BENGKULU, BE - Pertumbuhan ekonomi Bengkulu mencapai 5,53 persen pada triwulan pertama 2013, sebuah pencapaian yang bagus. Namun, pertumbuhan ekonomi tersebut tidak dibarengi dengan kesejahteraan rakyat. Hal tersebut terbukti dengan melonjaknya angka kemiskinan di Provinsi Bengkulu mencapai 15 persen atau sebanyak 327.350 orang di Bengkulu. Pengamat Ekonomi dari Universitas Bengkulu Dra Purmini, M,Sc mengatakan, pertumbuhan ekonomi tersebut hanya dinikmati oleh segelintir orang saja. Sebab, pola pembangunan tidak tepat sasaran. \"Hanya berpihak kepada kalangan tertentu saja sehingga ini bukanlah menjadi sebuah kebanggaan dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi Bengkulu, tetapi sebuah kemunduran bagi pemerintahan,\" ujarnya, usai seminar Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan di Rafles City Jum\'at, kemarin. Dikatakannya pula, kesenjangan tersebut dapat dilihat dari data BPS yang menunjukan bahwa penurunan angka kemiskinan hanya terjadi di daerah perkotaan saja. \"Sedangkan di daerah pedesaan terjadi peningkatan jumlah penduduk miskin sebesar 17,64 ribu dan ini bukan angka yang kecil,\" katanya. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Bengkulu memang lebih tinggi dibanding pertumbuhan nasional. \"Namun pendapatan perkapitanya malah lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional,\" ujarnya lagi. Belum lagi, katanya, tingkat kenaikan harga barang dan jasa (inflasi) di Provinsi Bengkulu ternyata dari data kementrian adalah yang tertinggi bila dibandingkan dengan rata-rata inflasi nasional. \"Keadaan tersebut diperparah lagi dengan pondasi utama ekonomi kerakyatan berupa infrastruktur terutama jalan yang masih memprihatinkan, lebih dari 30 persen jalan dalam kondisi rusak,\" katanya. Dia mengatakan, ada tiga rekomendasi yang harus dilakukan Pemerintah Provinsi. Antara lain mengembangkan sumberdaya ekonomi lokal, melalui pemberdayaan masyarakat lokal dalam rangka diversifikasi usaha dan pekerjaan. Kemudian, mendorong peningkatan daya saing daerah melalui percepatan pembangunan insfrastruktur, khususnya peningkatan kualitas dan kuantitas jalan nasional. Serta, meningkatkan kapasitas SDM aparatur pemda khususnya pengelola keuangan daerah dan perencana pembangunan daerah. \"Salah satunya melalui pendidikan dan pelatihan warga,\" ujarnya. (100)
Kebijakan Tidak Tepat
Sabtu 06-07-2013,11:20 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 04-07-2026,16:52 WIB
Mediasi Sengketa Lahan SDN 62 Kota Bengkulu Belum Bergerak, DPRD Minta Konfirmasi ke Sekda
Sabtu 04-07-2026,16:50 WIB
Vonis Bebby Hussy Diperberat di Tingkat Banding, Pengadilan Tinggi Bengkulu Kabulkan Seluruh Banding Jaksa
Sabtu 04-07-2026,16:22 WIB
Musda PARI Bengkulu 2026 Digelar, Siapkan Kepemimpinan Baru Hadapi Tantangan Transformasi Layanan Kesehatan
Sabtu 04-07-2026,16:34 WIB
Bisa Dipidana, Pemilik Ternak Lepas Liar di Bengkulu Selatan Terancam Proses Hukum Jika Picu Kecelakaan Maut
Sabtu 04-07-2026,16:43 WIB
Revisi Tata Ruang Jadi Kunci, Teuku Zulkarnain: Pulau Baai Harus Jadi Kawasan Industri
Terkini
Sabtu 04-07-2026,22:13 WIB
Sambangi RSUD Lebong, Senator Destita Siap Kawal Pengembangan Fasilitas Hingga ke Kementerian Kesehatan
Sabtu 04-07-2026,16:52 WIB
Mediasi Sengketa Lahan SDN 62 Kota Bengkulu Belum Bergerak, DPRD Minta Konfirmasi ke Sekda
Sabtu 04-07-2026,16:50 WIB
Vonis Bebby Hussy Diperberat di Tingkat Banding, Pengadilan Tinggi Bengkulu Kabulkan Seluruh Banding Jaksa
Sabtu 04-07-2026,16:43 WIB
Revisi Tata Ruang Jadi Kunci, Teuku Zulkarnain: Pulau Baai Harus Jadi Kawasan Industri
Sabtu 04-07-2026,16:34 WIB