KOTA BINTUHAN,BE - Saat ini Kuota pupuk bersubsidi untuk setiap kecamatan di Kabupaten Kaur sudah ditetapkan. Penetapan alokasi pupuk ini berdasarkan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 5 Tahun 2013 tentang kebutuhan pupuk bersubsidi di Kabupaten Kaur mencapai 1400 ton. Untuk diketahui, alokasi pupuk urea bersubsidi per kecamatan paling tinggi diterima Kecamatan Kinal yakni sebanyak 158,26 ton, karena kinal merupakan hamparan sawah terluas dibanding kecamatan lainya. Sementara alokasi pupuk paling kecil diterima oleh Kecamatan Lungkang Kule dengan alokasi sebanyak 59,29 ton. \"Penetapan ini sesuai dengan hamparan sawah, kemudian kita cocokan dengan kebutuhan pupuk tersebut, saat ini sudah musim tanam, sehingga distribusi pupuk sudah dilakukan untuk segera melakukan pengawasan,\" ujar Kadis Pertanian dan Peternakan Asmawan Ssos didampingi Kabid Sarana dan Prasaran Pertanian Endy Yurizal SP, kemarin. Dikatakanya, sesuai kuota pupuk urea bersubsidi bagi Kabupaten Kaur sebanyak 1.700 ton. Pihaknya mengusulkan ke Bupati Kaur sesuai dengan kebutuhan bagi masing-masing kecamatan sehingga menjadi dasar bagi Bupati Kaur untuk menerbitkan Perbup kuota pupuk bersubsidi bagi setiap kecamatan. \"Perbup kuota pupuk bersubsidi yang terbit berdasarkan kebutuhan pupuk disetiap kecamatan, makanya kita mengupayakan memberikan pupuk sesuai dengan jumlah luas sawah, terkadang sawah luas tapi kebutuhan pupuk kurang, saat ini sudah kita tetapkan dengan baik,\" jelasnya. Seperti mengacu tahun lalu, kata Asmawan, jatah pupuk bersubsidi khususnya urea dan SP-36 untuk tahun 2013 di Kabupaten Kaur menurun dibandingkan pada tahun 2012 yang lalu. Untuk Urea Kabupaten Kaur hanya mendapat jatah sebesar 1700 ton. Jumlah ini turun dibandingkan dengan tahun 2012 yang lalu sebesar 1800 ton. Pupuk SP-36 di Kaur juga turun dari 548 ton menjadi 241 ton. Sedangkan untuk tiga jenis pupuk lainnya di tahun 2013 ini Kaur mendapatkan kenaikan. \"Untuk pupuk ZA yang tahun 2012 yang lalu jatah Kaur 84 ton saat ini naik menjadi 154 ton. Selain ZA, pupuk NPK juga mengalami kenaikan dari 988 ton di tahun 2012 naik menjadi 1.134 ton di tahun ini. Dan yang terakhir adalah pupuk organik yang juga mengalami kenaikan dari 130 ton saat ini menjadi 319 ton di tahun 2013 ini,\" jelasnya. Namun demikian, kata Asmawan, tim pengawas yang sudah dibentuk untuk segera melakukan pemantauan. \"Sekarang musim tanam harus ada pengawasan ektra ketat, mengingat distribusi pupuk tidak ada yang kurang,\" jelasnya. (823)
Musim Tanam, Distribusi Pupuk Diawasi
Selasa 25-06-2013,14:50 WIB
Reporter : redaksi
Editor : redaksi
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 27-08-2026,16:52 WIB
28 Ribu Warga Bengkulu Nikmati BPJS Gratis, Pemkot Perkuat Jaminan Kesehatan
Kamis 27-08-2026,16:53 WIB
Pemkot Bengkulu Perkuat Komitmen Menuju Zero Stunting
Kamis 27-08-2026,16:27 WIB
Saksi Bongkar Fee 18–20 Persen Proyek dari PT CMC di Rejang Lebong
Kamis 27-08-2026,16:41 WIB
Alur Pulau Baai 6,5 Meter LWS, Dua Kapal Bawa 7.500 Ton Pertalite Lancar Bersandar
Jumat 28-08-2026,10:55 WIB
Sering Terpapar Matahari Bikin Kulit Belang? Begini Cara Mengatasinya
Terkini
Jumat 28-08-2026,16:04 WIB
Ribuan Jamaah Gema Salawat untuk Negeri di Masjid Raya Baitul Izzah Bengkulu
Jumat 28-08-2026,15:15 WIB
Pernah 7 Tahun di Curup, Ketua PT Bengkulu Djaniko Girsang: “Seperti Pulang Kampung”
Jumat 28-08-2026,15:05 WIB
Jamsostek Award 2026: Helmi Hasan Dorong Perlindungan Pekerja Bengkulu Makin Luas
Jumat 28-08-2026,15:03 WIB
Pemutihan Pajak Kendaraan di Bengkulu Diperpanjang, Warga Punya Waktu hingga 30 September
Jumat 28-08-2026,15:00 WIB