BOGOR - Buku pelajaran Bahasa Indonesia kelas VI SD berjudul \"Aku Senang Belajar Bahasa Indonesia\" yang berisi content pornografi (tidak mendidik, red) akhirnya ditarik dari peredaran. Dalam buku tersebut terdapat cerita berjudul \"Anak Gembala dan Induk Serigala\" pada halaman 57 sampai 60, yang mengisahkan kegiatan wanita penjajah seks di warung remang-remang.
Kepala Dinas Pendidikan Bogor, Jawa Barat, Fetty Qondarsyah, mengatakan penarikan semua buku dari peredaran dilakukan di sekolah. Kata dia, selain berisi materi yang mengarah ke pornografi, peredaran buku diktat itu juga tak memiliki izin.
“Saya sudah menginstruksikan untuk menarik buku itu di sekolah, dan kedua kepala sekolah, yakni SDN Gunung gede dan SDN polisi IV telah dipanggil, kita masih mengkaji masalah ini dan siapa yang bertanggung jawab” katanya kepada Radar Bogor (JPNN Group), Sabtu (13/7).
Ia menuturkan, buku bahasa Indonesia ini, adalah buku pendamping, sifatnya berupa suplemen, sehingga tidak wajib dimiliki siswa, namun jika ketahuan sekolah yang melakukan peredaran ini, akan disediakan sangsi bagi sekolah. “Karena kejadian ini baru, kami masih merumuskan dan mempertimbangkan semua hal dari berbagai sisi,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Disdik Kota Bogor, Aan Syaiful Hamzah menambahkan, berdasarkan keterangan Kepala sekolah (Kepdek) SDN Gununga gede, mereka sudah meminta orang tua murid mengembalikan buku \"Aku Senang Belajar Bahasa Indonesia\" itu.
Bahkan dalam penjelasannya, Kepsek tak tahu menahu mengenai kenapa buku itu bisa berada di tangan siswa. “Saya juga tidak tahu apakah buku ini, dipesan oleh guru atau orang tua, mungkin juga kepala sekolah lama, tetapi saya telah meminta orang tua untuk mengembalikannya,” ucap Aan sambil meniru perkataan Kepsek SDN Gunung Gede.
Masih dalam penjelasan Kepsek Gunung Gede, kata Aan, buku pendamping tersebut bukan usulan dari pihak sekolah. Tetapi inisiatif orang tua murid untuk membeli buku itu. \"Hingga saat ini, pihak sekolah belum mewajibkan buku pendamping yang digunakan oleh anak murid,\" katanya.
Aan menjelaskan, setiap buku pendamping harus mendapat rekomendasi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Tetapi buku terbitan dari PT. Graphia Buana itu diketahui belum mendapat rekomendasi dari Kemendikbud.
\"Oleh karena itu, kami sudah mengintruksi setiap sekolah di Kota Bogor agar menarik peredaran buku tersebut di wilayah Bogor,\" jelasnya. (rp3)
Ribuan Buku Porno SD Ditarik
Minggu 14-07-2013,08:50 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 05-07-2026,20:13 WIB
Asah Skill Berkendara, Astra Motor Bengkulu Gelar Honda Community Safety Riding Competition 2026
Minggu 05-07-2026,20:48 WIB
Arifin Juarai Honda Community Safety Riding Contest Regional Bengkulu, Siap Melaju ke Nasional
Minggu 05-07-2026,19:53 WIB
Pamit Memancing, Warga Kaur Ditemukan Meninggal di Sungai
Senin 06-07-2026,06:43 WIB
Shopee Hadirkan Belanja Instant 1 Jam Tiba, Solusi Belanja Cepat di Tengah Aktivitas Padat
Senin 06-07-2026,13:39 WIB
5 Balon Ketua PWI Bengkulu Ambil Formulir, Syarat Dukungan Tak Boleh Ganda
Terkini
Senin 06-07-2026,17:39 WIB
'Jumpa Honda' Juli 2026, Promo Melimpah, DP Ringan Hingga Bonus Menarik
Senin 06-07-2026,17:25 WIB
Warga Desa Kelilik Heboh Sore Ini, Jasad Tanpa Identitas Ditemukan Membengkak di Aliran Sungai
Senin 06-07-2026,17:05 WIB
Tepis Video Viral TikTok, Kades Sungai Petai Tegaskan Gedung KDMP Berada di Tengah Desa Bukan Hutan
Senin 06-07-2026,16:59 WIB
Pemprov Bengkulu Lepas 21 Lulusan SMK ke Jepang, Targetkan 1.200 Tenaga Kerja Internasional
Senin 06-07-2026,16:57 WIB