BENTENG, BE - Program Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) dari Pemerintah RI dinilai rawan menciptakan konflik ditengah masyarakat. Khususnya didaerah Bengkulu Tengah seperti di Kecamatan Pondok Kelapa. Soalnya, banyak warga disini tidak mendapatkan dana sebagai kompensasi kenaikan BBM (Bahan Bajar Minyak) bagi rakyat miskin tersebut. Terlebih dalam pendataan BLSM itu camat tidak dilibatkan sama sekali. \'\'Penerima BLSM yang terdaftar hanya sebanyak 1.327 orang, sedangkan warga miskin yang berhak menerima bantuan itu lebih dari jumlah tersebut. Kita tidak pernah dilibatkan dalam mendata warga miskin di 17 desa ini. Jadinya, banyak warga miskin yang tak terdaftar,\" ungkap Camat Pondok Kelapa, Sri Widodo Menurut Sri Widodo, ia mendapatkan informasi dari Petugas Kantor Pos dan Giro unit Kecamatan Pondok Kelapa. Hari Selasa (2/6) mendatang sebanyak 1.327 warga POndok Kelapa diminta datang ke kantor Pos dan Giro guna mencairkan BLSM tersebut. Syaratnya, penerima harus membawa fotokopi kartu keluarga (KK). Kalau tidak maka uangnya tidak bisa diberikan. \" Kita tidak mengerti kuota BLSM itu, diambil dari data apa. Jika dari data penerima raskin angkanya sangat jauh berbeda, \" terangnya. Sementara itu, seorang penerima Raskin di Kecamatan Pondok Kelapa, Wari\'ah (70), mengaku tidak mendapatkan surat panggilan dari kantor Pos dan Giro. Namun, ada sebagian tetangganya yang mendapatkan dana itu. Dirinya pun bingung dan menganggap pemerintah pusat tidak adil. \" Pemerintah jangan pilih kasih dalam menyalurkan BLSM itu,\" tegasnya. Ia menambahkan, seharusnya kecamatan atau pemerintah daerah Kabupaten Benteng menolak saja BLSM. Dari pada dibagikan namun nantinya menimbulkan konflik ditengah masyarakat miskin. Hendaknya, petugas turun langsung mengecek ke lapangan untuk mendapatkan data yang akurat. \"Dari pada pilih kasih, lebih baik tidak dibagikan sama sekali,\" terangnya. (111)
BLSM Rawan Konflik
Senin 01-07-2013,18:40 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 04-07-2026,16:52 WIB
Mediasi Sengketa Lahan SDN 62 Kota Bengkulu Belum Bergerak, DPRD Minta Konfirmasi ke Sekda
Sabtu 04-07-2026,16:50 WIB
Vonis Bebby Hussy Diperberat di Tingkat Banding, Pengadilan Tinggi Bengkulu Kabulkan Seluruh Banding Jaksa
Sabtu 04-07-2026,16:22 WIB
Musda PARI Bengkulu 2026 Digelar, Siapkan Kepemimpinan Baru Hadapi Tantangan Transformasi Layanan Kesehatan
Sabtu 04-07-2026,16:34 WIB
Bisa Dipidana, Pemilik Ternak Lepas Liar di Bengkulu Selatan Terancam Proses Hukum Jika Picu Kecelakaan Maut
Sabtu 04-07-2026,16:13 WIB
Jalan Rusak Bertahun-tahun, DPRD Desak Pelindo Tepati Janji Tuntas pada 2026
Terkini
Sabtu 04-07-2026,22:13 WIB
Sambangi RSUD Lebong, Senator Destita Siap Kawal Pengembangan Fasilitas Hingga ke Kementerian Kesehatan
Sabtu 04-07-2026,16:52 WIB
Mediasi Sengketa Lahan SDN 62 Kota Bengkulu Belum Bergerak, DPRD Minta Konfirmasi ke Sekda
Sabtu 04-07-2026,16:50 WIB
Vonis Bebby Hussy Diperberat di Tingkat Banding, Pengadilan Tinggi Bengkulu Kabulkan Seluruh Banding Jaksa
Sabtu 04-07-2026,16:43 WIB
Revisi Tata Ruang Jadi Kunci, Teuku Zulkarnain: Pulau Baai Harus Jadi Kawasan Industri
Sabtu 04-07-2026,16:34 WIB