 Persen Karyawan Mengaku Puas dengan Budaya Kerja Perusahaan
Sabtu 07-11-2026,17:40 WIB
Bengkulu Rawan Gempa dan Tsunami, PAPDI Diminta Perkuat Kesiapan Dokter Hadapi Bencana
Sabtu 07-11-2026,12:32 WIB
Hadapi Musim Hujan, BPBD Mukomuko Dorong Warga Biasakan Mitigasi Bencana
Sabtu 07-11-2026,07:00 WIB
Nelayan Bengkulu Wajib Tahu! Ini Cara Mudah Klaim Asuransi Keselamatan Kerja di Tahun 2026
Terkini
Sabtu 07-11-2026,19:48 WIB
Unived Gelar SNASIKOM 2026 Secara Hybrid, Bahas Kedaulatan Kognitif di Era AI
Sabtu 07-11-2026,17:40 WIB
Bengkulu Rawan Gempa dan Tsunami, PAPDI Diminta Perkuat Kesiapan Dokter Hadapi Bencana
Sabtu 07-11-2026,17:38 WIB
Hadapi Ancaman Bencana, Helmi Hasan Boyong Seluruh Bupati dan Wali Kota Bengkulu Temui Kepala BNPB
Sabtu 07-11-2026,17:37 WIB
Dua Jam Menunggu, Nasabah BNI Bengkulu Protes: Nomor Antrean Kalah oleh Panggilan Nama
Sabtu 07-11-2026,12:34 WIB