BOSTON--Lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa International Telecommunications Union (ITU) menyarankan pemberlakuan keamanan dunia maya atau cybersecurity, karena adanya potensi kerentanan tinggi dalam teknologi ponsel sehingga memungkinkan peretas menyerang sedikitnya setengah miliar telepon dari jarak jauh. Gangguan itu ditemukan perusahaan Jerman yang memungkinkan para peretas mendapatkan kontrol jarak jauh dan menjiplak beberapa jenis kartu ponsel. Laboratorium Riset Keamanan di Berlin menemukan para peretas dapat menggunakan kartu yang telah dikuasai itu untuk melakukan kejahatan finansial atau terlibat dalam spionase elektronik. Temuan itu akan mereka ungkapkan dalam konferensi peretasan Black Hat yang dibuka di Las Vegas pada 31 Juli. \"Penemuan-penemuan ini menunjukkan adanya risiko-risiko keamanan dunia maya,\" ujar Sekretaris Jenderal ITU Hamadoun Touré seperti dilansir Timeofindia (22/7). Dijelaskannya, lembaga tersebut akan menginformasikan kepada para regulator telekomunikasi dan lembaga-lembaga pemerintahan di hampir 200 negara mengenai ancaman potensial yang menjangkau ratusan perusahaan telekomunikasi, akademisi serta ahli industri lainnya. Seorang juru bicara dari GSMA, yang mewakili hampir 800 operator ponsel di dunia, juga tengah mengkaji riset tersebut. \"Kami telah mempertimbangkan berbagai implikasinya dan menyediakan arahan kepada para operator jaringan maupun penjual kartu SIM yang mungkin terkena dampaknya,\" ujar juru bicara GSMA Claire Cranton. Nicole Smith, seorang juru bicara bagi Gemalto NV, pembuat kartu SIM terbesar di dunia mengatakan perusahaannya mendukung respon dari GSMA. ITU memperkirakan sekitar enam miliar ponsel digunakan di seluruh dunia. Lembaga ini berencana bekerja dengan industri untuk mengidentifikasi bagaimana melindungi peralatan yang rentan dari serangan tersebut. Semua tipe telepon sangat rentan, termasuk iPhone dari Apple Inc, telepon yang menggunakan perangkat lunak Android dari Google Inc dan ponsel pintar Blackberry Ltd. CTIA, kelompok perdagangan industri ponsel di AS, mengatakan riset baru itu memperlihatkan tidak ada ancaman yang sifatnya segera. \"Kami memahami kerentanan tersebut dan sedang berupaya menanganinya,\" ujar Wakil Presien CTIA John Marinho.(esy/jpnn)
500 Juta Ponsel Rentan Diretas
Selasa 23-07-2013,09:00 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 05-07-2026,20:13 WIB
Asah Skill Berkendara, Astra Motor Bengkulu Gelar Honda Community Safety Riding Competition 2026
Minggu 05-07-2026,20:48 WIB
Arifin Juarai Honda Community Safety Riding Contest Regional Bengkulu, Siap Melaju ke Nasional
Minggu 05-07-2026,19:53 WIB
Pamit Memancing, Warga Kaur Ditemukan Meninggal di Sungai
Senin 06-07-2026,06:43 WIB
Shopee Hadirkan Belanja Instant 1 Jam Tiba, Solusi Belanja Cepat di Tengah Aktivitas Padat
Senin 06-07-2026,13:39 WIB
5 Balon Ketua PWI Bengkulu Ambil Formulir, Syarat Dukungan Tak Boleh Ganda
Terkini
Senin 06-07-2026,15:11 WIB
Kejar Target Rp5,7 Triliun, Pemprov Bengkulu Gencar Gaet Investor Lewat BLINC 3.0
Senin 06-07-2026,13:58 WIB
Tega Setubuhi Dua Anak Kandung Sejak 2018, Pria Paruh Baya di Kepahiang Diringkus Polisi
Senin 06-07-2026,13:39 WIB
5 Balon Ketua PWI Bengkulu Ambil Formulir, Syarat Dukungan Tak Boleh Ganda
Senin 06-07-2026,06:43 WIB
Shopee Hadirkan Belanja Instant 1 Jam Tiba, Solusi Belanja Cepat di Tengah Aktivitas Padat
Minggu 05-07-2026,20:48 WIB