BINTUHAN, BE- Kalangan masyarakat dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) beranggapan kasus dugaan tindak pidana korupsi 12 titik pasar yang tersebar di 11 kecamatan senilai Rp 1,3 miliar mandeg. Namun Kejaksaan Negeri (Kejari) Bintuhan langsung menepisnya, karena saat ini tengah menunggu audit BPK RI. \"Boleh-boleh saja anggapan masyarakat penyidikan pasar mandeg, karena kemungkinan belum mengetahui sebenarnya. Kita tetap memprosesnya dengan baik sampai tuntas, saat ini butuh waktu yang tepat agar berkas dan hasil audit BPK diketahui,\" ujar Kejari Bintuhan HM Iwa Swia Pribawa SH, kemarin. Dikatakanya, saat ini pihaknya masih menunggu hasil audit soal kerugian negara. Sebelumnya tim ahli kontruksi, yang sebelumnya sudah melakukan pemeriksaan memberikan keterangan adanya kejanggalan. Dengn adanya laporan ahli kontruksi itu pihaknya minta BPK RI untuk melihat berapa nilai kejanggan. Namun dalam minggu ini semua data baik audit BPK RI sudah diketahui, jika sudah maka pihaknya siap akan terus melanjutkan. \"Apakah nantinya akan adanya tersangka, hal ini akan dilihat terlebih dahulu, seberapa kerugian negaranya, jika kecil maka kemungkinan diminta untuk dikembalikan, namun proses hukum tetap dijalankan,\" jelasnya. Dijelaskanya, jika melihat hasil hitungan tim ahli kontruksi memang menyimpulkan, bahwa dana Rp 1,3 miliar itu untuk pengerjaaan 12 titik bangunan pasar tradisonal di 11 Kecamatan, diduga tidak sesuai RAB. Hasil hitungan sementara memang adanya kekurangan dan kelebihan volume. \"Makanya hasil pengerjaan memang adanya indikasi pengurangan Volume, namun hasilnya belum diketahui soal kerugianya. Makanya kita menunggu audit dahulu,\" ungkapnya. Diketahui, bangunan pasar senilai Rp 1,3 miliar tersebut telah dibangun di Kecamatan Tetap 1 unit, Kelam Tengah 1 unit, Kaur Utara 1 unit, Semidang Gumay 1 unit, Mura Sahung 2 unit, Kaur Selatan 1 unit. Kemudian hari keduanya ke kecamatan Nasal 1 unit, kinal 1 unit, Kaur Tengah 1 unit, Tetap 1 unit dan Padang Guci hilir 1 unit. Dalam 12 item pembangunanya dengan anggaran tidak sama. \"Dari jumlah pasar sebelumnya kita sudah memeriksa kontraktor, PPTK, bendahara serta kepala dinas. Makanya dalam waktu dekat jika sudah kerugian maka kita akan periksa kembali,\" jelasnya.(823)
Kasus Pasar Masih Bergulir
Jumat 21-06-2013,21:10 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 17-05-2026,14:55 WIB
Ketahanan Pangan Diperkuat, Dua SPPG Polres Bengkulu Selatan Hadir di Kecamatan Pino dan Pino Raya
Minggu 17-05-2026,17:36 WIB
Polri Perkuat Ketahanan Pangan dan Pemenuhan Gizi Nasional, Targetkan 1.500 SPPG Beroperasi pada 2026
Minggu 17-05-2026,14:59 WIB
Ratusan Peserta Ramaikan Lomba Menembak Piala Danyonif 144/JY
Minggu 17-05-2026,14:49 WIB
Presiden Prabowo Launching 1.061 Titik KDKMP, Kodim 0408/BS Ikuti Vidcon dari Desa Jeranglah Rendah
Minggu 17-05-2026,14:39 WIB
Tuan Rumah MTQ ke-37, Seluma Bidik Gelar Juara Umum
Terkini
Minggu 17-05-2026,22:05 WIB
Culture Day 2026 Astra Motor Bengkulu Hadirkan Semangat Kreativitas dan Budaya Besurek
Minggu 17-05-2026,21:47 WIB
Astra Motor Bengkulu Hadirkan Keseruan Couple Ride Bareng Honda Scoopy
Minggu 17-05-2026,20:43 WIB
Cegah Inflasi Jelang Lebaran Idul Adha, Pemprov Bengkulu Siapkan Langkah Strategis
Minggu 17-05-2026,20:39 WIB
1.061 Koperasi Kelurahan Merah Putih Resmi Beroperasi, Kota Bengkulu Siap Perkuat UMKM
Minggu 17-05-2026,20:37 WIB