TAIS,BE- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Seluma meminta aparat kepolisian menindak pelaku pengangkut daging babi yang dilakukan secara vulgar. “Hendaknya membawa babi tersebut ditutup atau membawa [ada malam hari, namun saat ini justru terbalik dan kepolisian dalam hal ini dapat menindak mereka,” tegas Ketua MUI Seluma H Hamdan Hasan. Ironisnya, darah babi yang diangkut juga berceceran di jalan, sehingga sering meresahkan masyarakat yang melintas dan melihat akan aksi yang dilakukan warga lain tersebut. Seharusnya pengemudi untuk tidak terlalu vulgar dan dapat menutup barang bawaaanya tersebut. Selain itu, Pemkab Seluma untuk bisa membuat peraturan yang menegaskan mengenai hal ini. Sehingga bisa lebih tertib dan tidak meresahkan masyarakat. Di dalam perda kompilasi hukum adat yang sedang dibahas Bagian Hukum Setkab Seluma. Diharapkan juga agar aturan mengenai hal ini bisa diakomodir dengan menetapkan sanksi yang harus ditrima jika melanggarnya. “MUI Seluma mengharapkan seluruh penganut umat beragama di Kabupaten Seluma bisa sama-sama menjaga kerukunan dan ketertiban bersama,” terangnya. (333)
Pengangkutan Babi Disorot
Rabu 24-07-2013,22:45 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 01-07-2026,13:54 WIB
Saksi A De Charge Ungkap Keluarga Mengetahui Pengakuan Latifa Mengambil Uang Perusahaan
Rabu 01-07-2026,13:59 WIB
Diguyur Hujan, Upacara Hari Bhayangkara di Polres Mukomuko Tetap Khidmat
Rabu 01-07-2026,14:16 WIB
Perkuat Ekonomi Domestik, Prodi Magister Ilmu Komunikasi UNIB Gelar Pelatihan P2K2 di Bengkulu Tengah
Terkini
Rabu 01-07-2026,17:42 WIB
Press Gathering Vario Evo 160 Digelar di Bengkulu, Tawarkan Desain Sporty dan Performa Lebih Bertenaga
Rabu 01-07-2026,17:00 WIB
Pulau Baai Belum Berdampak Signifikan bagi Ekonomi, DPRD Desak Pelindo Ambil Langkah Nyata
Rabu 01-07-2026,16:57 WIB
Pengerukan Pulau Baai Terancam Buntu, Pelindo Dibayangi Risiko Hukum Usai Inpres Berakhir
Rabu 01-07-2026,14:18 WIB