RATU SAMBAN, BE - Wajar saja jika makanan atau minuman yang mengandung formalin dan boraks tetap dijual \'\'bebas\'\' di Bengkulu. Pasalnya, tidak ada sanksi terhadap para pedagang yang ketahuan menjual makanan mengandung bahan berbahaya itu. Kepala Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Bengkulu, Drs Zulkifli Apt menuturkan, ditemukanya sampling jajanan positif formalin dan boraks telah dikoordinasi dengan dinas terkait seperti Dinas Kesehatan dan Disperindag. BPOM sendiri kata Zulkifli, tidak bisa bekerja secara sendiri. Pengawasan produk pangan siap saji, diserahkan pada Dinas Kesehatan Kota, sedangkan pemasaran bahan berbahaya menjadi domain Disperindag bersama BPOM untuk melakukan tindak lanjut dari pembuatan bahan makanan yang dicampur dengan bahan berbahaya kimia itu. \'\'Meski ditemukan jajanan mengandung formalin tidak serta merta menangkap si pedagang, tetapi tim masih melakukan pengembangan dengan cara investigasi di lapangan, dimana si pedagang sebagai alur pertama diambil informasinya dari mana mereka ini mendapatkan bahan baku untuk jualan itu. Dan kesulitan kita pedagang masih bungkam membeberkan darimana mie berbahan formalin itu dia beli,\'\' tukas Zulkifli. BPOM kata Zulkifli, bersama timnya tengah mencari tahu darimana produk makanan jadi itu. Apakah makanan itu diproduksi di Kota Bengkulu atau di luar Provinsi Bengkulu. Selama ini kata Zulkifli, produk mie bahan berbahaya itu justru dipasok dari luar Bengkulu. Sementara itu salah seorang warga Malabero Kota Bengkulu yang mengaku bernama Iwan, meminta BPOM mengumumkan pedagang mana yang menjual makanan berbahan formalin dan boraks itu. Pasalnya sejak adanya pemeriksaan makanan dan dinyatakan positif mengandung formalin dan boraks, membuat ia dan warga lainnya menjadi was-was untuk membeli dan sebagian masyarakat beralih membeli di tempat lain. \"Saya suka menikmati jajanan tradisional itu, sejak adanya pemeriksaan itu saya mulai mengurangi konsumsi,\" katanya. Iwan berharap pemerintah tegas terhadap pedagang yang nakal dan segera menggerebek tempat produksi makanan itu. BPOM juga dapat mengumumkan pedagang mana, sehingga tidak merugikan pedagang lain. (247)
‘Pedagang” Formalin & Boraks Tak Disanksi
Jumat 19-07-2013,14:30 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 14-03-2026,11:51 WIB
Dirut PT Hensan Andalas Jadi Tersangka Baru Korupsi PLTA Musi
Sabtu 14-03-2026,11:46 WIB
Walikota Bengkulu Batasi Harga Kelapa Muda dan Es Teh di Pantai Panjang
Sabtu 14-03-2026,11:42 WIB
Perkuat Sinergi Akademisi dan Praktisi, Posko Studi Kepolisian Hadir di UNIB
Sabtu 14-03-2026,12:55 WIB
Ahmad Kanedi Isyaratkan Banding Usai Divonis Bersalah di Kasus Mega Mall–PTM
Sabtu 14-03-2026,12:11 WIB
Walikota Cup Bengkulu 2026 Siap Digelar di Pantai Panjang
Terkini
Sabtu 14-03-2026,20:53 WIB
Daftar Produk Dove Terbaik untuk Perawatan Seluruh Anggota Keluarga
Sabtu 14-03-2026,15:51 WIB
Disnakertrans Mukomuko Ingatkan Perusahaan Bayar THR H-7 Lebaran, Dilarang Dicicil atau Ditunda
Sabtu 14-03-2026,15:42 WIB
Stok BBM Nelayan Bengkulu Aman Hingga Lebaran, DKP Pastikan Pasokan SPBN Tersedia
Sabtu 14-03-2026,12:57 WIB
Hendri Praja Jabat Plt Bupati, Pemprov Pastikan Pemerintahan Rejang Lebong Tetap Stabil
Sabtu 14-03-2026,12:55 WIB