BENTENG, BE - Deputi logistik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI, Teti Saragih, AAK, mengungkapan sejauh ini kucuran anggaran dana bencana khususnya untuk Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng), sejauh ini masih diproses ditingkat pusat. Oleh sebab itu, pihaknya belum mengetahui secara detil, berapa besarnya anggaran bencana yang akan dikucurkan bagi Bumi Maroba Kite Maju ini. Di tahun 2013 anggaran bencana di Kabupaten Benteng akan dikucurkan. Namun, waktu dan besarnya saja yang masih dalam proses. \"Kucuran anggaran itu, diperuntukan bagi kegiatan penangulangan bencana daerah, antisipasi dan pemeliharaan,\" ungkapnya pada acara pelatihan dan bimbingan teknis petugas BPBD Benteng bertempat di hotel Dianti, kemarin. Menurutnya, sejauh ini pihaknya memang sudah menerima usulan kucuran anggaran bencana dari BPBD Kabupaten Benteng tersebut. Akan tetapi, usulan itu harus dilakukan verifikasi dan pengecekan langsung ke lokasi - lokasi atau daerah yang akan dibangun dengan mengunakan anggaran BNPB pusat tersebut. Setelah dilakukan peninjauan ke lokasi, baru akan diproses lebih lanjut. Karena, ada kreteria - kreteria bagi daerah yang mendapatkan kucuran dana bencana tersebut. \" Kucuran anggaran itu, bukan hanya untuk kabupaten Benteng saja, namun seluruh daerah di Indonesia, terutama yang rawan terjadi bencana,\" jelasnya. Bupati Benteng, H. Ferry Ramli, SH.MH menerangkan jika kabupaten Benteng ini sangat rentan terjadinya bencana. Seperti, korban tenggelam, tanah longsor, kebanjiran, gempa dan lainnya. Oleh sebab itu, kucuran anggaran bencana dari BNPB RI itu memang sangat di butuhkan. Hal itu, mengingat untuk APBD Benteng tidak sanggup untuk melakukan perbaikan infrastruktur dibidang penangulangan bencana karena mengingat APBD yang masih sangat sedikit. \"Ibu bisa lihat sendiri, kondisi Kabupaten Benteng ini yang rentan dengan bencana sehingga kucuran anggaran ini memang sangat kamu butuhkan,\" terangnya. Sementara itu, Kepala BPBD Benteng, Ir Fairoeszaman menerangkan dalam pelatihan penilaian kerugian dan pembentukan Tim Reaksi Cepat (TRC) ini, diikuti oleh sebanyak 20 orang peserta yang terdiri dari, sebanyak 7 orang dari BPBD Benteng dan 13 orang berasal dari SKPD se- Kabupaten Benteng ini. Untuk waktu pelaksanaan, akan berlangsung selama 5 hari, mulai dari tanggal 25 hingga 30 Juni mendatang. Dalam pelatihan ini, petugas akan diberikan teori dan praktek dengan narasumber dari BNPB Pusat. \" Dengan pelatihan ini, petugas BPBD akan terlatih dan siap menghadapi jika terjadi bencana sewaktu - waktu,\" jelasnya. (111)
Kucuran Dana Bencana Diproses
Rabu 26-06-2013,20:40 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 21-04-2026,19:05 WIB
Diduga Tersengat Listrik, Pemuda Bengkulu Utara Meninggal Tragis
Selasa 21-04-2026,18:26 WIB
Pansus DPRD Kota Bengkulu Genjot Pembenahan Sistem Parkir untuk Maksimalkan PAD
Selasa 21-04-2026,18:37 WIB
Target Operasional Mundur, 25 Gerai Koperasi Merah Putih di Bengkulu Capai Progres di Atas 50 Persen
Selasa 21-04-2026,18:17 WIB
Festival Batik Besurek 2026: Dari Panggung Budaya ke Mesin Penggerak Ekonomi Bengkulu
Selasa 21-04-2026,18:51 WIB
BBM Non-Subsidi Naik Tajam, ASN Bengkulu Dilarang Gunakan Subsidi untuk Kendaraan Dinas
Terkini
Rabu 22-04-2026,12:41 WIB
Jualan Sabu Sebanyak 2 Kg, 5 Bandar Narkoba Ini Dibekuk BNNP Bengkulu
Rabu 22-04-2026,11:31 WIB
SYLA, ISTRIKU DARI MASA DEPAN
Selasa 21-04-2026,19:09 WIB
BPBD Bengkulu Selatan Siapkan Call Center Bencana, Permudah Laporan Masyarakat
Selasa 21-04-2026,19:05 WIB
Diduga Tersengat Listrik, Pemuda Bengkulu Utara Meninggal Tragis
Selasa 21-04-2026,18:54 WIB