BANDUNG - Mahasiswa asal Universitas Sanggabuana(USB) YPKP berhasil mengembangkan pendeteksi cuaca 3 in 1, yakni mampu mendeteksi suhu, arah dan kecepatan angin oleh satu alat saja dan langsung ditampilkan dalam layar LCD. Alat tersebut dikembangkan dua mahasiswa yakni Hendrik Ridwan yang mengembangkan perangkat keras. Sedangkan aplikasi perangkat itu dikembangkan oleh Arif Wicaksono keduanya merupakan mahasiswa program tekhnik elektro. Untuk mengembangkan alat tersebut dikatan Hendrik ia bekerjasama dengan dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia(LIPI). ”Ini merupakan tugas akhir dan kami kembangkan lagi dan bekerjasama dengan LIPI yang memberikan fasilitasi peminjaman perangkat sensor pendeteksi alat deteksi cuaca itu,” ujarnya yang ditemui di kampusnya, Jalan Suci, Bandung, kemarin. Dijelaskannya jika alat sensor itu dikembangkan dan dibaca oleh hardwere yang merupakan pengembangannnya, untuk kemudian dipantau dalam sistem digital, sedangkan aplikasinya dikemas dalam format personal computer. Hendrik menyebutkan alat sensor cuaca untuk kepentingan stasiun cuaca mini tersebut. Rancang bangun pengamat cuaca mini tersebut dilakukan dengan menggunakan mikro kontroler ATM-EGA 8535. \"Perangkatnya kami rancang sendiri, dan disinergikan dengan softwere yang dikembangkan teman saya Arif Wicaksono. Dalam hal ini kami bekerja team work dan bersinergi,\" Hendrik. Dalam display perangkat keras yang dirancang Hendrik, dapat diketahui prameter suhu ruangan dengan maksimal 35 derajat celcius, kemudian arah angin dan kecepatan angin. Sementara itu Arif Wicaksono yang membuat perangkat lunak dengan menggunanakan sistem \"Visal Basic\" dalam menyusun bahasa programnya. \"Dari sensor itu dapat dibaca berapa temperatur, arah dan kecepatan angin. Selain itu perangkat ini juga bisa menyimpan data untuk beberapa hari ke belakang. Data semuanya langsung disaving,\" kata Arif. Ia menyebutkan, perangkat stasiun cuaca mini ini bisa digunakan untuk mendukung pertanian, kebun hidroponik dan juga di kawasan yang memerlukan stasiun cuaca. Model ini sangat memungkinkan untuk dikembangkan dengan parameter cuaca lainnya seperti kelambaban, curah hujan dan lainnya.(tie
Mahasiswa Rancang Detektor Cuaca 3 in 1
Jumat 19-07-2013,08:02 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Senin 19-10-2026,12:28 WIB
Muhaimin Sebut Sekolah Rakyat Jadi Model Baru Pendidikan dan Pemberdayaan Nasional
Senin 19-10-2026,12:22 WIB
Mulai 2027, Kenaikan Kelas Tak Lagi Otomatis? Simak Penjelasan Mendikdasmen
Senin 19-10-2026,12:04 WIB
Link Download Logo Hari Santri 2026 Resmi, Lengkap dengan Filosofinya
Senin 19-10-2026,10:54 WIB
Ramadhipa Jaga Peluang Papan Atas Moto3 Junior di Misano
Senin 19-10-2026,15:53 WIB
Syamsu Ihwan Nilai Eks Mess Pemda Strategis untuk Kantor Wali Kota dan Pengembangan Kawasan
Terkini
Senin 19-10-2026,16:03 WIB
Drainase di RT 08 Surabaya Permai 1 Dibenahi, Lingkungan Diharapkan Makin Nyaman
Senin 19-10-2026,15:59 WIB
Drainase Perumahan Bumi Mas Dibangun, Warga Bentiring Kini Lebih Tenang Hadapi Musim Hujan
Senin 19-10-2026,15:55 WIB
Dinas PUPR Kota Bengkulu Tingkatkan dan Rehabilitasi Drainase Gang Merpati 18 Rawa Makmur
Senin 19-10-2026,15:53 WIB
Syamsu Ihwan Nilai Eks Mess Pemda Strategis untuk Kantor Wali Kota dan Pengembangan Kawasan
Senin 19-10-2026,15:51 WIB